Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Mencurigakan


__ADS_3

Terlihat Pa Kenan sudah sampai ke kontrakan laras, dia pun memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Dia pun berjalan masuk gang sempit yang hanya bisa di lalui kendaraan tersebut.


"Assalamualaikum, Laras, tok tok, Laras, kamu di dalam?" Pa Kenan mengetuk ngetuk pintu, namun tak mendengar jawaban. Tetangga yang melihat kejadian itu segera mendekat.


"Maaf Tuan, sepertinya anda belum tau? Laras dan adiknya sudah pindah sejak sebulan yang lalu." Kata orang itu memberitahu Pa Kenan.


"Pindah!? kira kira pindah kemana ya bu?" Pa Kenan terkejut.


"Kurang tau tuan, ada anak muda yang membantu kepindahannya." Sahut orang itu lagi.


Pa Kenan pun tambah terkejut, anak muda? siapa? batinnya.


"Apakah ibu ingat ciri ciri orang itu?" kenan tambah penasaran,kayaknya dia lagi cemburu.


"Masih muda tuan, kalau sama Laras 11 12 deh, cocok, bapa siapanya Laras?" Tanya ibu itu lagi


" Aku....keluarganya." Hanya itu yang bisa Pa Kenan sebutkan.


keluarga? suaminya kalee hehe.


Ibu itu mungkin lupa, Pa Kenan dulu juga pernah kesini, tapi jarang, karena biasanya dia hanya menunggu di depan, dalam mobil.


"Terimakasih bu, saya pamit, assalamualaikum." kenan pun pergi meninggalkan kontrakan laras.


Laraaaas, kamu dimana? mengapa tak mengabari aku? kalau sekarang kamu sudah pindah.


Pa Kenan mulai panik, dia pun menghubungi no Laras, namun tidak aktif.


"Sialan." Gerutunya,bdia pun menghempaskan tubuhnya di jok mobil, dan bersandar lelah.


("Laras, kamu dimana? aku mencarimu ke kontrakanmu") Kenan.


Pa Kenan mengirim chat pada laras, dia berharap nanti Laras bisa membaca saat aktif.


beberapa saat dia pun mulai menjalankan mobilnya dengan sangat pelan. Segala macam pikiran pun campur aduk di kepalanya.


"Laras, apa kamu sudah punya laki laki lain? laki-laki itu, siapa dia?" Gumam Pa Kenan kesal. Dia pun menambah kecepatan mobilnya, tanpa terasa, dia sudah sampai dihalaman rumahnya.


Ummi yang tampak khawatir duduk di kursi teras, rupanya sejak kepergian papa ummi sengaja menunggu papa sampai kembali.


"Papa, Papa kenapa?" Ummi terlihat cemas melihat muka papa yang kusut. Tanpa sepatah kata pun papa hanya lewat tanpa menoleh ke ummi, seakan akan di sana tidak ada orang.


ummi pun mengekor papa, masuk ke Rumah.


Bruk.


"Au." Ummi jatuh terduduk saat Pa Kenan tiba-tiba berbalik arah.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih? jalan nggak liat liat! " Tanpa minta maaf Pa Kenan terus saja berjalan menuju mobil, dan mengambil HP nya yang ketinggalan.


"Papa!" Tiba-tiba Rado datang dan berlari merangkul mama dan membantunya berdiri.


"Rado, sudah, nggak papa." Ummi pun berjalan dan duduk di sofa tamu.


sementara pa kenan masuk ke kamar dan menutup pintu.


"Sebenarnya ada apa sih mi?" Rado penasaran apa yang terjadi dengan papa. Apakah laras benar benar sudah meninggalkan papa?


"Ummi juga bingung Do, tadi papa tiba tiba pergi, dan datang sudah marah marah sama ummi." Ummi terlihat sedih.


"Keterlaluan?" Rado pun berdiri dan menuju kamar papanya.


"Rado, Nak ,jangan! sabar nak, tak baik melawan Papa, mungkin papa ada masalah." ummi coba membujuk Rado dan memegang lengan Rado.


"Krek,krek." Ternyata pintu papanya dikunci dari dalam. Beberapa kali Rado memutar namun tak terbuka


"Pa, buka!"


Tok tok tok.


Rado menggedor gedor pintu, namun tak ada jawaban.


"Rado, sudah Nak, hanya hal sepele tidak usah dipermasalahkan." Ummi terus membujuk Rado agar berhenti membuat keributan. Namun Rado tetap saja berteriak memanggil papanya. Rado tau ini bukan hal sepele.


Pasti gara gara Laras, makanya papa jadi kasar sama ummi gerutu Rado dalam hati


("Di TPA Aisa Mi , ada apa?")


