
Rado terlihat berbicara dengan ustadz sulaiman, Ustadz sulaiman terlihat kaget dan setelahnya tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Rado. Rado keluar dsn terlihat menelpon seseorang beberapa kali.
"Ummi, tolong siapkan Aula,kita akan kedatangan tamu hari ini." Ucap ustadz sulaiman pada istrinya.
"Iya Bi(abi)tapi tamu dari mana Bi?" Ummi bingung, biasanya suaminya itu memberi tahu sehari atau jauh jauh hari, tapi ini malah dadakan.
"Tunggu aja, ini semua kejutan." Ucap abi tersenyum.
"Pip, ayo pulang! ustadz pun kayak nya sibuk, aamang kamu pengen bicara apa?" Ujar Nahla mengajak pulang sudah 20 menit mereka di sana.
"Nahla, bisa bantu ummi di dapur?" pinta ustadz pada Nahla yang sedang gelisah duduk di sofa.
"Iya ustadz, tapi sebentar, Nahla pengen nelpon ummi di rumah dulu." Ucapnya. Ustadz mengangguk. Ternyata ini benar-benar kejutan buat Nahla.
Nahla pun membantu ustadzah Fatimah di dapur, menggoreng ayam, dan mengaduknya dengan sambal, setengah jam di dapur, terdengar suara tamu dari luar. Tapi kok Nahla kenal suara itu, suara yang tidak asing, Nahla pun menengok keluar.
"Nahla, ayo aduk aduk lagi nanti gosong!" Ucap ustadzah, belum sempat Nahla melihat siapa tamu itu.
"Maaf ustadzah, iya." dia pun kembali mengaduk-aduk ikan yang sudah ada di bumbu merah itu.
Tamu sudah duduk di Aula.
"Sayang! ayo kita ke Aula." ajak Rado.
"Ngapain pip, ini lagi bantuin ustadzah."jawab Nahla.
"Tinggalkan saja, matikan, itu sudah masak kok." Ucap ustadzah Fatimah.
Rado dan Nahla pun berjalan menuju Aula yang berada di samping rumah. Rado memegang erat tangan Nahla. Nahla tidak mampu menolak.
"Nggak enak ah di lihat nanti, eh kenapa tanganmu dingin sekali?"
Rado *******-***** genggamannya pada Nahla.
"Pip! ada apa? kenapa kamu terlihat gugup, emang siapa tamu ustadz?" Tanyanya lagi. Rado hanya diam, dia hanya tersenyum.
Ya Allah...
tampan sekali dia
Ucap Nahla dalam hati.
Sampai di depan pintu Aula.
"Ummi! Ummi Nana, Pa Kenan, paman?!" Nahla kaget bukan main, Nahla pun mendekati Umminya dan ingin duduk. Namun Rado menarik tangan Nahla.
"Tempatmu di sana!" Rado membawanya duduk didepan, tempat yang di lapisi hambal bulu putih.
"Sudah siap?"
Ada beberapa orang juga di sana.
"Nahla, sekarang ber-walilah pada pamanmu." ucap Rado
"Apa maksudnya?" Nahla benar benar bingung.
"Sekarang kita akan menikah! ayo cepat!"
"A...apa? ummi apa ini?" Nahla menatap umminya tak percaya.
__ADS_1
"Iya nak, karwna ayahmu tidak bisa datang, pamanmu yang akan menikahkan mu, kami sudah menelpon ayah tadi."Ucap umminya lagi.
" Hups, Rado." Matanya mendelik ke arah Rado, seakan bola matanya ingin di lompatkannya ke muka Rado, Rado hanya tersenyum.
"Siapa suruh buat hati ku kacau dan pura-pura amnesia." bisik Rado.
"Hah? jadi...?" Ooh jadi itu alasannya.
Gumam Nahla dalam hati.
"Ayo Nak kita mulai." Ucap ustadz sulaiman.
Paman pun jadi wali nikah Nahla 2 orang saksi kerabat ustadz sulaiman dan ada beberapa tetangga juga yang di udang bu fatimah dadakan.
"Saya terima nikahnya Nahla Kamila binti Abdullah dengan ..........Tunai."
ini sudah yang ke 3 kali, keringat bercucuran dari jidad Rado.
"Bagaimana sah?"
"Saaah!"
"Alhamdulillah cup " Rado main nyosor, dia sangat girang spontan mencium jidad Nahla.Nahla masih dalam kebingungannya.
Mereka pun makan bersama, selesai acara makan makan, mereka sedang berkumpul di teras untuk pamitan.
