Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Papa Sakit


__ADS_3

Rado dan Laras tampak masih berbincang bincang di teras rumah, tak terasa sudah berapa paman paman pentol, rujak juga siomay mereka panggil, kayaknya laras lagi kamaruk makan deh.


"Mas, apakah kau orang yang pemarah?" Laras memandang wajah tampan dihadapannya dengan sangat tajam.


"Ah, Laras, pertanyaan apa itu? lihatlah mukaku, apakah menakutkan ? " Rado pun memperlihatkan senyum manisnya,yang bikin hati siapa pun meleleh.


"Aku lagi serius mas, karena ini masalah yang sedang ku alami sekarang, ada rahasia yang mungkin harus aku ungkapkan" Ah Laras, kamu aja yang belum tau, bahkan kamulah yang sedang tertipu.


"Apakah kau punya rahasia besar?" Rado pura pura serius ingin tau.


Tilolet tilolet (nggak enak banget ya suara telpon Rado)


("Assalamualaikum Ummi! ada apa?") Rado.


("Waalaikumussalam, papa sakit do, sekarang kamu pulang, kami sudah dirumah sakit idaman") Ummi.


("Baiklah Mi, aku segera ke sana.") Rado.


"Laras maaf, aku harus pulang, papa mendadak masuk rumah sakit." Rado pun tergesa-gesa pamit dan meninggalkan laras.


"Iya mas, hati hati, jangan ngebut, mudahan papamu tak kenapa napa." Ah Laras, dia juga kan suamimu, batin Rado.


#


"Ummi, bagaimana dengan papa?" Rado pun menghampiri ummi yang sedang duduk di sisi ranjang rumah sakit, di samping papa.


"Papa kena darah tinggi nak, mungkin papa banyak pikiran, apakah selama ini ada masalah di kantor?" mama menanyai Rado tetang pekerjaan di pabrik.


"Setau Rado, semuanya baik baik saja Ummi." ini ulah Rado nih yang meres papa hehe.


"Kata dokter papa harus istirahat dulu nggak usah kerja. jadi papa harus istirahat di rumah, kamu sekarang udah pintar kan ngurus pabrik?" mama berharap Rado bisa menggantikan posisi ayah.


"Alhamdulillah Mi, mudahan Rado bisa." Rado memandang ayahnya yang sedang tertidur pulas.


Pa, maafkan Rado, Rado pun tak ingin membebani papa dengan pikiran pikiran buruk itu, Rado juga tak ingin memeras papa, tapi mungkin dengan jalan ini papa bisa sadar.


Rado membatin.


#


"Assalamualaikum, Nana, apa kau di rumah?" terlihat ummi Ririn dan Nahla berdiri didepan pintu.


"Waalaikumussalam, eh, Ririn?ayo masuk!" ummi pun menyongsong besan dan calon mantu ke depan.


"Waaah, calon mantu ummi yang cantik datang ya, ayo sayang!" Terlihat Nahla malu malu di sebut sebut sebagai calon mantu hehe.

__ADS_1


kebetulan saat itu Rado pun turun dari tangga karena ingin sarapan dan berangkat kerja.


rado terpana di tangga, diam-diam dia pun menatap Nahla terpesona,sementara Nahla tidak menyadarinya, Rado hanya berdiri saja menikmati pemandangan itu, seakan akan dia sedang candu,akhir akhir ini dia jarang sekali bertemu Nahla, apalagi semenjak papanya masuk RS selama 10 hari, dia belum bertemu Nahla,perasaan rindu yang mendalam, namun karena pekerjaan yang menumpuk, kerinduannya hanya dipendam dalam hati.


"Nahla pa kabar? udah lama kita nggak ketemu, Rado juga sangat sibuk akhir akhir ini." Ummi membuka pembicaraan dengan penuh kasih sayang, dia bahkan sambil mengelus bahu Nahla.


"Baik Mi, Nahla juga nggak bisa sering sering ke ruah sakit untuk nemenin ummi." Tiba-tiba saja Nahla melirik ke tangga.


Deg.


Oh my god lelakiku sedang menatapku mesra


hati Nahla berbicara.


Rado pun kaget, namun tiba-tiba saja dia meletakan telunjuknya di bibir. dan melambaikan tangan agar Nahla naik.


Mau ngapain dia?.


Batin Nahla.Nahla pun menggeleng.


"Nahla ada apa?" Tiba-tiba ummi menyadari kalau Nahla sedang menatap tangga. Ummi pun menoleh. Namun Rado sangat cepat dan menghilang.hehe.


"Mencari Rado ya? mungkin dia lagi siap siap untuk kerja, kalian juga akhir akhir ini lama nggak ketemu, mudahan papa cepat sembuh, biar kita lamaran, trus bisa menentukan tanggal pernikahannya." Tambah ummi lagi, sambil tersenyum. Mengerti dengan keadaan Rado dan Nahla yang sering terlihat dimabuk cinta,


"Ehem...selamat pagi semua, oh ada ummi Ririn ya, maaf, Rado baru siap siap kekantor, kita sarapan bareng yu!" ajak Rado santai. Sementara Nahla memajukan bibir bawahnya, karena Rado pintar bersandiwara, tadi kan dia udah turun, walau hanya 1 tingkat tangga paling atas.


