
"Ini makanannya sudah Ummi siapkan, pulang jangan terlalu larut malam ya?" pesan ummi pada anak tersayang.
"Iya Mi, assalamualaikum." Rado pun berangkat menggunakan motornya, karena dia takut kalau pakai mobil Laras bekal mencurigai, karena semua mobil pernah dipakai pa Kenan kencan kayaknya😀
Tanpa berprasangka apa pun Rado melangkah keluar dan meluncurkan motornya menuju kediaman Laras. Memang terasa tidak fire masakan istri tua untuk istri muda😂Tapi Rado merasa hanya masakan ummi nya yang layak di makan oleh bumil. Karena Rasanya sangat nikmat, ummi paling pinter masak sop dengan rempah rempah alami. Rado pun sudah sampai di halaman Laras dan memarkirkan motornya
"Hai kak Tio." Seperti biasa Davian berjingkrak girang dan berhambur mendekati Tio setiap kali Tio datang dan membawakan makanan. Entahlah sekarang perasaan Rado apakah dendam itu masih membara atau sudah berubah sayang.
Tring tring
("Hello ,ada kabar?")
("Ya pa, Rado menemui Laras. Sekarang saya ada di kediamannya, akan saya kirim alamat.
Sementara Laras makan sop buatan madu tuanya, terlihat dia begitu rakus sampai nambah banyak, begitu juga dengan Davian.Terdengar Azan isya, Rado pun pamit meninggalkan kediaman Laras.Tak berapa lama kepergian Rado.
Tok tok tok
"Lo mas ko balik?" Laras membuka pintu tapi....Dia terbelalak, ternyata Kenan sudah berdiri didepan pintu.
"Laras..." Belum sempat Kenan masuk Laras mendorong pintu sekuat tenaga, mendengar keributan Davian pun datang dari dapur bekas membersihkan sisa makanan.
"Ada apa kak?"
" Dorong!" Teriak Laras. Davian pun membantu, namun apa daya tenaga Bumil hanya tersisa sedikit, malah membuat perutnya nyeri, akhirnya dia terduduk.
"Laras, maafkan aku, aku harus bicara Laras." melihat Laras terduduk la Kenan jadi panik.
"Telpon Dek, Kaka sakit perut." Mendengar perintah itu Davian langsung nelpon Rado. Namun Rado tidak mengangkat, mungkin dia lagi diperjalanan.
Cairan pun keluar dari perut Laras. Laras berteriak kesakitan.
"Tiddak di angkat Kak!"
"Ayo kita ke Rumah Sakit!" Tanpa pikir panjang Kenan pun langsung membawa dan menggendongnya naik ke mobilnya.
sepanjang jalan Davian terus menghubungi Rado.
Ada apa ini? kenapa Laras menelpon terus menerus?
Rado yang baru sampai ke rumah pun mengambil HPnya dan melihat panggilan berpuluh puluh kali dari Laras.
("Hello Laras?")
("Kak, Kak Laras di Rumah sakit, dia tadi sakit perut.
("Apa? baiklah, kirim alamatnya, kaka akan ke sana.
__ADS_1
Klik
"Rado, mau kemana lagi?" Tiba-tiba ummi muncul dari kamarnya, melihat Rado panik ummi pun khawatir.
"Keperluan mendadak Mi,a assalamualaikum "
Aneh, akhir akhir ini orang Rumah sering pergi mendadak, Rumah ko sepi banget ya, mudahaaan Rado dan Nahla cepat baikan dan menikah, biar punya cucu banyak.
ucapnya dalam hati.
🌹🌹🌹
"Davian, dimana Kakak? Rado tiba di ruang UGD dan Davian sudah menunggunya di muka ruangan itu.
"Di dalam kak, ayo!" Mereka pun masuk, betapa terbelalak nya Rado saat melihat sudah ada Papanya disitu.
"Kau?!" Pa Kenan pun terkejut bukan main.
"Papa aku mau bicara." Rado menarik tangan Papanya keluar, tanpa menghiraukan Laras yang meringis terlihat kesakitan. Rado memelankan suara ditelinga Kenan agar tak terdengar suara Rado memanggil Papa.
"Papa silahkan pulang, Aku akan mengurus Laras!" Muka Rado sudah terlihat sangar.
"Sejak kapan kamu tau semua ini?" Pa Kenan pun bertanya serius.
"Nanti aku akan jelaskan, sekarang Papa pulang dulu." Rado masuk kedalam tanpa menghiraukan papanya yang sangat penasaran.
"Aku yang berhak menemani Laras, karena dia adalah istri dan akan melahirkan anakku"
BUK BUK
Tinjuan mendarat di pipi kiri dan kanan Pa Kenan.
