
Tap tap tap
Rado dan Nahla sudah sampai Rumah Sakit dan menuju ruangan Papanya dirawat.
"Ummi, ada apa? apa yang terjadi?" Rado mendekatj ummi nya yang sedang duduk di samping ranjang papanya dirawat.
"Papa jatuh di WC nak, saat mau pipis." ummi terisak, papa belum bangun sudah sejam dia pingsan.
"Baiknya ummi pulang saja sama Nahla, biar dipanggilkan taksi, biar Rado yang menjaga Papa." ucap Rado, merasa kasian lada ummi nya yang terlihat lelah.
"Tidak nak, biar ummi disini saja, biar Nahla yang pulang." Ucap ummi lagi.
"Tidak Mi, biar kita disini sama sama." ucap Nahla lagi. Nahla pun keluar entah apa yang di carinya. Aetelah 20 menit kurang lebih Nahla datang membawa air mineral dan cemilan lainnya.
" Ini mi, mungkin ummi haus atau lapar, ayo mi kita duduk di sana." ucap Nahla
karena ruangan ini kelas VIP jadi ruangan besar dan ada hambal terhampar di sana.
"Ummi kalau mau tidur, silahkan, biar Rado dan Nahla yang jaga papa." tambahnya lagi
" Ummi duduk disini dulu, nanti kalau ummi ngantuk, ummi akan tidur." jawabnya lagi.
Sementara Nahla dan Rado sholat isya di ruangan itu, karena tadi mereka belum sempat isya, lagian mereka tadi belum sempat ngapa ngapain juga.
#mandi wajib itu ketika keluar sesuatu ketika berhayal atau membayangkan sesuatu
#ketika garis bekas khitanan masuk tenggelam melewati garis.ke dalam lobang wanita.
kalau belum masuk nggak wajib mandi ya๐kecuali keluar sesuatu tadi.
#kalau sudah masuk semua, tapi ternyata tidak sampai ******* tetap mandi wajib lho.
Malam semakin larut detik menit jam berganti begitu cepat dan pagi pun mulai menjelang.
"Aku keluar sebentar cari sarapan." Rado pun keluar. Tak berapa lama dia kembali dan membawa Nasi kuning juga air mineral.mereka pun makan bersama, ummi terlihat tidak berselera. Dia hanya memakan 1/3 dari nasi itu.mungkin separuh jiwanya sudah hilang.
"Ummmmi..." Pa Kenan mulai sadar,
"Papa,.." Rado dan Ummi bergegas mendekati kasur Pa Kenan.
"Ummmmmmi...Raaaado." Papa terlihat kesusahan memanggil nama nama itu,terlihat mulutnya pun menyamping.
"Suster tolong." Rado menengok keluar memanggil suster. Sementara Nahla dengan sigap memencet bel untuk memanggil perawat.
Tap tap tap
"Sus papa sudah bangun." ucap Rado pada suster yang datang.
Pa Kenan pun diperiksa, tak berapa lama, dokter pun datang.
setelah beberapa rangkain pemeriksaan.
"Maaf bu, Pa Kenan mengalami stroke ringan, mungkin sedikit bermasalah dengan bagian sebelah kanan." Ucap Dokter tersebut.
" Oooh." Ummi mengusap dadanya dan duduk terkulai di kursi.
๐น๐น๐น
Setelah beberapa hari di Rumah sakit, Pa Kenan pun di bawa pulang kerumahnya, Pa Kenan hanya bisa duduk di kursi Roda, semua kebutuhannya di bantu oleh Istrinya.
Telolet telolet
__ADS_1
Hp Rado berbunyi.
Rado pun mengangkatnya
{Mas,kenapa kamu belum kesini juga?apa kamu lupa pada kami?}
{Papa sakit, kami baru keluar dari Rumah sakit.}
{Oh,sakit apa?}
{Jatuh di kamar mandi,dan mengalami Stroke ringan}
{Apa? Baiklah, kalau sempat tolong kesini, belikan susu untuk adikmu.}
klik
Terlihat Laras duduk di ruang tamu, wajahnya terlihat kesal.
Payah, aku tidak bisa lagi kembali pada dia, mana mau aku kembali pada lelaki stroke, sudah tua, penyakitan, sementara Rado dia tidak mungkin menikahi ku, aku harus cari cara agar bisa menaklukkan Rado.
Bathin Laras. Ternyata hatinya mulai licik, padahal kemaren dia sempat sadar, sebelum tau kalau Rado adalah anak tirinya.