"Aku sudah makan ko, Nahla, kamu sana, temenin Rado, kamu kan tadi belum sempat makan, baru makan roti selai aja." Titah ummi nya Ririn. Ummi Ririn ni pengen bangat punya mantu rado kali ya?.


"Nggak Mi, udah kenyang." Nahla malu dong, masa makan sama Rado.


"Ayo! makan dulu!" Ummi pun menarik tangan Nahla membawanya ke dapur.


"Mi, ummi..." Tiba-tiba papa Rado memanggil.


"Iya pa! Nahla kamu makan aja duluan ya, sama Rado, Bibi juga ada di dapur ko." Ummi pun berlalu mendatangi papa yang memanggil. Ummi Ririn pun ikut ke kamar ummi untuk menjenguk papa Rado.


"Ayo sayang, sini, dekat Mas." Ucap Rado sambil menepuk-nepuk kursi disampingnya.


"Nggak ah, nanti di suruh suruh ambilin makanan lagi." ucap Nahla judes.


"Aduuuh, asyik juga ya calon manten." Goda bibi sambil senyum senyum.


"Iya Bi, bentar lagi Bibi bekal resign nih dari sini." Ucap Rado lagi sambil tersenyum gombal.


"Apa itu Tuan? resign?" Bibi malah bingung hehe.

__ADS_1


"Berhenti Bi, haha." Rado terlihat senang ngerjain bibi.


"Tuan seneng banget ya nyuruh Bibi berhenti." Jawab bibi. Tapi bibi tau kok, kalau Rado hanya bercanda. Bibi itu sudah 15 tahun jadi asisten rumah tangga Rado, sejak bibi di tinggal pergi sang suami, sekarang mungkin bibi umurnya sudah 50 tahun tapi masih kuat. Bibi sangat betah, bagi bibi merekalah keluarga nya.


"Kamu jahat banget deh sama bibi." ucap Nahla tiba tiba.


"Nggak kok sayang, kami sering becanda, bukan seperti Tuan dan pembantu, tapi seperti cucu dan nenek, aku juga sudah bilang sama bibi, jangan memanggil tuan muda, tapi Bibi nggak mau.


"Iya Non, nggak enak klo manggil nama, apalagi manggil cucuku(gaya mak lampir hehe)...kan Bibi masih muda gitu lho, hehe, Bibi mau ngantar makanan tuan besar dulu, kalian makan aja yang banyak." Bibi kan emang tua hehe, nah lho... ditinggal bibi berdua.


"Sayang, jangan panggil Mas dong, cari panggilan yang lain ke, jangan pasaran" haha, tadi kan,Rado yang bilang, sini dekat Mas! ada ada aja si Rado, panggilan ada juga pasarannya ya.


"Emang mau dipanggil apa?utuh?"


Utuh adalah panggilan kebiasaan urang banjar. seperti halnya Mas. tapi utuh ini tergolong panggilan di kampung kampung.


"Hey....apa apa an itu? masa orang ganteng di panggil utuh? nggak lucu kaleee...yang serius dong"


"Trus apaan dong?" Nahla memandang wajah si Oppa tajam.


"Bagaimana kalau panggilan Beb atau Yank?" saran Rado untuk panggilan mereka.


"Pasaran ah." jawab Nahla santai.


" Jibplak deh." sahut Rado lagi sambil berdiri dann duduk di samping Nahla.


"Mau ngapain?" Nahla jadi siaga, kalau-kalau terulang lagi tuh curi curi ciuman.


"Sayang, mudahan papa cepat sehat ya, biar kita cepat nikah, dan punya banyak anak." merayu ni ya, ngegombal lagi dia. Trus Laras gimana?


"Aduuuh mas, nikah juga belum, masa udah ke sana" Nahla terlihat tersipu.


"Bolehkan aku berharap? aku ingin kamu satu satunya wanita yang ada di hatiku." Reflek Rado menyetuh tangan Nahla dan menggenggamnya erat. Nahla pun menarik tangannya. namun tangan Rado lebih kuat darinya. Akhirnya iapun menyerah.


"Pipip, bagaimana kalau panggilan sayangnya pipip?" Tiba-tiba Nahla punya ide.


"apaan tu? pipip?bterasa aneh?" sahut rado


"Pipip....bagus kok, kalau orang ada Papa, Pipi, Oppa, Mas dan banyak lagi, kalau kita Pipip biar nggak ada yang nyamain" Nahla mejabarkan.


"Kalau aku pipip. Berarti kamu Mimip Doong?" Rado tertawa mengejek.


"Jelek." Nahla berdiri ingin menjauh. Tapi sayang Nahla kalah cepat, Rado malah menarik tangan Nahla hingga dia tersungkur di pangkuan Rado. Tadi kan tangan Nahla di pegang Rado?


###

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2