"Anak kurang ajar." Kenan pun ingin menghantam Rado.
"Silahkan...ayo pukul! aku akan segera menelpon Ummi dan menceritakan semua ini." Ancam Rado. Pa Kenan terlihat gugup dan akhirnya duduk di kursi tunggu. Rado pun masuk.
"Mas...aku sudah tak kuat, sakit sekali mas." Laras meringis menahan nyeri karena kontraksi
"Apa kau kenal laki laki tadi?" Laras bertanya tentang Kenan.
"Sudahlah nanti kita bicarakan, sekarang fokus pada bayi yang akan kau lahirkan."
"Suster gjmana ini? apa dia akan melahirkan?" Rado yang belum pernah melihat orang melahirkan jadi sedikit gugup dan panik.
"Masih pembukaan 8 Mas, apa kau suaminya?" Tanya suster itu pada Rado
"Aku keluarganya." Hanya itu yang dijawab Rado.
__ADS_1
Perawat pun membawa Laras kedalam.
"Anak anak tolong tunggu diluar" perawat itu menyuruh Davian keluar.
"Mau di bawa kemana sus?" Rado pun mengikuti suster yang membawa Laras masuk kedalam.
"Keruang bersalin mas, ayo!" Mereka pun menuju ruang bersalin.sementara Davian menunggu diluar, kayaknya dia bekal ketemu Pa Kenan diluar sana.
Jam sudah menunjukan jam 11 malam, namun belum ada tanda tanda Rado keluar,pa Kenan terlihat mondar mandir di depan UGD, Davian yang duduk di kursi dan kadang kadang memejamkan mata karena mengantuk, sesekali dia berdiri dan duduk lagi.
"Davian, kau tidur saja biar om temani." Kenan pun akhirnya bersuara.
Sementara ummi terbangun, kebiasaan ummi kalau menunggu suami pasti tertidur di sofa tamu
Apakah Rado sudah datang?
Dia pun menaiki tangga dan memeriksa kamar anaknya itu. Lalu turun dan memeriksa kamar nya, ingin memastikan apakah Pa Kenan juga belum datang.
Tring tring
"Assalamualaikum , Mi, aku dan Rado belum bisa pulang, ada pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan." Akhirnya Pa Kenan menelpon ummi.
"Baiklah." Hanya itu jawaban ummi.
Sementara di ruangan bersalin. Laras dengan sekuat tenaga mengejan agar bayinya bisa keluar.
"Sedikit lagi mbak ayo mbak dorong." Suster uang menangani Laras sangat sabar dan menolong agar Laras bisa kapan harus mengejan dan berhenti. Sementara Rado sudah tidak karuan, mukanya kusam dan dipenuhi puh yang bercucuran, kadang kadang dapat cakaran dari Laras, sampai kemeja yg dia gunakan sobek bekas cakaran Laras.
Ya Allah...begini amat ya klo lagi ngelahirin.
Ucap Rado dalam hati. Dia pun membayangkan bagaimana Ummi Nya dulu melahirkan dia. Sampai jatuhlah air matanya menetes di rambut Laras.
"Uwek...Uwek...Uwek..."
"Alhamdulillah." Akhirnya bayi mungil itu keluar juga, seorang bayi perempuan, rambut tebal bibir merah merona, Rado sampai sampai tak menyadari bibirnya mengucapkan subhanallah dengan kecantikan a?dik tirinya itu.
"Adikku." gumamnya.
Rado pun keluar dan meminta ayahnya untuk mengazani nya.
"Setelah selesai mengazani, papa silahkan pulang!" Perintah Rado pada papanya, dia menjauh dan tidak sedikit pun memandang muka papanya. Papanya pun masuk dan mengazani bayi mungil itu.Rasanya ingin berlama-lama menatap bayi itu, namun dia takur Rado kembali murka, dia sadar kesalahan yang telah diperbuat selama ini.
" Laras, maafkan aku."Pa Kenan mengecup dahi istrinya itu, sudah 6 bulan lamanya dia tidak pernah lagi melihat wanita itu.
"Mas, tolong jangan temui kami lagi, aku ingin memulai hidup baru." Laras belum tau kalau Rado adalah anak Pa Kenan.
"Laras, nanti kita bicarakan lagi, sekarang aku pulang dulu, ada laki laki itu yang akan menjagamu." Kenan pun pamit pulang. Hatinya bingung antara senang dan sedih. Dia tau apa yang akan terjadi setelah ini, Rado, Nana, begitu ngeri membayangkan semua itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...