Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Frustasi


__ADS_3

"Hello dok...selamat siang." Ummi Ririn menyapa dokter Haikal ramah.


Dokter ganteng yang bikin hati siapa saja meleleh.


"Siang bu Ririn, Nahla, bagaimana? apa ada perkembangan?" dr.Haikal menatap Nahla begitu dalam.


"Sepertinya sudah ada dok, beberapa kali berjalan sedikit menumpu di kaki kanan,ngilu nya mulai kurang."


"Baiklah, mari kita lakukan terapi lagi hari ini ya,sekalian kita Scan kepala juga." Dokter Haikal pun menyuruh Nahla berbaring.


setelah sekian banyak rentetan pemeriksaan, akhirnya selesai juga.


"Ini hasil pemeriksaan Nahla hari ini ya?"


Sedang Nahla sekarang sedang kekantin membeli minum, karena menunggu hasil yang lama.


"Bacakan aja dok." Sahut ummi Ririn.


"Masalah di kaki, kalau Nahla sering latihan,dia akan menguatkan kembali, tapi jangan dipaksakan, kalau terasa ngilu, berhenti. Mungkin dalam 4 bulan kamu akan sehat kembali." Dokter Haikal menjelaskan.


"Bagaimana dengan syarafnya dok, apakah ada kemungkinan sembuh dari amnesianya?" Tanya ummi Ririn.


"Amnesia? tidak ada gejala ke sana Bu, walau awal awal dulu pernah di prediksi, tapi itu tidak terjadi, ibu jangan khawatir." Dokter Haikal menjelaskan.


"A..apa maksud dokter?" Ummi Ririn tampak gugup, apakah dia salah dengar?


"Ibu tadi tanya masalah Amnesia, Nahla sehat ko, nggak ada gejala amnesia." Tekan dokter lagi meyakinkan.


Ummi Ririn terdiam, apa yang di rancanakan anaknya itu. Sampai dia pura pura amnesia dan membenci Rado.


Setelah menebus obat mereka pun pulang.


"Mi, mobil siapa itu?"


"Nggak tau, tapi lihat itu seperti Rado?"


"Assalamualaikum Mi." Rado pun menyapa ummi yang baru turun dari taksi online.


"Ngapain kesini lagi?" Nahla tetap judes, sekarang sudah tau kenapa Nahla begitu benci dengan Rado, padahal itu hanya kesalah pahaman saja. Maka jangan biarkan kesalah pahaman bertahta di hatimu🤣


"Nahla, apakah kau sangat membenciku?" Tidak bisakah kau mencoba menerima aku?bisakah kita mulai dari awal, lihatlah! aku juga sudah mengganti mobil mu yang rusak dengan yang baru, bukankah jtu yang kau inginkan kemaren?"

__ADS_1


Rado membujuk Nahla penuh harap.


"Kau serius mengganti mobil itu? aku hanya bercanda, aku tidak butuh mobil." Nahla masuk ke rumah dan ke kamarnya,mengunci dari dalam.


"Nahla...tunggu,tok tok tok"Rado menerobos masuk dan mengetuk ngetuk pintu Nahla. Umminya pun jadi tidak enak.


"Rado, baiknya kau pulang dulu, nanti ummi coba membujuknya." Rado pun menuruti kemauan Ummi.


"Baiklah ummi, kalau Rado ada salah tolong sampaikan permintaan maaf Rado." Rado pun pamit hatinya sangat sakit, wanita yang akan dinikahinya benar benar sudah berubah.


Rado benar be ar lepas kendali, dia melajukan mobil sportnya begitu kencang, sudah beberapa buah mobil dia balap, seakan-akan itu hanya jalannya sendiri. 3 jam berlalu dia masih melajukan mobilnya tanpa berhenti.


Ciiiit.


Bruk.


Mobil sport itu melayang ke udara dan mendarat sempurna di bebatuan sungai pegunungan, tiba tiba mobilnya mengeluarkan asap dan memercikan api.


Tap tap tap


Rado pun dibawa ke Rumah Sakit Hasan Basri, tangannya terlihat melepuh dan gosong.


"Apakah anda keluarga tuan ini?" seorang suster keluar dari ruangan operasi.


"Tuan...anda sudah sadar?" Tampak Rado mengerjipkan matanya dan mengangguk. Dia ingat apa yang terjadi padanya.


