
Mereka sudah sampai di kediaman Nahla, Ummi menyambut mereka dengan senyum mengembang, namun juga terlihat mengerutkan alis.
"Anak siapa ini nak? masih merah, kayaknya baru lahir, apa kalian adopsi?" Ummi Ririn tampak penasaran, dia pun mengambil bayi mungil itu dari pelukan Nahla.
"Kita bicara didalam Mi! Nahla pun mengajak Bibi masuk juga Davian.
"Mi, kita duduk dulu...." Nahla menghela nafas dalam.
"Mulai sekarang, Bibi, Anak ini Davian namnya juga bayi ini Qia, akan tinggal di rumah ini." Nahla menatap umminya, apa reaksi ummi
"Ho? tunggu tunggu, mereka siapa?"
"Mi maaf, ini rahasia keluarga kami juga kita sih sebenarnya, anak ini si Qia adalah bayi papa dengan wanita lain." ucap Rado
"Hah? apa?" Ummi Ririn sangat terkejut bahkan dia memindahkan posisi duduknya karena kaget.
"Iya Mi, bisakah kita menjaga rahasia ini? Ummi Nana Shin pun tak boleh tau?" Nahla kembali menekankan ummi agar ini hanya keluarga Nahla saja yang tau.
"Ya Tuhaaan....tapi...mana ibu bayi ini? juga adik kecil ini siapa?" Ummi Ririn menunjuk Davian.
"Laras nama ibu Qia, tadi malam dia menelantarkan anaknya ini, dia malah Dugem dan mabok sampai pagi, tadi malam kami yang menjaga bayi ini semaleman."ucap Rado lagi sambil terlihat loyo.
"Allahu robbi....Pa Kenan, keterlaluan....Oh ya bi, tenang saja, bibi tak perlu khawatir, aku akan membantu bibi menjaga anak ini, oke sudahlah, kamar bibi ada di belakang, Nahla, ayo ajak bibi menuju kamar."
Hari ini benar benar hari yang melelahkan, Nahla, Bibi Ummi juga Rado saling bergantian menggendong Qia yang nangis sepanjang hari, sepertinya dia belum terbiasa dengan dodot karena masih pengen mimi, sementara Laras tak sekali pun menelpon.
Sudah 2 minggu usia gadis mungil itu. Semakin hari dia semakin pintar, tidak lagi rewel. Davian pun mau mengerti tentang kondisi kakaknya yang mulai berubah, Davian pernah menelpon kakaknya, namun kakaknya marah marah.
Sedang Nahla dan Rado juga sudah bilang sama umminya mereka sementara tinggal di rumah Nahla karena Umminya merasa sangat kesepian.
Baby Qia 🥰
🌹🌹🌹
2 bulan sudah berlalu
"Mi, hari ini kami akan pulang ke rumah Rado, mungkin beberapa hari, sekarang kan Qia juga terlihat pintar dan tidak rewel lagi."
"Baiklah, Davian kamu mau ikut kaka Nahla atau tinggal bersama adik Qia saja?" Tanya ummi pada Davian.
"Tinggal aja mi?" jawabnya, Davian sudah terbiasa tinggal di rumah ummi, dia juga tidak sungkan kalau minta belikan jajan atau makanan ringan, semua itu juga menghibur ummi melupakan Aisa.
"Mi, ini ATM Nahla pemberian Pipip Rado, kalau ada keperluan selama Nahla tidak di sini, Ummi pakai saja ini, insyaa Allah cukup untuk beberapa bulan." Nahla pun menyerahkan ATM pada Umminya, sedang isinya uang yang dulu Rado berikan 46juta belum dipakai sama sekali.
"Nggak usah Nak, ummi cukup uang ko, lagian Ayahmu juga slalu ada kirim uang." ucap ummi nya.
"Nggak papa ko Mi ambil aja."Rado pun menimpali perkataan istrinya.
"Baiklah, akan ummi simpan, tapi kira kira kalian berapa lama di sana?" Ummi pun menatap Rado dan Nahla bergantian.
__ADS_1
"Nggak tau mi, mungkin 1 minggu, tapi bisa aja kami main siang siang kesini, lagian Baby Qia ngegemesin." ucap Nahla sambil mencubit pipi Qia.
🌹🌹🌹
Jam 23.00.
"Mas, udah doong, aku udah nggak kuat, nanti aku pingsan lagi." terlihat Laras bersama seorang laki laki sedang meneguk minuman haram di sebuah Bar, dia terlihat mabok berat.
