Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Sadar


__ADS_3

Saat Rado sampai Rumah sakit.


Dia terkejut saat melihat orang berkerumun di muka kamar tempat ibunya di rawat. Kenan juga tampak di antara orang-orang yang berkerumun itu, dia terlihat frustasi dan sesekali menjambak rambutnya sendiri. Rado pun berlari menghampiri dan menerobos masuk kedalam.


"Ummi, Ummi." Rado mengguncang guncang Tubuh Ibunya histeris.


"Pip, sabar, Ummi cuma pingsan." Rado pun berhenti menggoyang tubuh Ummi nya. Dia menatap Nahla.


"Pingsan? alhamdulillah." Ucap nya lagi


"Tadi Papah mencoba masuk dan berlutut pada Ummi, namun Ummi tidak mau menerima Papah, kata Ummi, urus segera surat perceraian mereka, namun Papah tidak mau, Ummi sangat marah dia sangat shok dan terluka dia pun menyuruh Papah pergi, sampai dada Ummi sesak dan pingsan."


Tap Tap.


Rado melangkah keluar.


Buk.


Buk.


"Sudah ku bilang, jangan datang kesini, aku sudah cukup menderita gara gara Wanita simpanan mu itu, jangan buat aku tambah emosi, sekarang anda silahkan pergi dari sini." Rado pun mendorong tubuh Papahnya.


"Rado, aku ini ayahmu, kau jangan durhaka padaku!" Kenan pun tak mau tinggal diam, dia membusungkan dadanya dan menempel di tubuh Rado.


"Ayah? seorang ayah yang patut disegani dan di hormati itu, kalau dia ayah baik-baik, nah anda? kenapa anda berselingkuh? kenapa tidak memikirkan perasaan aku dan Ummi, pergi! tolong pergi! jangan sampai kesabaran ku Habis, pergilah!" Rado pun berpaling meninggalkan Papahnya yang terpaku. dia sangat kaget, Rado bisa bersikap sekasar itu padanya. Selama ini Rado adalah anak yang penurut.


"Sial, mengapa aku sebodoh itu, aku meninggalkan keluargaku demi wanita itu, sekarang aku kena getahnya. Ya tuhaaan, tolong beri jalan untuk hamba kembali pada mereka." Kenan sangat menyesal atas semua perbuatannya.


🌹🌹🌹


Sementara itu, di Balkon Apartemen, terlihat seorang gadis cilik dan seorang wanita sedang duduk santai, sesekali wanita itu pun mencandai gadis mungil itu.


"Hellooo, mulai sekarang nama mu adalah Tariiii, kamu harus tau, ini adalah ibumu nak! ingat! kamu harus melupakan mereka yang telah mempermainkan perasaan ibu, kita harus balas dendam, mereka harus membayar semua yang telah mereka lakukan pada ibu." Ternyata dia adalah Laras dan Qia, sekarang nama Qia adalah Tari. Laras tampak mengajak Qia berbincang, walau Qia belum mengerti apa-apa.


Tring


Tring


Tring


-Mas faris, belikan aku baju gamis dan kerudung ya!


-Untuk apa? apa kamu yang akan memakainya?

__ADS_1


-Iya! aku akan merubah penampilanku agar tidak bisa dikenali, belikan juga masker satu kotak ya.


Klik.


"Perempuan ini semakin hari semakin menjengkelkan saja, bisa-bisa aku mati berdiri kalau begini.


Faris pun keluar dari ruang kerjanya.


" Faris? kau mau kemana? Bagaimana dengan Laras? apa dia sudah bisa kau taklukkan?"


Tiba-tiba jihad datang dan menanyai Faris, Faris pun jadi salah tingkah. dan gelagapan.


"I-itu, dia,masih terlihat galak, dia masih sering memberontak." Jawab Faris berbohong.


"Ooh, kalau begitu kau harus lebih lembut lagi, ingat! jangan terlalu banyak main perempuan malam, nanti kau penyakitan, baru tau rasa kau, aku walau sering ke club atau gonta ganti pacar, namun tak pernah asal masukin barang ku." Ucap Jihad pada Faris, yang,membuat Faris tersipu.


"Iya , Bos." Jawab Faris singkat, Ketika Jihad berpaling, Faris pun ambil langkah seribu keluar dari gedung mewah itu.


Gedung itu juga cabang usaha keluarga Kenan. Jihad adalah tangan kanan Rado yang dipercayakan untuk mengurus perusahaan itu, sementara Zidan sekarang, sudah menjadi kaki tangan di gedung Utama.


