Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Nahla Sakit


__ADS_3

Rado dan Pa Kenan sampai di kantor, pagi tadi mereka memutuskan untuk berangkat bersama sama.


"Kau keruanganku, aku ingin bicara!" Pa Kenan menyuruh anaknya untuk mengikutinya. Rado hanya mangangguk dan mengekor dibelakang ayahnya.


Cklek


"Duduklah!" Pa Kenan mengambil air mineral botol yang ada pojokan.


"Apa yang ingin Ayah bicarakan?" Rado memandang Papanya tajam.


"Aku ingin mengetahui soal Laras." Pa Kenan duduk di sebelah Rado.


"Maaf pa, aku tidak ingin membicarakannya." Rado berdiri dan melangkah keluar ruangan.


"Dia anakku, Darah dagingku Rado! kamu akan tau setelah kamu mempunyai anak." Ucap Pa Kenan setengah berteriak.


"Apa yang ingin papa ketahui?" Rado berbalik ketika sampai di depan pintu


"Aku ingin menjenguk Bayi itu, siapa namanya?"


"Qia, Nahla yang memberi nama, dia baik baik saja pa, sudahlah, aku mau keruanganku."


"Aku ingin bertemu dengan Qia! kemaren aku baru ke rumah Laras, namun Laras atau pun Qia tidak ada di sana! kata tetangga, sudah sebulan lebih Laras dan penghuni rumah itu pindah, kemana kau membawanya?" tanya Pa Kenan lagi.


"Kalau masalah Qia, kami memang sudah membawanya sejak dia baru lahir, karena Laras menelantarkannya, tapi kalau Laras kami tidak tau, kami sudah 3 bulan ini tak pernah bertemu dengannya, sudah puas? permisi." Rado keluar dan menutup pintu sedikit kasar.


"Apa? di telantarkan?" Pa Kenan terlihat syok sendiri, dia pun memukul meja yang ada di depannya.


Kemana wanita itu kabur?


dia pasti benar benar telah mendapatkan laki laki lain. Aku tidak perduli


itu kesalahanku dimasa lalu


tapi aku ingin merawat anakku, dia darah dagingku


Bathin Kenan.


Cklek


"Rado, aku ingin tau dimana sekarang Qia, apa dia kau letakkan di panti asuhan,? panti asuhan mana?" Pa Kenan mendekati Rado dan mencengkram tangan Rado.


"Papa, apakah aku sejahat itu? aku juga kakaknya, walau sebenarnya aku sangat benci mengatakan itu, tapi Nahla yang telah meluluhkan hatiku, bayi itu tidak berdosa, aku dan Nahla yang telah merawat anak itu, kami merawat bayi saat kami baru saja menikah, apa papa tau? tiap malam kami begadang untuk merawat bayi itu, bahkan kami saja tidak sempat untuk membikin bayi kami sendiri!"πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


Rado kesal sakali dengan Papanya, dia hempaskan tangan papanya dan duduk di kursi dengar kasar.


"Baik, papa benar benar minta maaf, tapi tolong pertemukan papa dengan Qia, papa mohon, sekarang bukankah kau tau papa sakit sakitan, atau bagaimana kalau Qia kalian adopsi saja, dan kita bawa dia ke rumah kita."


Bruk


Rado memukul meja dengan sangat kasar


"Jadi maksudmu? kau ingin memperlihatkan anak mu pada ummi? kau ingin mengatakan kalau kau masih subur di usia tuamu, brengsek!"


Rado mendorong tubuh ayahnya dan keluar dari ruangannya. Sementara karyawan yang mendengar keributan di dalam ruangan Rado pun tampak bisik bisik penasaran.


Rado melangkah keluar dengan mengambil langkah panjang panjang, terlihat juga Pa Kenan mengiringi dibelakang dengan langkah yang sama. Rado dan Pa Kenan sampai di parkiran.


"Rado! tunggu ! kau mau kemana?" Pa Kenan terus membuntuti Rado.Tapi Rado sudah sampai mobil dan tancap Gas tanpa memperdulikan Pa Kenan.


Tilolet tilolet


Pipip


ucap Nahla melihat panggilan masuk


{Hello Pip ada apa?}


{Kamu di mana? aku akan menyusul}


{Kami masih di taksi, emang ada apa? kamu kan ke kantor}

__ADS_1


{Pokoknya aku mau tau sekarang kamu di mana?}


suara Rado terdengar jengkel mendengar jawaban Nahla


{Iya, kami mau ke supermarket Giant KM 7}


klik


"Lho di mati-in."


"Siapa Nak?"


"Rado Mi."


"Kenapa dengan dia?"


"Katanya mau nyusul kita."


"Emang dia nggak kerja?"


"Nggak tau Mi, kayaknya terdengar kesel githu."


Mereka pun sampai di tempat tujuan, setelah membayar Taksi ummi dan Nahla duduk di halaman supermarket tersebut sambil menunggu Rado.


