
Sudah setengah bulan pa Kenan sakit, hanya berbaring ditempat tidur, Rado pun senang, mungkin ini karma sang ayah, gara-gara mengkhianati kesetiaan ummi.
Tilolet tilolet
HP Pa Kenan berdering.
Pa Komar, tertulis di sana nama Pa Komar sedang menelpon, Pa Kenan pun memandang pintu yang tertutup rapat, dan mengangkat telpon.
("Hello, Laras, aku kan sudah bilang jangan nelpon duluan!")
("Tapi Mas nggak ada hubungi aku selama ini?")
("Aku sakit Laras, aku nggak bisa kemana mana.")
("Tapi aku tetap butuh makan, Mas juga lupa nggak ada kasih uang bulanan?")
("Sekarang yang pegang uang bulanan anaku, jadi aku udah nggak punya uang atau pun SMS banking Ras")
("Mas, aku juga sakit, sudah hampir sebulan ini aku pusing dan juga mual, aku takut kalau hamil Mas, sementara Mas tidak bisa terus menjagaku")
Tanpa mereka sadari, ada telinga yang menempel di balik pintu, tangannya mengepal erat, mukanya merah sampai suara nafasnya pun terdengar.
"Rado, ngapain?" Tiba-tiba ummi datang mengagetkan Rado. Rado pun segera melangkah menjauh dari pintu, supaya tidak ketahuan Pa Kenan kalau tadi dia nguping.
"Nggak Mi, tadi mau ke kamar Papa, mau ngecek ada suara apa nggak, ternyata nggak ada suara, berarti Papa sedang tidur."
Begitu sulit mencari alasan untuk membohongi ummi, semua demi ummi, mudahan Allah mengampuni, hanya itu doa Rado setiap sholatnya.
"Mau makan siang? kalau tahu tadi kamu pulang, biar mama undang aja si Nahla biar makan siang bareng."
Ummi paham banget deh kalau Rado lagi kangen ama Nahla.karna sekarang Rado sangat sibuk di kantor karena Papanya sedang sakit.
"Undang aja mi! lagian rumahnya juga nggak terlalu jauh, 30 menit juga sampai kan?" Ah, masa Rado segitunya, mau nahan laper demi ketemu pujaan hati.
"Lebay deh anak Ummi ini. Masa mau nahan laper?"ejek ummi sambil mengelus elus lengan anaknya.
"Benar kok Mi, Rado tungguin nih, jadi nggak?" Rado candu deh.
"Serius nih?" Ummi balik nanya.
"Ya serius lah Mi" Rado pun duduk di sofa.
"Kenapa nggak hubungi sendiri? suruh sini ajak makan siang!" Ummi malah mengulur ulur waktu, nambahin laper aja deh.
Tap tap tap.
Lho kemana Rado, apa dia ngambek. hehe
eh ternyata ngambil HP ummi nya guys.
("Hello,ummi ada apa?") Nahla
__ADS_1
("Eh, Nak, anu, kamu lagi ngapain?") ummi Nana
Gara-gara Rado nih, ummi jadi gugup, nelpon nggak bilang bilang, asal pencet aja.
("Ummi ada apa, kok gugup, Nahla lagi santai Mi, ada yang perlu Nahla bantu?") Nahla
Ummi pun terlihat mengambil tangan Rado dan menyerahkan HP.hehe.
("Hello,Mi...Ummi...") Nahla.
("i...i...iya, Nahla eh, sayang") Rado.
Tu kan si Rado juga salah tingkah.
("ada apa? mana Immi?") Nahla.
("Kamu kesini sekarang! penting!") Rado.
klik.
Ada apa dengan ummi,sepertinya ada sesuatu?,kenapa ummi gugup begitu?jangan jangan terjadi sesuatu sama papa.
Gumam Nahla.
"Ummi, Nahla ke rumah Ummi Nana dulu sebentar, Ummi yang ngantar Aisa ngaji ya? biar pulang nanti Nahla yang jemput." Nahla pun berlalu mengambil kunci motor dan mengambil jaket juga helm, setelah saliman tentunya.
"Kenapa buru buru? tau kamu mau kesana, Ummi masakin dulu Sop jamur kesukaan Pa Kenan! " Ummi Ririn bingung melihat tingkah laku anaknya yang mendadak pergi.
"Nggak sempet Mi, nanti Nahla kabarin lagi." Nahla pun berangkat setelah mengucap salam dia langsung tancap gas.
"Assalamualaikum,Mi?" Sepi...batin Nahla
"Bibi...?" Tak ada sahutan, jangan-jangan kenapa-kenapa nih! perasaan Nahla nggak enak deh.
"Waalaikumussalam, eh calon Pipip dateng, ayo sayang masuk!" Tiba-tiba Rado nyembul dari dapur.
"Aneh." Celetuk Nahla menanggapi panggilan pipip.
