Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Di Cuekin Rado


__ADS_3

"Assalamualaikum, Mi, Bibi!" Nahla tampak berdiri di depan pintu Rado dan menunggu jawaban salam.


"Waalaikumussalam. Nak Nahla, waaah makin cantik aja, lama nggak kemari, bagaimana kabarnya Nak?" Ummi Nana menyambut hangat kedatangan calon menantunya itu, walau sebenarnya dia tidak tau kalau antar Rado dan Nahla sudah sangat berjauhan.


"Baik Mi, gimana kabar papa?" Nahla basa basi, padahal dia ke sana pengen ngeliat Rado kali ya.


"Alhamdulillah Papa sudah mulai bisa beraktifitas kembali." Ummi pun mengambilkan air Nahla ke dapur.


"Mi Rado keluar dulu, mungkin malam beru pulang." Terlihat Rado berjalan menuruti ank tangga, dan melihat ke arah dapur, karena ummi nya lagi di dapur. Dia pun berjalan keluar rumah, melewati ruang tamu dia terkejut melihat Nahla ada di rumahnya, namun dia hanya cuek dan diam melewatinya. Pura-pura tak terjadi sesuatu dengan hatinya. Padahal saat ini hatinya sangat bergemuruh, rasa rindu yang membara seolah olah telah menguasai seluruh ruang dihatinya, hanya Nahla.


"Rado...." Nahla berdiri dan memanggil Rado.


" Ya! ada apa?" Rado berhenti sejenak dan menoleh tanpa memutar posisi badannya.


"Aku pengen ngomong sesuatu." Nahla menghampiri Rado, sementara ummi mengintip dari pintu dapur. Mungkin ummi juga bertanya tanya kenapa Rado tidak pernah lagi menemui Nahla, Rado kan klo mau nemuin Nahla pasti izin dulu.


"Maaf, hari ini aku sedikit sibuk, lain kali saja ya, assalamualaikum." Rado pun melangkah menuju motornya yang terparkir.


"Mmm,,," Nahla hanya menggumam, dia pun berbalik dan duduk di sofa. Terlihat wajah Nahla menjadi murung, ada bendungan yang hampir jebol.


Tap tap tap


"Ini nak, diminum dulu!" Ummi datang membawakan minuman segar dan pura-pura tidak tau kejadian barusan.


"Iya Mi." Nahla pun meneguk minumannya dengan beberapa kali tegukan, terlihat dia sangat kesal di abaikan Rado begitu saja.


"Mi, Nahla mau pamit aja, mungkin ummi di rumah juga lagi nungguin." Nahla pamit pada ummi. Sambil mempercepat langkahnya, air matanya sudah mulai menetes. Ummi mengantarnya ke depan pintu


"Sebentar sekali? nggak sekalian sampai malam? biar makan malam bareng." Ummi coba menghibur hati Nahla, ummi tau Nahla kecewa dengan sifat Rado barusan. Namun dia Pura-pura tidak tau.


"Nggak Mi, tadi baru dari rumah Zidan jadi sekalian aja mampir kesini." Jawabnya sedikit bergetar.


"Hati-hati di jalan ya?"


"Iya Mi, Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."

__ADS_1


Sepanjang jalan Nahla masih saja nggak karuan, sifat Rado benar benar berubah, kalau waktu Nahla pura-pura amnesia Rado terlihat sangat perhatian dan berusaha menyadarkan Nahla, namun sejak Rado kecelakaan itu, Rado sudah berubah 180 derajat. Nahla benar-benar bingung. Nahla terus saja menjalankan mobilnya, namun dia berbelok, mau ke mana dia. Dia tidak pulang kerumahnya, sementara di belakangnya dengan jarak 10 meter kurang lebih, ada seseorang sedang mengikutinya.


Nahla pun berhenti disebuah bangunan yang hampir jadi.


Apa? Rado sudah membangun rumah ini! untuk siapa dia membangun? apa tanahnya sudah di jual?


Gumam Nahla.


Dan akhirnya dia pun turun mendekati para pekerja yang sedang duduk santai sambil makan cemilan.


"Ada apa Nona?" Seorang pekerja bertanya heran kepada Nahla yang tiba-tiba berhenti dan mendekati mereka.


"Nggak papa, cuma pengen lihat bangunan ini, bagus sekali, bukankah ini milik Tuan Rado?" Nahla coba mencari tau tentang pemilik rumah ini.


"Oh Nona temannya tuan Rado?"pekerja itu bertanya lagi.


"Iya, sahabatnya, aku juga pernah kesini sebelum bangunan ini dibangun." Jawab Nahla, agar tidak terlihat kikuk.


"Ooh,Tuan Rado sangat perhatian, katanya Rumah ini akan di jadikan mahar pada seorang gadis pujaannya." Pekerja itu bercerita banyak tentang Rado yang baik hati.