("Cepet kesini Nak, cepet, Rado nak, cepet ya.")


("iya Mi")


Mendengar kepanikan ummi, Nahla pun langsung mendatangi rumah Rado, TPA Aisa dan rumah Rado cuma berjarak 10 menit.


"Ummi ada apa? assalamualaikum." Nahla panik hingga ucap salam pun terbalik balik.hehe.


"Itu." Ummi hanya menunjuk kearah pintu kamar yang biasa dipakai ummi dan papa. Terlihat Rado mencongkel congkel pintu, ingin membuka pakai alat.


"Pip! ngapain?" Nahla segera mendekat dan menarik tangan Rado. Lagian Nahla belum tau apa sebab jadi Rado bersikap begitu.


"Minggir." Rado menepis tangan Nahla , hingga Nahla yang mungil itu hampir tersungkur.


"Rado, sadar! ada apa ini?" saat Nahla masih berusaha merayu Rado, tiba tiba pintu terbuka.


Buk.

__ADS_1


Tiba tiba Rado memukul papanya, hingga papanya pun oleng, dan bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Rado, au, sakit." Nahla segera menengahi antara rado dan papa, namun malah alis Nahla kena pukulan Rado.


"Rado hentikan!" Papa yang tadi diam akhirnya membentak Rado.


Nahla pun memeluk Rado erat, walau tangan mungilnya itu terasa kesemutan dan ngilu, namun dia tak akan melepaskan pelukannya.


"Kamu apa apa an sih? emang ada apa? papa menantang Rado.


" Sudah Pa! ayo masuk lagi! Nahla bawa Rado ke atas!"


Ummi pun segera mendorong papa ke kamar, dan Nahla pun mendorong dorong tubuh Rado agar mau berjalan ke arah tangga.


Namun apa daya, sedikitpun Rado tidak bergerak.


"Pipip, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu." Nahla berbisik mesra ditelinga Rado, hingga akhirnya kaki Rado melangkah menuruti dorongan tubuh Nahla. Kayaknya jampi jampi Nahla manjur, hehe. Mereka duduk di sofa.


"Ini, minumlah!" Nahla pun menyodorkan air putih kepada Rado, dan Rado meminumnya, hening. Tiba tiba Rado menarik tangan Nahla menaiki tangga, Nahla pun kaget,tapi baiklah, Nahla mengikuti, nggak mungkin juga Rado macam macam.


"Assalamualaikum." Suara bibi yang baru datang dari pasar memecah kesunyian ruang tamu, tak ada sahutan, mungkin mereka lagi sibuk dengan persoalan masing masing.


"Pada kemana ni orang? perasaan di depan ada motor non Nahla?" Bibi bicara sendiri. Dia pun ke dapur dan meletakkan belanjaannya.


Sementara di atas...


"Nahla, besok kita menikah!" Tampak Rado duduk di sisi ranjang dan Nahla di kursi dekat dinding, pintu pun dibiarkan terbuka.


"Ho? apa?" Nahla kaget, tiba-tiba saja Rado ngajak nikah, setelah tadi dia ngamuk ngamuk nggak karuan.


"Be-sok...ki-ta.. ni-kah..titik." Rado sengaja melambatkan ucapannya, agar Nahla mengerti.


"Aneh, mulai lagi deh, tadi, ngapain kamu ngamuk? trus pakai tonjuk tonjok Papa, dosa tau!" Nahla meninggikan suaranya mengekpresikan kekesalannya.


"Aku tidak bisa cerita, kecuali kamu sudah menjadi istriku." Rado terlihat sedikit loyo.


" Emang seserius itu? masa ada masalah diceritakan setelah adanya pernikahan? emang sangat serius ya?" Nahla mencoba mencari tahu dengan memandang calonnya itu lekat lekat.


"Kamu tidak akan mengerti." Rado pun berdiri dan memindai sesuatu di sekeliling kamarnya.


Apa yang dia cari? batin Nahla menyelidik, hingga dia pun ikut mengikuti arah mata Rado.


Tiba tiba Rado berjalan dan membuka laci untuk mengambil sesuatu. Selembar buku, seperti buku kecil. Dia pun menghampiri Nahla, dan bersimpuh.


"Sayang, besok, bisakah kau menikah denganku?" Nahla terdiam, gugup, bingung.


ketika dia memperhatikan buku yang dipegang Rado, Tiba-tiba dia menyambar buku itu.

__ADS_1


"Ini kan milik ku, kenapa kau melamar ku pakai milik ku sendiri? nggak bermodal." Ucap Nahla sambil tersenyum senyum.itu kan BPKB mobil vios, ckckck


BERSAMBUNG...


__ADS_2