"Mi, kepala Nahla rasanya berputar, Rasa kaya melayang Mi."


"Sebentar Ummi telpon Rado dulu." Beberapa saat ummi nelpon Rado namun tidak di angkat.


"Mi, tolong Mi, mata Nahla berkunang kunang."


Bruk


"Ya Allah." Ummi kaget dan langsung menyambar tubuh Nahla yang ambruk tiba tiba. Nahla pun dibawa keruangan paman satpam yang ada didekat supermarket tersebut.


Tilolet Tilolet


{Hello ummi, kalian di mana? maaf Rado baru sampai}


{Lho kenapa di sana?}


{Sudahlah kamu kesini dulu}


{Iya Mi}


Tuut.


"Pa, maaf, ruangan satpam dimana ya?"


"Oh kamu suaminya wanita muda yang pingsan tadi ya, di sana mas belok kanan saja langsung."


Deg....


Pingsan?


Rado gelagapan mendengar, pingsan, dia pun berlari menuju ruangan tersebut.


"Ummi..Nahla kenapa Mi?" Rado segera merangkul tubuh istrinya yang lemes kaya kue sunduk lawang, gemulaiπŸ˜ƒ



"Nggak tau nak, dia langsung pingsan sebelumnya mengeluh pusing."


"Ayo kita ke Rumah sakit Mi."


Rado pun menelpon Zidan untuk mengambil mobil Nahla.


Rado menggendong Nahla dengan cepat sambil berlari. Wajahnya terlihat sangat khawatir.


sepanjang jalan Rado merasa was was dengan kondisi istrinya. Setelah 40 menit mereka pun sampai di tempat tujuan.


Tap tap tap

__ADS_1


Perawat membawa tubuh Nahla menuju UGD dan memasangkan infus. Namun Nahla belum juga sadar.


Rado,menwlpon Ummi Ririn.


{Hello Mi, maaf, Nahla sekarang di rumah sakit, dia pingsan}


{Apa Do? baiklah aku akan segera ke sana.}


klik


"Ada apa Mi?" tanya Davian


"Kakak Nahla sakit, sekarang di rumah sakit"


"Ikut Mi!" pinta Davian lagi.


"Tapi jangan nakal ya, jangan berisik." Mereka pun pergi menggunakan Taksi. Sementara Qia tinggal sama bibi.


Sesampainya di rumah sakit Ummi Ririn langsung menuju ruangan Nahla dirawat.


"Assalamualaikum, Nahla, Nak!" Ummi menciumi pipi Nahla berkali kali.


Sementara Davian menangis sambil menggoyang goyang tangan Nahla.


"Kakak...bangun kakak.....hik hik hik." Rado pun menggandeng tangan Davian dan membawanya menjauh.


"Nggak papa dek, mungkin kaka cuma kelelahan saja."Rado membawa Davian keluar ruangan


"Rado, apa yang terjadi, Davian?" Pa Kenan tiba tiba datang dia terkejut melihat adik Laras ada di sana namun dia segera masuk kedalam. Entah siapa yang mengabarinya.


Dia pun masuk dan bertemu dengan ummi Ririn dan istrinya.


"Apa yang terjadi Mi?"


"Belum tau pa, ini masih menunggu dokter."


Tap tap tap


Dokter masuk dan memeriksa Nahla.


"Apa yang terjadi Dok." Tanya Rado khawatir.


"Maaf, kami belum bisa mengambil kesimpulan, kami harus meronsen atau USG dulu baru bisa memastikan penyakitnya." ucap Dokter itu.


"Baiklah Dok, tolong lakukan yang terbaik." ucap ummi Nana lagi.


Nahla pun dibawa keruangan khusus hanya Rado yang di izinkan untuk masuk.


Setelah berjam jam pemeriksaan pun sudah selesai. Terlihat Nahla juga sudah bangun dari pingsannya.


"Pip..."


"Sayang, apanya yang sakit?"


"Cuma pusing yank."


"Hasil tes sudah keluar, mari bapak temui dokternya!"


Rado melangkah menuju ruangan dokter.


"Apa yang terjadi dengan istriku dok?"


"Maaf, sebenarnya istri anda hanya mengalami kelelahan, tapi ada sedikit infeksi di bagian organ tubuhnya. Maaf sebelumnya, ini juga bisa menghambat sel telor berkembang." ucap dokter


"Apa maksud dokter? apa istriku tidak bisa hamil?"


"Bukan begitu, tapi sedikit sulit, tapi itu hanya perkiraan, karena ada pertumbuhan abnormal di luar rahim istri anda."


"Hufs, tapi kemungkinan hamil masih ada kan dok?" Tanya Rado lagi khawatir.


"iInsyaa Allah, kalau Allah mengizinkan." Dokter pun memberi resep obat yang harus diminum saat pulang, karena Nahla sudah boleh pulang hari ini juga.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2