Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Rumah Baru Pelakor


__ADS_3

"Mas, mungkin apa sebaiknya kita akhiri saja kegilaan ini? aku merasa tertekan mas." Terlihat Laras merebahkan diri di dada bidang pa kenan yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


kenalan dulu yu!ini nih visual Kenan Mubarak



"Laras! apa maksudmu? apa kau ingin kita pisah? tidak tidak! aku tidak bisa." Pa Kenan terlihat memeluk Laras. Sepertinya mereka baru selesai berolahraga malam.


"Aku merasa di kejar kejar hantu mas, belum lagi aku harus ninggalin Adik kecilku di rumah sendirian, aku takut dia kenapa kenapa." Suara Laras terdengar menghiba.


"Baiklah, tidak usah berpisah, kita cari jalan lain, aku akan memikirkannya." Pa Kenan pun duduk dan berjalan menuju kamar mandi.


Sementara Rado yang ada disebelah kamar Pa Kenan terlihat gelisah.


apa yang mereka lakukan dikamar itu ya?.


Natinnya


tTelolet telolet. Suara HP Rado memecah keheningan malam.


("Rado, kamu dimana Nak? kenapa belum pulang?")


("Rado lagi di jalan mi.")


("Cepat pulang! Papa juga ada rapat mendadak.")


("ya mi.")


Tapat mendadak, rapet baru iya.


Gerutu Rado


Hufs, maaf Mi, Rado sering bohong. Ini demi ummi, sebentar lagi, sabar ya Mi.


Gumam Rado sedih


Tap tap tap


Rado pun meninggalkan hotel, namun dijalan dia berpapasan dengan pelayan hotel yang membawa minuman dan cemilan. Ide cemerlang Rado pun muncul.


Tok tok tok


Kreeeek


"Mbak ini pesanan minuman dan juga cemilannya." Pelayan itu manyodorkan pesanan mereka. Setelah Laras membukakan pintu.


"Letakin aja mas di sana." Laras tanpa curiga melangkah meninggalkan pelayan itu menuju kamar mandi, dia mengenakan daster tidur saat itu, dan melilitkan handuk di badannya agar bajunya yang transparan tidak terlihat.


"Baik Nona." Rado sengaja membesarkan suaranya, agar Laras tidak mengenalinya.


Sejam berlalu


Kreeeek


"Tuan, Nona?" Rado pura pura memanggil untuk mencek, apakah mereka sudah tertidur? tak ada suara. Syukurlah pintu tidak dikunci. Mungkin obat tidurnya terlalu keras. Hingga mereka lupa mengunci pintu setelah pelayanan alias Rado tadi keluar. Dia pun bergegas masuk. Tampak Pa Kenan dan Laras tertidur tak beraturan di atas ranjang, sepertinya obat tidurnya bekerja.


"Papa, maaf, Rado terpaksa melakukan ini." secepat kilat Rado pun melaksanakan rencananya. Walau merasa jijik, Rado pun membuka pakaian Laras. Sedang Pa Kenan hanya mengenakan handuk yang di lilit di pinggangnya. Kepala Laras di letakan di atas dada bidang Pa Kenan seakan-akan Laras memeluk Pa Kenan.


Ceklek ceklek.

__ADS_1


Misi selesai. Rado menyelimuti mereka berdua. Takut juga kalau ada orang lain yang masuk.


🌹🌹


"Assalamualaikum Mi?" Tak ada jawaban pintu pun tidak dikunci jam sudah menunjukan jam 12 malam. Rado terkejut saat melihat tubuh ummi nya tertidur pulas di atas sofa. Dipandanginya wajah ummi nya itu. Tak terasa butiran hangat mulai membasahi pipinya.


Ummi, maaf, sekarang bukan waktunya ummi tau, biar Rado yang menanggung beban ini, ya Allah, yolong simpan aib ini dari Ummi hamba.


Batin Rado


Setelah Rado sholat isya, Rado bedo'a dengan khususk, karena tadi dia sibuk mengikuti papanya, jadilah dia terlambat menunaikan kewajibannya. Dia pun mengambil bantal sofa dan berbaring dihalaman sofa, dimana ada ummi nya di atas sofa tersebut. Mereka pun tertidur pulas.


"eEaaaah" Ummi menggeliat.Dan tersadar bahwa dia sedang menunggu Papa dan Rado diruang tamu. Saat ummi menurunkan kakinya, terasa ada yang mengganjal.


"Rado!" Ummi kaget melihat anaknya tertidur dibawahnya.


Ummi pun segera ke kamar ngecek apakah Pa Kenan sudah datang, mengapa tidak membangunkan mereka.


Mengapa sudah jam 4 begini papa belum datang


Gumam ummi lirih. Ummi pun mengambil wudhu dan sholat tahajut.


🌹🌹🌹


Jam,sudah menunjukkan jam 8 pagi.


