
Sial, siapa yang berani mengancam ku begini?
Pa Kenan bergumam kesal.
Ternyata itu adalah ulah Rado dan Zidan, semua itu ide cemerlang Rado yang tiba-tiba.
("Segera kirimkan uang ke no rekening ini, kalau tidak ingin foto ini tersebar, ingat! jangan berani berani melapor polisi, 1 milyar pas.")
Itulah isi pesan misterius beserta foto bugil Laras dan Kenan di hotel tadi malam.
Apa yang harus aku lakukan,1 milyar, hufs kurang ajar.
("Aku tunggu 24 jam, kalau uang belum masuk, maka lihat saja.")
Pa Kenan tampak frustasi. Dia terlihat mondar mandir di ruangan nya.
("Laras, kita dalam masalah, kalau sampai istriku tau, aku takut dia akan kena serangan jantung, bagaimana dengan Rado juga, ah aku tidak bisa membayangkan.")
("Apa yang Mas katakan? ada apa?")
("Tadi malam ada yang menyelinap masuk ke kamar kita, ketika kita sudah tidur, aku juga heran kenapa malam tadi aku sangat mengantuk, mungkin karena aku kelelahan")
("Lalu bagaimana Mas?")
("Tenanglah aku akan mencari tau.")
Klik
🌹🌹🌹
"Zidan, hey, kau sudah lama menungguku?" Rado menghampiri sahabatnya di sebuah warung makan kecil.
"Baru aja ko, sekitar 10 menit, oh ya, bagaimana kalau ketahuan?" Zidan tampak khawatir.
"Tenang saja, kalau ketahuan aku yang akan bertanggung jawab, sekarang ayo kita makan! merayakan kemenangan kita." Rado pun memanggil pelayanan.
"Emangnya loe udah gajihan? aku nggak ada duit nih." Ucap zidan.
"Tenang saja, kemaren aku minta DP gajih 100 juta, terus yang 1M ini nih klo berhasil, aku akan kasih loe rumah mungil gimana?" Janji Rado pada Zidan.
"Ah, tak perlu berlebihan, aku ikhlas ko membantumu, aku hanya berharap ummi tak tau masalah ini sampai semuanya beres."
Zidan tampak sungguh sungguh menganggap ummi dan Rado keluarganya.
"Aamiin, aku bisa ngamuk kalau ummi taunya sekarang, pokoknya kita harus berhati hati." Rado pun memesan minum jus pada pelayan dan mulai menyantap makanannya.
"Oh ya! bagaimana kalau kita ancam papa, dengan mengirim foto Laras ke HP Papa! saat ummi bersama papa, agar papa tau, bahwa kita tidak main main, aku ingin memeloroti semua harta papa, sampai bangkrut."tambah Rado lagi.
" Haa...apa nggak terlalu lebay? kalau sampai membuat perusahaan papamu bangkrut, itu juga kan perusahaan eloe."
"Nggak papa ko, aku akan mulai dari awal lagi, lagian tabungan yang aku kuras dari papa kan cukup banyak."
"Terserah kau lah. Aku hanya mengikuti perintah mu,nanti setelah selesai, aku akan minta maaf pada papamu!"
Mereka pun menyantap makanannya sampai habis ludes. Rado terlihat puas telah mengerjai papanya sendiri.
🌹🌹🌹
"Assalamualaikum...ummi apa ada orang?" seorang gadis cantik tak lain adalah Nahla , tiba-tiba datang sambil membawa tentengan di tangannya.
__ADS_1
"Eh Non Nahla, masuk Non, Ummi lagi keluar sebentar." Bibi menghampiri Nahla dan menyambut bingkisan yang di serahkan Nahla.
"Biar aku tunggu disini Bi, Bibi silahkan saja kalau lagi masak?" Bibi pun berlalu menuju dapur lagi untuk menyelesaikan tugasnya.
Tap tap tap
Suara tapak sendal terdengar dari atas menuruni anak tangga.
Plak.
"Aaaa" Tiba-tiba Nahla berteriak histeris. Sontak saja Rado pun kaget dan berbalik menuju kamarnya sesaat berikutnya dia pun turun kembali.
"Aneh, kenapa sih? selalu saja kau ini tidak terlihat setiap datang kesini?" Tadi tu ya,pas Rado turun, dia nggak pakai baju, trus hanya memakai handuk yang dililitkan di badan, terlihat deh dada bidang kaya roti sobek yang bikin gemes. Niat Rado pengen ngambil ces-san yang ada di meja ruang tamu.
"Maaf, aku tak bermaksud..." belum sempat Nahla melanjutkan kata katanya tiba-tiba Rado menghempaskan tubuhnya di samping Nahla, sehingga Nahla replek menjauhkan badannya, mengelak gesekan yang mungkin bekal terjadi. Walau posisi duduknya tak bergeser.
"Kau takut? mengapa menghindar? bukankah kau tadi terlihat menikmati saat memandang tubuhku?" Gombal Rado sambil tersenyum.
"Oh itu tadi..." Rado benar benar tak memberi kesempatan pada Nahla untuk memberi alasan apa pun, tiba-tiba dia memegang tangan Nahla yang sempat menunjuk ke atas. Entah mengapa, dia tak mampu menolak genggaman Rado. Mata mereka bertatap, ketika Rado makin mendekatkan mukanya.