"Lho, kok aneh? itu kan panggilan kesayangan kamu sekarang?" Jawab Rado lagi.
"Ummi dan bibi mana? ko sepi." Nahla pun duduk di sofa sambil melepas jaketnya.
"Et et, jangan lepas baju di sini sayang! malu" Rado sengaja menggoda Nahla yang melepas jaketnya.
"Yeeee, tambah aneh deh, jangan jangan aku punya calon suami kelainan?" Ucap Nahla ketus
"Nah, lho, udah ngakuin kan, kalau aku ini calon suamimu! hehe, ayo ke dapur! aku laper nih?" a Ajak Rado sambil menarik pergelangan Nahla.
"Ngapain ke dapur? tadi Nelpon nyuruh kesini, pakai HP Ummi mau ngapain?" Nahla penasaran ni kayaknya.
"Ya ngajak kamu makan siang lah, habis ini kita ke kantor, aku mau ngenalin calon istriku yang cantik, agar cewe-cewe yang ada di sana tu, jangan pada ngerayu aku terus, aku cape aku tuuu." Rado ke ge-eran deh, lagian mana ada karyawan yang merayu bos yang super dingin. Rado kalau di kantor so cool gitu, jaga image, hehe.
__ADS_1
"Pede amat sih, pip." sahut Nahla lagi sambil cemberut.
Eet tapi benar juga sih, Rado kan ganteng selangit, pasti banyak cewe yang meleleh, hatinya pun ikut berbicara.
"Ah kelamaan, aku sudah setengah jam nahan lapar gara gara kamu, ayo! " Rado menarik tangan Nahla sekuatnya.Akhirnya Nahla pun terpaksa ikut.
"Emang Bibi sama Ummi mana?" Nahla mencari cari orang rumah yang terlihat sepi.
"Istirahat siang." Sahut Rado singkat.
Rado pun duduk di kursinya, tapi et kok diam aja.
"Buukain!" Rado menyuruh Nahla buka tudung saji, lebay banget sih.
"Iya, jadi bener,kamu nyuruh aku kesini hanya untuk buka tudung saji dan nemenin kamu makan?" Nahla berkata begitu tu sedikit kesel dengan ulah Rado.
"Nggak juga sih, yang jelas aku pengen ketemu kamu, sekarang papa sakit, aku banyak kesibukan di kantor, jadi aku kekurangan waktu untuk deketin kamu." dengan wajah sendu dan sedikit senyum Rado menatap ke arah Nahla.
"Tapi nggak mesti panas panas begini juga kaleee. gosong ni kulit!" Nahla menjulurkan lengannya dan menggsok-gosoknya.
Ah Nahla bisa aja. Masa kulit bisa gosong, batin Nahla
"Iyaa, entar ku beli in mobil, biar kulitnya nggak gosong, tapi kalau gosong kan, bagus juga."Rado tersenyum licik.
"Hei, apa maksudnya? dari mana ngeliatnya sih, tambah gosong malah lebih bagus?" Nahla pun menghentakkan centong nasi yang tadi di pegangnya.
"Kalau gosong, mungkin aku bisa menawar maharnya?" Rado ngegombal lagi deeeh.
"Ish....dasar play boy." Nahla pun tak kuasa menyembunyikan senyum malu malunya. Pipinya pun merona.
"Sayang, bener ya, jabis ini kamu ikut aku ke kantor?" Rado membujuk.
"Aku sudah janji, mau jemput Aisa dari tempat ngajinya." Nahla takut Aisa menunggunya.
"Ah gampang, biar ummi Ririn aja yang jemput, nanti aku telpon, Ummi pasti maklum." Rado pun menyelesaikan makannya, kebanyakan ngomong, makannya pun sudah setengah jam nggak kelar kelar.
"Eh,t api benar ya, Pipip tadi nungguin aku? ngajak makan siang bareng?" Ternyata Nahla penasaran juga tuh.
"Enggak, siapa bilang? ge er deh" Rado ni ya kebangetan, tadi kan dia yang bilang.
"Yeee, tadi kan Pipip yang bilang, ya udah aku pulang aja." Nahla merajuk, dan berdiri, namun tangannya langsung di tarik Rado.
"Merajuk ya?" Rado usil banget deh.
"Siapa yang merajuk? aku mau cuci piring kotor kok." Nahla pun menjauh dari Rado dan merapikan meja makan.
"Nggak usah di cuci, biar di taruh disitu, nanti biar bibi aja, nggak mau kan mahar berkurang, gara gara tangannya kasar?" Rado tertawa dan berjalan menuju ruang tamu, mungkin mau ke kamar siap-siap berangkat.
________________________________________________
Jadi kangen sahabat waktu kerja di mall deh, mbak euis apa kabarnya? lama nggak ketemu, no kontak pun udah nggak punya.
__ADS_1
mudahan slalu di sehatkan aamiin
BERSAMBUNG....