"Laras, bagun! ayo bangun!" Pa Kenan panik melihat jam menunjukan jam 8 pagi.


"Bentar lagi mas." Laras menggeliat membalikan badannya dan tidur lagi. Sedang Pa Kenan segera melompat ke kamar mandi dan mandi kilat khusus.


"Laras ayo....sudah jam 8." teriak Kenan masih dalam kepanikan.


"Ha...apa?" Laras segera bangkit dari ranjang dan melirik jam, lalu berlari menuju kamar mandi.


"Baiklah!" Jawab Laras. Byur byur terdengar suara air menyembur kemana mana, sekejap saja Laras sudah keluar mengenakan baju rapi.


Pa kenan pun langsung menelpon ummi


("assalamualaikum Mi")


(" Wa alaik, apa dimana? tadi malam kenapa tidak pulang?")


("Rapatnya berjalan alot Mi, mau nelpon ummi takut sudah tidur, ini papa langsung kekantor ya.")


("baiklah Pa")


Klik


Sementara di kantor Kenan.


"Selamat pagi pa direktur." Para karyawan menyapa Pa Kenan yang berjalan tergesa gesa. Karna jam 9 hari ini ada rapat.sedang dia sudah terlambat.


Pintu ruang meeting terbuka


"Terimakasih banyak pa Rado, tak salah tuan Kenan mempunyai anak secerdas dirimu."para Klien puas dengan hasil rapat hari ini.


"Pa Kenan." Pa Kenan sudah berdiri tegak di depan pintu, sambil tersenyum.


"Kami puas Pa Kenan dengan pelayanan dari ank bapa, buah tak jauh jatuh dari pohonnya." puji seseorang.

__ADS_1


Rado hanya tersenyum dan melirik papanya. Sementara papanya terlihat senang.


🌹🌹


"Sekarang Papa boleh pensiun dini! Papa dengar sendiri kan, kalau mereka puas dengan hasil kerjaku?" ucap Rado pada papanya, saat swmuq tamu sudah pulang


"Belum sekarang Nak, kamu harus belajar banyak lagi, nanti kalau Papa lihat kamu benar-benar menguasai barulah papa bisa pensiun dengan tenang."


"Terserah Papa, aku mau keluar dulu menemui Zidan, aku sudah lama tidak bertemu dengannya, sejak kami sudah lulus kuliah."


Tuuut.


Pesan masuk di HP Pa Kenan. Rado melirik papanya. Muka papanya langsung tegang. Rado pun tersenyum.


("Terimakasih zidan, aku sangat senang melihat ekspresi ayah.")


Klok.terkirim langsung centang 2 biru.


("Oke, jangan sungkan, aku adalah saudaramu, karena ummi juga begitu baik padaku.")


🌹🌹


Rado pun menelpon Laras.


("Laras kamu dimana? aku akan menjemputmu.")


("Di rumah, memang ada apa?")


("Tunggulah di sana.")


🌹


"Laras ayo kita pergi!" Ajak Rado.


"Emang mau kemana Mas Tio?" Tanya Laras.


"Ayooo ikut saja! nanti juga bakal tau." Laras pun mengambil jaket dan helm nya,dan segera mengikuti Tio alias Rado.


Mereka pun naik motor Rado, entah mau kemana.


"Emang ada apa sih Mas? ko mendadak gitu?" Laras penasaran.


"Tunggu lah, sebentar lagi juga sampai."Rado pun memarkirkan kendaraannya dimuka rumah setengah jadi.


"Lihatlah rumah ini, apa kamu suka? rumah ini belum sempat selesai, ditinggal oleh yang pemesannya, padahal belum melakukan pembayaran, jadi aku beli saja untukmu, walau pun kecil, tapi kamu tidak lagi ngontrak, oh ya! mungkin sebulan lagi baru bisa ditempati."


Laras tampak meletakan tangan di pipinya dan terkadang memukul mukul pipinya sendiri.


"Oh benarkah? apakah aku bermimpi, coba cubit aku,aaauuw sakit." Bibir Laras monyong cemberut.


"Haha, kan kamu yang minta cubit! apa kau senang?" Tanya Rado lagi.


"Senang mas, sangat senang, makasih mMasTio."


"Emch"


Tiba-tiba Laras mencium pipi Rado mendadak, Rado pun tidak sempat mengelak. Ya Allah ampuni hamba Mu.


Bisik hati Rado.

__ADS_1


"Kamu bisa berjanji sekarang? bahwa kamu tidak akan selingkuh dariku?" Titah Rado pada Laras. Laras hanya mengangguk. Rado tau, ada keraguan di sana, karena dia tau, papanya slalu menghamburkan uang untuk Laras. Sebenarnya Rado pun kasian, pada gadis itu, mungkin karena kebutuhan ekonomi yang membuatnya jadi wanita simpanan Om om.


BERSAMBUNG....


__ADS_2