Cup
Mengapa terasa berbulu?
batin Rado.
"Mas Rado!" Rado pun membuka matanya.
"Busyit." Ternyata bantal bulu menempel sempurna di muka nya.
"Mas ngapain sih kaya cucur bebek aja." Rado tambah salah tingkat.
"Iya Bi, sebentar lagi juga di halalin, entar bibi nggak perlu lagi repot repot masak, Bibi pulang aja alias dipecat hehe." Rado emang keterlaluan, sering candain bibi asal asalan, Rado pun berjalan menuju tangga
"Hei." Tiba-tiba Rado berbisik di telinga Nahla pelan, dari samping telinga kiri Nahla. Nahla pun menoleh.
Cup
" Kena..." Rado berlari menuju tangga sambil berteriak.
"Hey, curang." Nahla memegang pipinya yang baru di kecup dadakan. Pipinya merona. Dia pun tersenyum.
"Dosa nggak ya...?" Nahla bergumam sendiri.
"Assalamualaikum, eh nak Nahla, udah lama?"
"Baru aja Mi, itu tadi ngantar titipan ummi, katanya papa suka jamur, pas tetangga Nahla lagi panen, sekalian aja bisa beli murah."
"Ooh, terimakasih ya, repot repot, Bi bikinkan minum ya."
"Iya Ny."
"Ummi mau kedalam dulu ya, mau ganti baju sebentar, ini tadi habis beli bubur ayam buat Rado, Bibi lagi sibuk masak,jadi ummi yang ke depan." Ummi melangkah menuju kamarnya.
"Hei." Bisikan ghoib itu tiba-tiba saja ada disebelah telinga kanan Nahla. Namun Nahla tak menoleh, dia sudah tau itu pasti Rado. Sementara Rado masih menunggu Nahla menoleh.
"Et et Rado ngapain? Tiba-tiba ummi muncul.
Rado langsung lompat dan duduk di samping Nahla.
__ADS_1
"Nggak Mi itu tadi ada kumbang."
"Kumbang ngusir nya ko pakai muka, hari ini kamu nggak kerja?" Ummi pun ikut duduk di sofa sebrang Nahla.
"Mi, izin, mau ngajak Nahla jalan jalan."
Nahla yang tak tau menau pun mendelik kearah Rado, Rado pun mengerjip kan matanya.
"Eh...nggak Mi..."
"Nggak papa ko, tapi jangan jauh jauh ya?" sahut ummi sebelum Nahla selesai menjawab, ummi lebih dulu berkomentar.
"Iya Mi, ayo kita berangkat!" Rado pun menjinjit kain baju pergelangan Nahla. Karena Rado tau kalau Nahla tak suka di sentuh.
"Mas ngapain sih cari cari kesempatan,aku kesini izin sama ummi di rumah cuma buat ngantar jamur." Tiba tiba Rado berbalik masuk ke rumah.
"Mi tolong kabarin ummi Ririn, anak nya di pi jam dulu, kami jalan dulu." Eh kirain merajuk nggak jadi berangkat. Ternyata izin dulu.
"iya, jangan lama lama, jangan deket deket." sahut ummi.
🌹🌹
"Musiknya cari yang sholawatan dong." Nahla terasa asing dengan lagu lagu slow ala ala pop gitu, dia lebih suka sholawat siraman qalbu.
"Iya, bawel ah." Rado terlihat mengganti chenal you tube nya dan menuruti Nahla. Nahla terlihat menikmati musik. Beberapa saat pun dia tertidur. Rado memarkirkan mobilnya di pinggir toko pakaian, dia pun bersandar menikmati music sholawat dan akhirnya dia pun tertidur. Sampai matahari menyengat terasa panas di tangan Rado, barulah dia terbangun.
"Nahla? lo Nahla kemana?" Rado pun turun dan mencari Nahla, ternyata gadis itu sudah masuk ke toko pakaian muslimah tersebut.
"Nahla...!"
"Eh Mas Rado, udah bangun? aku mau cari kerudung nih, aku tadi kasian bangunin Mas, makanya aku turun duluan."
"Mbak ini aja." Nahla menyerahkan kerudung yang dipilihnya.
"Eh tunggu, masa segitu aja, malu maluin." Ucap Rado, dia pun menarik kerudung pilihan Nahla.
"Mas apa apa an sih, itu aja cukup!"
"Nggak! ayo pilih baju nya juga!" Titah Rado lagi.
"Nggak mas,ini aja!"
Rado pun menarik lengan Nahla dan membawa ke deretan baju baju bermerek. Nahla pun memilih milih satu persatu, tapi ketika dia melihat bajunya berharga di atas 700 ribu, dia pun menuju blus. Dan memilih blus yang berharga 70 ribu 2 buah.
Rado pun geleng geleng dan mengambilkan baju gamis stelan 5 buah, lalu membawanya ke kasir.
"Berapa mbak?" Rado pun mengeluarkan kartunya.
"Mas."Nahla ingin menarik baju yang sudah ada di atas kasir. Namun urung, ketika Rado memelototinya seakan siap menerkam.
"5.460.000 Mas." Kasir pun merapikan baju tersebut dan memasukan dalam wadah sangat apik.Nahla hanya melongo mendengar harga tersebut.
RADO MUBARAK 🥰🌹🌹🌹
like dan komen doong.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1