
"Tidak bisa, ayo ikut! aku harus bayar Hutang, aku akan menarik uang yang banyak, saku ku tidak cukup." Uvap Rado pada Nahla.
Nahla pun terpaksa turun dan menuruti kemauan Suami barunya itu. Terlihat Rado mengeluarkan ATM dan menggeseknya.
"Ini masukan ke tasmu." Rado terlihat mengambil kartu yang lain dan menggeseknya. Entah berapa kartu dia masukan Nahla hanya bingung dan terdiam melihat jumlah uang yang masuk ke tasnya.
mungkin 30 juta atau 50 juta Nahla tidak tau jumlah pastinya, yang jelas kini Tasnya penuh dengan uang, dia hanya membawa tas mini kesayangannya.
"Pip, ngapain membawa uang sebanyak ini?" Nahla khawatir kalau Tasnya nanti kerampokan, kan jadi dia tu yang ganti rugi.
"Aku kan tadi sudah bilang,aku mau bayar hutang,ayo masuk?" Rado menggandeng tangan Nahla menuju Resepsionis hotel.
"Lho kemana lagi?" Nahla makin tambah bingung jangan jangan jebakan batman nih. hehe.
"Ah, banyak tanya aja kamu, eh tunggu!" Rado kembali ke mobil dan membawa pakaiannya yang tadi dibeli hemmmm..
Bener bener nih bakal seruπ
"Tunggu disini!" Rado pun mengambil segepok uang dan memasukannya di sakunya dan menyuruh Nahla berdiri dipojokan, jauh dari resepsionis hotel. Setelah dia mendapatkan kunci kamar dia pun menggandeng Nahla.
"Ceklek."
Pintu kamar hotel VIP terbuka, kamar yang luas.
"Mau ngapain kesini?" Nahla tampak ragu ragu
Rado menarik tangan Nahla dan menutup pintu, dan menguncinya dari dalam.
Ruangan yang luas kamar tamu sofa kulkas besar.
"Kan aku bilang mau bayar hutang disini." Nahla hanya mangangguk percaya.
"Sekarang kamu mandi dulu, sebentar lagi magrib." titah Rado.
"Apa kita lama disini? aku kan bisa mandi di rumah nanti." Ucap Nahla lagi
Rado duduk di sofa sambil merentangkan tangannya di sandaran.
"Iya,lama lah namanya juga malam...eh,iya mungkin sampai besok" hampir saja keceplosan.
"Apa malam..." Namun ternyata telinga Nahla jeli sempat mendengar kata malam.
"Nggak, kita tunggu saja nanti, cepat mandi dulu! apa perlu ku mandiin,aku juga mau mandi nih! " Ucap Rado pura pura ketus.
Nahla segera berlari menuju kamar mandi.
Wow,besar sekali, bahkan Wc dan kamar mandinya dipisah, ada bathtub juga
Lirih Nahla kagum
Dia pun mencoba coba kran dan ada air panasnya, dia pun mengisi bathtub dengan air angat.Dia merendamkan tubuhnya merasakan rileksasi dari air hangat yang menyelimuti tubuhnya terasa nyaman.
begini ya orang-orang kaya mandinya
lirih Nahla lagi
sudah 30 menit Nahla dikamar mandi.
"Sayang, sudah nggak, masa lama sekali?" Rado memanggil dibalik pintu kamar mandi.namun tak ada sahutan.
"Nahla?" Tetap tak ada suara.
Ceklek....
Ternyata pintu nggak dikunci π
__ADS_1
Rado terpana melihat pemandangan di depannya, Nahla hanya menggunakan Cela*n* dalamnya. Walau tubuhnya terbenam air di bathtub, namun tetap saja dalam air bening itu pemandangan yang sangat luar biasa. Rado pun mendekati Nahla dan meletakan telunjuknya di hidung Nahla, ternyata masih bernafas.Ternyata Nahla ketiduran. Rado bingung mau ngapain. Dia pun keluar.
Dok dok dok
"Nahla...." Rado pun menggedor pintu kamar mandi.
"i..iya sebentar" Terdengar suara dari dalam.
"Rado hanya senyam-senyum sendiri, dia pun menggeleng gelengkan kepalanya, bayangan itu terus menghantui jiwanya. Bahkan hasrat kelelakiannya pun tertantang.
" Ah, sial." Hanya kali ini dia mengumpat demikian, saking keselnya dia dengan bendanya itu.π.
Nahla pun keluar, Rado sengaja memegang handuk didepan badannya
agar Nahla tak menyadarinya.
"Lama amat sih, Magrib sudah lewat, apa kamu ketiduran?" Tanya Rado sambil sedikit tersenyum geli.
"Iya, ketiduran sebentar aku merasa lelah, hari ini." Jawab Nahla santai.
"Sebentar mbah mu! sudah 40menit kamu di sana." Ucap Rado sambil ter senyum dan berlalu menuju kamar mandi.
"Ha! 40 menit, masa?" Dia tidak percaya dan mengambil HPnya
"Ish, aku benar benar tidak sadar." gumamnya.
Beberapa saat kemudian Rado keluar dengan hanya mengenakan handuk putih milik Hotel.
Nahla hanya melirik sekilas. Lalu pura-pura tidak tau.