🌹🌹🌹


Bruk


Dor


Dor


"Haaaaaaaah, takdir macam apa ini? mengapa aku terjebak? Siapa yang telah menculik Qia, Apakah Laras? wanita itu tidak pernah terlihat lagi, kemana dia?" Kenan duduk di sofa tamu dan,bergumam kesal.


"Tuan, maaf, saya baru dari belakang, tidak mendengar Tuan datang, ada apa tuan? bagaiman dengan nyonya? apa dia sudah siuman?" Bibi yang baru saja datang dari belakang menanyai Kenan tanpa jeda.


"Aaaah, Bibi, aku lagi pusing, tolong bikinkan kopi panas, antarkan ke kamar." Kenan pun berdiri dan masuk ke kamarnya tanpa menjawab satu pun pertanyaan Bibi.


"Baik Tuan." Bibi pun langsung ke dapur dan menyiapkan kopi.


"Dasar Lelaki, bisanya cuma asyik-asyik di belakang sama perempuan lain, giliran sudah ketahuan kaya orang stres, gumam Bibi sambil membikin kopi.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Tuan, ini minumnya!" Bibi pun masuk dan meletakkan kopi di atas meja kamar.


"Lho sudah tidur." ucap Bibi heran, baru saja minta Kopi sudah ketiduran.


Tak terasa siang pun berganti malam, Kenan tak juga bangun, Bibi pun sampai beberapa kali menyuruh makan namun tak di gubris.


Pagi mun datang Kenan terlihat membuka pintu kamarnya dan tergesak-gesak menuju dapur.


"Bi, apakah ada telpon dari rumah sakit?" Kenan menanyai Bibi yang sedang memasak.


"Tidak ada Tuan? apa Tuan mau makan?" Bibi pun balik bertanya.


"Tidak Bi, aku mau ke Rumah sakit sekarang, kalau ada telpon bilang saja aki menuju Rumah sakit." Pesan Kenan lada Bibi.


"Baik Tuan." Bibi pun mengantar Kenan ke depan teras.


Kenan pun melajukan mobilnya dengan ke cepatan di atas rata-rata.


Sementara Rado dan Nahla tampak mulai berkemas, mereka merapikan pakaian dan juga barang-barang lainnya, karena hari ini Ummi nya sudah boleh pulang.


"Sayang! aku antar ini dulu ke bawah ya, nanti aku balik lagi." Ucap Rado sambil berjalan menuju Pintu.


"Hemm" Hanya itu jawaban Nahla, Nahla sebenarnya masih kesal dengan Rado karena telah sembarangan menaruh Qia di kereta, namun karena Ummi Nana yang meminta untuk memberi kesempatan lagi padanya, maka jadilah dia mencoba berdamai dengan hatinya.


Tap


Tap


Tap


Rado pun terdengar sudah meninggalkan kamar dan tinggal Nahla dan Ummi Nana tinggal di kamar itu.


"Ummi, bagaimana kalau Nahla benar-benar tidak bisa hamil dan punya anak! apakah Rado juga akan meninggalkan Nahla?" Nahla bertanya pada Ummi dengan wajah terlihat sedih.


"Sayang! kenapa kamu berpikiran begitu? tidak baik negatif thanking duluan nak!" Ummi tampak tak suka mendengar ucapan menantunya itu.


"Tapi kan Mi, biasanya laki-laki itu mau punya anak, sudah banyak cerita kalau istrinya mandul dan di tinggal menikah lagi, padahal sudah menikah beberapa tahun." Ucap Nahla lagi.


"Sayang! kamu ngomong apa sih? lagian kamu itu tidak mandul! cuma sedikit sulit hamil, kalau kita berusaha lebih giat lagi, pasti kita bisa." Tiba -tiba Rado sudah berada di samping Nahla dan merangkul kepala Nahla, membawanya bersandar di Dadanya,karena posisi Nahla saat itu duduk di kursi.


"Pip? kapan datang, kaya hantu nggak kedengeran."Ucap Nahla sedikit gugup.


" Ayo! jangan berpikir macam-macam lagi, kita hari ini pulang ke rumah Ummi Ririn dulu ya, menunggu Rumah kita selesai di bangun, tinggal sedikit lagi." Rado pun menyuruh Ummi nya duduk di kursi roda

__ADS_1


dan meraka pun pulang bersama.


BERSAMBUNG....


__ADS_2