"Alaaah baru juga segitu, ayo minum lagi."laki laki itu terus memaksa menegukkan minuman ke mulut Laras.
Akhirnya Laras pun roboh.
*
*
*
"Oooh di mana aku? au kepalaku pusing" Laras terbangun dari tidur panjangnya, di lihatnya sekeliling, hanya ruangan kosong.
CKLEK
"Kau sudah bangun?" Tampak seorang laki laki masuk dan mengunci pintu.
"Siapa kau?" Laras tampak kaget dan takut.
"Aku? aku orang yang telah membelimu dari seseorang tadi malam." Laki laki itu terus mendekat.
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau, yang jelas, kau tidak akan bisa kemana mana." Laki laki itu berbalik membuka pintu dan menutupnya kembali.
"Ooh, di mana aku? mengapa aku begitu sial." Laras meruntuki nasibnya yang malang.
"Bahtiyar, apakah laki laki yang tadi malam denganku telah menjualku? tapi laki laki tadi terlihat tampan dan baik, tak tampak seperti penjahat.
Gumamnya lagi. Laras berjalan menuju lemari kecil di pojokan, dia mencari mungkin saja ada baju yang bisa dipakai.
Cklek...
mengapa banyak baju disini
perabut mandi juga lengkap
gumamnya
Cklek
"Kau?" Laras kaget melihat laki laki yang tadi datang kembali.
"Ini makanan untukmu, makanlah! mungkin kau akan lama disini! sampai kau mau melayaniku." ucap laki laki itu menatap tajam kearah Laras.
"Sebenarnya siapa kau? mengapa kau mengurungku disini?" Laras menatap taja. lelaki yang ada dihadapannya, walau sebenarnya dia terlihat takut.
__ADS_1
"Aku sudah bilang, aku membelimu malam itu." Laki laki itu berjalan menuju ranjang dan berbaring, terdengar dia menghempaskan nafas dengan kasar.
"Siapa yang menjualku?kalau kau mau,aku siap sekarang melayanimu,lakukanlah!aku cepat keluar dari sini" Laras mendekat dan berdiri disisi ranjang.
"Benarkah?" Laki laki itu bangun dan mendekat, Laras terlihat gugup, walau akhir akhir ini dia sering klubing, tapi dia tidak pernah berbuat tidak senonoh, karena dia mempunyai teman yang baik, bahtiyar, laki laki itu slalu mengantarnya pulang setiap dia mabok berat.
Laras mungkin hanya frustasi dengan masalah yang dihadapinya.
"I...iya, asal kau janji akan melepaskanku."
"Tergantung." ucap lelaki itu enteng.
"Apa maksudmu?"
"Kalau servisannya bagus! aku akan melepaskan mu, tapi sebaliknya!" Laki laki itu berdiri dan keluar kamar.
"Hey kau mau kemana?" Laras menyusul laki laki sampai muka pintu, namun pintu keburu di tutup dan di kunci.
Siapa dia?sudah 2 minggu aku berada disni.
aku merindukan bayiku
Nak, maafkan ibu
ibu tidak pantas disebut ibu
aku yakin Nahla dan Rado lebih pantas menjagamu Nak
Laras terlihat duduk disisi ranjang dan meneteskan air mata.
Cklek
"Masuklah!" Laki laki itu datang bersama 3 orang lainnya.
"Apa mau kalian?" Laras berdiri dan menempel didinding yang ada di belakangnya.dia terlihat sangat takut.
"Bukankah kau tadi bilang siap? sekarang kami akan mulai!" Ucap laki laki itu,membuat Laras gemetar.
"Ka....kalian siapa? jangan, tolong lepaskan aku, aku mempunyai bayi yang masih kecil, dia membutuhkanku, aku mohon."
Laras benar benar gemetar.
"Kenalkan aku Faris, dan mereka 3 temanku, ayo!" Faris menarik tangan Laras,Laras berontak.
"Jangan melawan, agar semuanya mudah." ucap Faris lagi sambil membawa Laras duduk di tengah tengah ruangan.
Mereka duduk berhadapan. Laras gemetar.
"Laras, aku bukan laki laki sembrono, sebelum aku melakukannya, aku ingin menikahimu." ucap Faris lagi.
🌹🌹🌹
__ADS_1
BERSAMBUNG.....