"Terimakasih banyak ustadz, kami sangat kaget ketika Rado menelpon dan menyuruh kesini, kami kira ada apa, anak ini benar-benar." Ummi menepuk nepuk lengan Rado, Rado hanya cengengesan, sementara Nahla masih terlihat shok. Kadang melamun juga tersenyum.
"Ayo sayang!" Rado menggandeng pundak Nahla, maklum Nahla kan mungil. tingginya cuma sampai kuping Rado.
"Kemana?" Tanya Nahla
mereka pun masuk ke mobil, seperti biasa, Nahla di bukakan pintu dan di tutupkan kembali bagai tuan putri.
Mobil mereka melaju di jalanan yang terlihat Ramai. Jam sudah menunjukan jam 18.30.
tiba-tiba Rado berhenti di sebuah toko baju di pinggir jalan.
"Aku tidak ingin ada banyak pertanyaan, ayo turun!"
"Belum juga bertanya." Ucap Nahla, namun akhir Nahla turun juga, dan mengikuti Rado.
"Mbak aku mau mukena dan baju tidur 5 stel buat istriku." Ucap Rado pada pelayan toko.
"Ngepain pip bal...."
"Sssst" Rado menempelkan tangannya di mulut Nahla.
"Aku sudah bilang jangan banyak pertanyaan."
"Tapi, buat apa baju tidur sebanyak itu?" Nahla tambah bingung aja di buat Rado.
"Aku mau ke toko sebelah, kamu tunggu disini." Rado pun melangkah pergi. Baru berangkat 10 menit Rado datang lagi.
"Kamu bawa uang nggak?" Tanyanya pada Nahla.
"Ada, berapa?"
"150 ribu saja."
__ADS_1
Nahla pun mengeluarkan uang 2 lembar.Rado pun mengambilnya dan pergi, beberapa saat Rado kembali membawa tentengan kecil.
"Mbak berapa semuanya?"
"450.000 tuan."
Rado mengeluarkan kartu nya dan menyerahkan pada karyawan tersebut.
"Maaf tuan, kami hanya bisa menerima uang cash." Ucap pelayan itu menyatukan tangannya tanda minta maaf.
"Ah, payah." Gumamnya.
dia pun melirik Nahla.
Nahla pun menarik tangan Rado.
"Aku punya uang cuma segini." Dia mengeluarkan uang dari tasnya, dia kan hanya seorang gadis, tidak mungkin bawa uang banak banyak. Sedang uang Cash Rado sudah habis dia belikan keperluan Rumah sakit dan makanan di rumah Laras.
"Apa di dekat sini ada ATM?" Tanya Rado lagi pada karyawan.
"Tidak ada tuan, sangat jauh."
"Baiklah, dengan terpaksa, belanjaannya di kurangi saja." Pelayan itu pun mengeluarkan 3 stell baju tidur. Uang Nahla hanya cukup 1 mukena dan 1 baju tidur.
"Sayang maaf, baru jadi istri sehari sudah di bikin malu." Ucap Rado sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Nggak papa, aku sudah kuat mental ko, tadi aja untung nggak jantungan di ajak nikah dadakan." ucapnya.
"Masa, jantungan? nggak mau ya di ajak nikah sama cowok ganteng." Godanya, mereka pun sudah sampai mobil dan masuk, melanjutkan perjalanan.
"Ke ge-eran." Nahla memalingkan wajahnya ke arah jendela.
"Eh tunggu! mau kemana? ini bukan jalan pulang!"
Nahla baru menyadari, mereka sudah jauh meninggalkan jalan menuju rumahnya.
"Mau cari ATM." Ucap Rado santai. Nahla percaya aja tuh hehehe. Sudah 20 menit mereka berjalan, Nahla pun terlihat terkantuk kantuk dan akhirnya tertidur.
"Sayang, kita sudah sampai." Rado membangunkan Nahla yang terlihat kelelahan.
" Euuuugh" Nahla menggeli*** ketika bangun tidur.
Cup
Ketika daratan ke**pan mendarat,di bi**rnya.
"Hey." Nahla terbelalak lagi karena kaget. *iuman pertama
"Hotel? kenapa ke hotel?" Ucap Nahla merasa aneh, melihat Hotel di depannya.
"Mau ngambil uang di ATM," Ucap Rado masih dengan suara santai.
"Oooh. Baiklah, aku tunggu disini saja." Ucap Nahla tanpa curiga. Namun tiba-tiba Rado membuka pintu mobil dan menarik Nahla.
"Tidak bisa, ayo ikut! aku harus bayar Hutang, aku akan menarik uang yang banyak, sakuku tidak cukup." Ucap Rado pada Nahla.
LARAS
__ADS_1
BERSAMBUNG....