Rado memakai sarung dan baju kaos yang dibelinya tadi.
"Ayo sholat!" Ajak Rado
"Nahla pun berdiri dan mengambil mukenanya, hanya sholat di atas hambal yang tentu saja baru, dia minta perlengkapan kamar harus baru semua sofa pun dilapisi sarung bulu bulu. Dia mengeluarkan uang sangat fantastis hanya untuk satu malam.
Rado mengecup jidad Nahla mesra.
"Kapan klien pipip datang?" Tanya Nahla.
"Bentar lagi." Ucapnya sambil berdiri.
"Sini." Rado duduk di sofa dan melambai kearah Nahla. Nahla pun mendekat. Rado mengambil Tas Nahla.
" Tolong kamu keluarkan uang tadi!" Rado memberi titah, pada istrinya.
"Tunggu! aku ngambil kerudung dulu, takut kalau tamunya datang." Ucap Nahla
"Tak usah." Rado menarik tangan Nahla
Buk
Nahla jatuh tepat dipangkuan Rado.
"Au, maaf" Nahla pengen berdiri, namun ditahan oleh Rado.
Rado, dia bingung mau ngapain, bendanya juga nggak bisa di kontrol, akhirnya Rado mendorong pelan tubuh Nahla supaya berdiri.
Hah, apa itu tadi, perasaan ada yang bergerak di bawahku ?
Gumam hati Nahla.
Haha, ternyata Nahla pun menyadarinya.
"Coba hitung uang tadi! mungkin saja kurang banyak, mungkin saja tadi kamu sempat ngumpetin tu uang?" Canda Rado pada istrinya sambil tertawa, dia pun menyilangkan kakinya agan bendanya nggak kentara, dia kan pakai sarung.
__ADS_1
"Ish, asal nuduh." Nahla tau kalau Rado cuma bercanda. Nahla pun menghitung uang tadi, dia terlihat sangat serius.Namun Rado tiba tiba mendekat dan memegang kedua pundak Nahla.
"Hey," Uang yang dipegang Nahla pun jatuh. Karna tersenggol tangan Rado.
Rado menatap wajah cantik Nahla, dia mulai mendekat, sedang Nahla hanya terpaku diam.
semakin mendekat.
Cup
Akhirnya Rado mengecup bibir Nahla penuh gairah, Nahla hanya bisa memejamkan mata, dia pasrah dan menikmati permainan Rado.
mereka saling berpelukan entah kemana sarung Rado udah nggak kelihatan lagi. Dia hanya memakai ****** ******** saja.
sedang Nahla masih menggunakan pakaian lengkap.
Tilolet
Tilolet,
Tiba tiba Hp Rado berdering tidak berhenti, Rado coba tidak menghiraukannya,namun suara itu tidak berhenti.
"Ah, payah." dia pun terpaksa menghentikan aksinya.Nahla juga tampak kecewa.
("Hello Mi! ada apa?)
("Pulang Nak, Papa sakit lagi.")
Suara ummi nya terdengar dari sebrang sana.
("Baik Mi!")
Rado bergegas mengambil baju dan merapikan pakaian Nahla memasukannya dalam kresek.
"Nahla papa sakit!" Nahla hanya memandang suaminya, dan segera berdiri dan merapikan bajunya. Untung baju tidur Nahla panjang.
Dia mengambil kerudung dan, segera keluar mengekor Rado. Rado segera mengunci pintu dan menggandeng istrinya.setelah sampai dibawah dan menyerahkan kunci kamar, mereka pun ke parkiran menuju mobil mereka.
"Pip, apa uang kita tadi nggak tercecer ya kebawah sofa saat kita beres beres." Ucap Nahla khawatir.
"Nggak sayang, kalau pun ada itu nanti jadi rezeki Cleaning servis." jawabnya santai.
"Trus klien pipip gimana? mau bayar hutangnya kemana? kenapa nggak ditransfer saja?" Tanya Nahla polos.
"Nggak ada utang sayang."Rado meraih tangan Nahla dan menciumnya berkali kali, lalu meletakannya di pahanya.
"Maksudnya apa?" Nahla penasaran.
"Aku pengen bayar hutang ke kam! aku kan tadi beli baju pakai uang kamu!"
"Hah." Nahla memandang Rado bingung.
"Jadi kamu menjebak ku?" Nahla ingin menarik tangannya,namun Rado menggenggam begitu erat.
"Kamu nggak suka ya?" Nahla hanya tersenyum dan terdiam tanpa menjawab.sambil memajukan bibirnya.
Dia terbayang kejadian tadi, dia pun tersenyum senyum.
"Kenapa senyum." Rado melirik wajah Nahla.
"Nggak! lucu aja, pipip kan tadi ngelempar sarung tuh pussss, terbang deh." goda Nahla genit. Sambil tertawa tawa.
"Ooh, jadi kamu ngetawain aku, kamu cuma liat tubuhku doang, aku malah udah liat lebih dari tubuhmu!" Rado teringat lagi kejadian dikamar mandi saat Nahla tidur.
"Apa maksudnya, bukankah aku masih begini?" Dia memindai tubuhnya sendiri. Rado hanya ter senyum. Mereka melaju menuju Rumah sakit tempat Pa Kenan dirawat.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....