Nahla terperanjat mendengar kata kata pekerja itu. Pujaannya? apakah dia? ah tidak mungkin, dia kan sudah tidak pernah komunikasi lagi sejak Rado kecelakaan, dia hanya satu kali menjenguk Rado waktu sakit.


"Hey, lihat! kenapa gadis itu murung?" seorang pekerja lain ternyata memperhatikan wajah Nahla yang tiba-tiba murung.


Nahla pun masuk ke mobil nya dan mulai menghidupkan mesinnya, dia berjalan dengan begitu pelan.


Dari kejauhan ternyata Rado yang mengikuti Nahla pun ikut menjalankan motornya.


Nahla, maaf, saat ini aku belum siap untuk mengatakan semuanya, sikapmu yang begitu sinis terhadapku membuat aku kecewa. Aku harus menyelesaikan urusanku dulu sama Laras, agar kau tidak terluka saat kau melihat kami.


Saat itu, saat pulang dari klinik Rado melihat Nahla menatapnya tajam, Rado menyadari ada cemburu di mata Nahla, namun karena Rado dan Nahla sudah lama tidak komunikasi mungkin Rado berfikir Nahla sudah tidak mencintainya lagi, tapi didalam hatinya,dia tetap berharap suatu saat setelah urusan selesai dia akan melamar Nahla.


🌹🌹🌹


"Apa ada kabar baik?" Pa Kenan sedang berbicara dengan dua orang laki laki, sepertinya mereka yang mencari Laras waktu itu


"Iya tuan, kami mendatangi Cafe nya yang dulu dia bekerja, ada teman akrabnya yang tau sedikit, tapi no Hpnya sudah tidak aktif tuan, sepertinya Laras benar benar sudah menutup semua askes."

__ADS_1


"Lalu, apa sahabatnya mengetahui sesuatu?" Pa Kenan terlihat bersemangat.


"Non Laras pergi dengan laki-laki ini." Dia menunjukan foto pada Pa Kenan.


" A...apa...Apa maksudnya ini? Laras pergi dengan orang ini?"


"Iya Tuan"


"Tidak mungkin! ah sial! kenapa dunia ini begitu sempit." Ucap Pa Kenan


" Bagaimana kau yakin kalau laki-laki ini yang membawa Laras? "Tanya nya lagi penasaran.


" Temannya bilang,pada saat mengambil foto ini,ada Laras juga di depan laki laki ini Tuan,tapi karena temannya ini kagum dengan ketampanan laki-laki ini, makanya dia hanya menyorot foto lelakinya saja."


Anak kenan jelas lah tampan


ucap Bathinnya😀


"Baiklah, kau boleh pergi." Kenan pun termenung, apakah ini kebetulan, ataukah Rado sudah mengetahui semua ini?, Kenan tampak masuk ke mobil nya dan pulang menuju kediamannya. Sepanjang jalan dia banyak melamun, sampai-sampai sempat hampir menyerempet orang, perjalannya begitu terasa lama walau dia sudah menancap gas begitu cepat.


Sampailah Kenan dirumahnya, suasana tampak sepi.


"Assalamualaikum, Nana, Rado." Kenan tak menemukan siapapun. Dia menuju dapurnya.


"Au, Papa, apaan sih, malu ah kalau ada Bibi liat." Tiba tiba Kenan menemukan Ummi Nana di dapur dan memeluknya dari belakang. Katanya sih laki-laki itu ya kalau selingkuh atau hampir ketahuan, dia bekal tambah mesra di rumah.


"Masak apa Mi?" Kenan basa basi .


"Bikin Sop Iga aja nih, Rado yang pesan, katanya mau di bawa ke rumah temennya buat makan malam." Kenan tampak berpikir, jangan-jangan ini mau di bawa ketempat Laras, otaknya segera berpikir jernih.


"Aku mau mandi dulu, emang Rado jam berapa datangnya Mi?" Kenan menyelidik nih, mungkin dia bekal menguntit.


"Nanti malam Pa! habis magrib." Kenan langsung pergi begitu saja, masuk ke kamarnya dan menelpon seseorang.


"Habis magrib kamu ke rumah kami ya! dan tunggu agak jauh, nanti kalau ad orang keluar dari rumah kami pakai kendaraan atau mobil ikuti dia ya? jangan Sampai hilang! Suara Kenan, memerintahkan seseorang di sebrang telpon.


" Assalamualaikum,Ummi!"Ternyata siara Rado yang baru datang.

__ADS_1


"Waalaikumussalam" Kenan segera keluar pintu dan menjawab salam, dia pandangi anaknya itu, hatinya bertanya tanya, apakah benar anaknya sudah mengetahui hubungannya dengan Laras?.


BERSAMBUNG...


__ADS_2