"Au..panas." Rado meringis ketika menyadari tangannya melepuh parah.


"Maaf bu, apa ibu menemukan ponselku, aku harus menghubungi ibu." Rado bertanya pada wanita paruh baya itu.


"Ini tuan." Wanita itu mengeluarkan Hp Rado dari tasnya.


"Maaf tuan, saat kecelakaan itu, Mobil mewah tuan terbakar, kami tidak sempat memadamkannya, dan kami hanya sempat menyelamatkan tuan, Hp tuan ini karena didalam sako, jadi kami pun mengambilnya, mungkin setelah tuan sadar tuan akan memerlukannya"


Wanita itu menceritakan adegan yang semalam disaksikan oleh matanya sendiri, saat dia dan beberapa temannya mandi di sungai.


"Terimakasih banyak Bu." Rado pun membuka HPnya namun low batt, karena semalaman tidak di ces.


"Kamu semalaman tak sadarkan diri,kepalamu juga berdarah, kami yang melihat pun sangat histeris, untuk mencari pertolongan tidak mungkin karena jauh dari rumah warga, kami pun beranikan diri memecahkan kaca mobilmu dengan batu sungai, dan menyiram nyiram kap mobilmu dengan air, namun kami hanya wanita kami pun kelelahan, saat kami sudah berhasil menarik mu keluar. Kami pun langsung menjauh dari mobil, mobilmu pun meledak."


🌹🌹🌹

__ADS_1


Ummi mondar mandir sejak semalam Rado tak datang dan tak memberi kabar. Telponnya juga mati.


"Mi, apa ada kabar dari Rado?" Papa tiba-tiba keluar dari kamarnya,dari semalam papa juga sudah menelpon orang orang kantor namun Rado tidak masuk kantor.


"Oh ya,ummi lupa, coba ummi tanya Nahla atau ummi nya dulu, mungkin saja ada di sana semalam."


Tersambung


-("Hello, Rin, aku mau nanya")


("Ada apa Na?")


("Apa kemaren Rado ada ke sana?


("Iya kemaren dia kesini, dia juga membawakan mobil baru buat Nahla, terimakasih banyak Na!")


("Mobil....? oh iya Rin sejak semalam Rado tidak ada pulang kerumah. Apakah kau tau kira kira Rado pulang dari sana mau kemana?")


("Tidak Na! dia hanya pamit pulang, seperti biasa, karna Nahla tidak menerimanya.")


("Baiklah, terimakasih.")


Klik.


"Nahla, sejak kemaren Rado tidak pulang ke rumah, sekarang keluarga nya sudah mencari kabar keberadaan Rado, namun belum di temukan " Ummi terlihat serius dan Nahla pun sedikit tegang.


"Emang Rado kira kira kemana Mi? dia kan anak ummi nya banget, nggak pernah dia pergi tanpa pamit." Ucap Nahla


"Maka dari itu Nahla. Aku takut apa jangan-jangan terjadi sesuatu. Saat dia pulang dari sini tadi dia terlihat sangat murung sudah 4 bulan ini dia terus mendatangimu, kenapa kau mesti pura-pura lupa?" Ummi langsung menembak Nahla, sekarang Ummi Ririn tidak bisa lagi di bohongi.


"Um..ummi sudah tau?" Nahla pun gugup.


"Ya,,kemaren dokter bilang pada ummi, bahwa Nahla tidak ada gejala menuju amnesia, apa alasanmu Nahla? sehingga kau tiba-tiba saja membenci Rado?" Ummi tampak penasaran


"Ummi....hik hik hik...aku benci Rado Mi...dia selingkuh hik hik." Nahla pun menumpahkan sakit hatinya yang selama ini dia simpan rapat rapat.


"Apa maksudmu Nak? tidak mungkin Rado sejahat itu." ucap ummi.


"Tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Mi, aku melihatnya wanita itu bersandar mesra, kecelakaan itu, saat itu aku melihatnya." Nahla masih saja meraung menangis. Dadanya sesak, sudah tidak ada lagi yang di sembunyikan dari ummi nya.


"Baiklah! tapi kan itu bisa dibicarakan baik-baik, mengapa langsung memutus begitu saja, malah pura-pura lupa juga." Nasehat ummi pada Nahla.

__ADS_1


"Aku akan tanyai Zidan, mungkin saja dia tau tentang wanita itu." Ucap Nahla lagi.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2