"Huek huek huek"
"Ish bayi itu juga." gumamnya kesal.
"Non, ini non cilik nangis, mungkin mau mimi." Bibi menggendong bayi Laras dan hendak memberikannya pada Laras.
"Nggak bi, berikan saja susu dodot, aku lagi males." Jawabnya kesal.Laras pun masuk kamar dan merebahkan dirinya.
Bayinya terus saja menangis, bibi membawanya ke sana kemari tapi tak mau diam.
"Ish, dasar bayi tak ber ayah, sini." Bibi pun menyerahkan bayi malang itu.
Sebentar saja di mi mi in Laras dia pun tertidur lelap. Laras pun menyerahkan bayi itu ke Bibi.
๐น๐น๐น
Sore ini, Nahla sedang merapikan lemari Rado di kamarnya
"Sayang, nanti malam kita ketempat Laras, pagi tadi Dia nelpon katanya minta belikan susu." Rado mengajak Laras untuk menjenguk adik tirinya.
Walau bagaimana pun dia adalah darah daging Pa Kenan, sekaligus adik nya.
"Oke, tapi kamu nggak naksir Dia kan pip?" goda Nahla sambil tersenyum. Tiba tiba Rado berdiri dan menyambar pinggang Nahla ganas.
"Awas kau ya! berani menuduhku." Rado tak kasih ampun dia gelitikin gadis itu sampai Nahla pun tertawa geli, sampai dia terduduk di lantai.
"PIP ,sudah pip ampun, tolong." Nahla ngos ngosan menahan gelinya.
"Oh iya, mana tas mu kemaren yank?" tanya Rado pada Nahla.
"Ya Allah, di dalam cucian kotor yang dibawa dari rumah sakit." Nahla langsung keluar kamar dan mencari bibi.
"Bibi, ada ngeliat tas Nahla nggak, cucian cari rumah sakit?"
"Ada non, itu di belakang Pintu ,bibi gantung."
"Alhamdulillah, makasih bi."
Nahla berlari mengambil tasnya, dan kembali kekamar.
__ADS_1
"Ini pip."
"Buka dong, trus itung lagi uangnya, masih banyak nggak? jangan jangan sudah abis kamu belanjain." Goda Rado lagi.
Nahla hanya memonyongkan bibirnya.
"1,2,3,4,5,......." Nahla sampai terkantuk kantuk ngitung tu uang.
Setelah 50 menit
"46 juta pip." Nahla menoleh ke atas ranjang.
"ish orang ini, malah enak enakan tidur." Dia pun memasukan Uang itu di lemari Rado, dan melangkah menuju kamar Mandi.
setelah berendam di bathtub beberapa menit, dia pun sudah selesai dan keluar mengenakan handuk di badannya. Karena dia lupa bawa baju ganti.
Rado masih tidur kali ya
Bisiknya.
dia pun keluar dengan santainya.
membuka lemari mencari cari baju yang bisa dipakai. Tetapi tidak menemukannya.
dia kan belum pulang ke rumah sejak 4hari di Rs nungguin pa Kenan. Cuma beli beberapa baju, itu sudah di masukin di mesin cuci di bawah.
Hup
"Au...Rado." Tiba tiba Rado sudah berada di belakangnya dan melingkarkan tangan di tubuh Nahla. Nahla pun kaget dan gemetar.
"Sayang, emch" Rado menciumi leher Nahla yang harum sabun mandi, gairahnya memuncak. Dia putar tubuh Nahla.
Krek
Dia tarik handuk Nahla, hingga Nahla pun telan**ng. Nahla tak berkutik. Rado benar benar termangu melihat pemandangan di depannya, tak memberi kesempatan, Rado pun mengangkat tubuh mungil Nahla ke ranjang, Nahla hanya diam.
"Yank...kamu siap?" Rado memberi aba aba, Rado pun sudah tidak menggunakan apa apa, entah kapan dia membuka pakaiannya sendiri.
"Yank...sakiit" Ucap Nahla lirih, makin membuat Rado penasaran.
SKIP
SKIP
SKIP
๐น๐น๐น๐น๐๐๐
Tap tap tap
"Ummi, malam ini kami mau ke rumah ummi Nahla." Ucap Rado sambil menuruni anak tangga, terlihat ummi sedang duduk di sofa menyuapi Pa Kenan makan.
"Kenapa tak besok saja?"
"Nahla belum bawa baju bajunya kemari mi" imbuh Nahla lagi.
"Baiklah, jangan lama lama ya!" pinta ummi
Rado hanya mengangguk.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1