Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Tamat


__ADS_3

5 tahun telah berlalu, tampak Nahla sedang asyik bermain dengan seorang bocah laki-laki di halamannya, tampak juga sang mertua sedang asyik menyiram bunga-bunga yang sedang bermekaran.


"Bagaimana usaha butik kamu? apakah berjalan dengan baik?" tanya mertua.


"Semuanya berjalan lancar. Alhamdulillah."


"Oh iya. Bukankah sore ini kita harus periksa ke dokter?" tanya Mertua.


"Iya Mi, aku sudah janji dengan dokter sore ini, akan cek kembali tentang kandunganku ini," sahut Nahla.


"Syukurlah, akhirnya kau bisa dipercayakan seorang anak, mudahan dia juga adalah seorang anak laki-laki, yang akan mewarisi semua perusahaan Rado." doa Ummi.


"Iya Mi, mudahan saja, tapi walaupun nanti aku mendapatkan seorang anak perempuan, itu juga tidak masalah Mi, yang penting dia sehat, mungkin satu hari nanti aku bisa mendapatkan anak yang banyak."


"Iya, ini adalah jalan Tuhan, walaupun sebelumnya aku sangat melarang kau untuk mengadopsi anak. Namun ternyata menghadopsi anak ini berhasil untuk memancing rahimu."


"Alhamdulillah Mi, mudah-mudahan karena anak yatim ini Rezki kita ditambah lancar, dan kita sekeluarga juga dalam keadaan sehat walafiat, amin."


"Halo Sayang, apa kabar?" Rado datang dan langsung memeluk sang anak Angkat.


"Papa beliin apa untuk Dika?" tanya Dika dengan merangkul sang papa.


"Ini Sayang, ada mainan yang kau minta kemarin kan? pesawat terbang dengan remote ajaib!" teriak Rado, sambil menggendong anak angkatnya itu.


"Papa, Apakah Dika akan memiliki adik?"


"Iya Sayang, sebentar lagi kamu akan memiliki adik, kamu harus sayang sama adik, dan nerbagi mainan ya!" nasehat Rado.


"Iya Pa, terima kasih telah di belikan mainan Dika," ucapnya.


Rando pun bersalaman dengan Ummi dan juga Nahla. Lalu dia masuk ke dalam dengan membawa Dika di gendongannya. Sementara Nahla mengiringi di belakang.


"Bgaimana dengan papa? Apakah sekarang dia sudah sehat?" tanya Nahl.

__ADS_1


"Iya, dia sehat-sehat saja kok."


"Terus bagaimana dengan mbak Laras? Gimana kabarnya sekarang?"


"Dia sudah tinggal di sebuah pesantren, bersama anaknya."


"Apakah Umi tidak mau kembali bersama papa?" tanya Nahla.


"Tidak, Biarkanlah. Sekarang kan Ummi sudah tenang, begitu juga Papa. Mungkin kalau Papa mau balikan sama Laras aku juga tidak melarangnya, tapi sepertinya Papa masih mengharap kembali sama Ummi," ucap Rado.


"Iya. aku sudah berulang kali membujuk Ummi, tapi dia tidak mau," ucap Nahla.


"Biar saja, yang penting sekarang kita sudah damai, asal kita tidak punya lagi dendam kepada mereka, kepada Laras dan juga Ayah."


"Bagaimana dengan adik Laras? Apakah tidak masalah kalau adik Laras diam di rumah umi Ririn kalau saat pulang dari pesantren?"


"Adik Laras sekarang pasti sudah pintar tentang agama. Biarkan saja dia di pesantren, kalau mau pulang dia boleh kok pulang kemari, ataupun pulang ke tempat Umi Ririn. karena kita semua sekarang adalah keluarga."


"Pipip mau makan ya?"


Nahla pun mengambilkan makanan untuk Rado, sementara Dika asik bermain mainan yang baru saja dibelikan oleh Rado di ruang tamu, dan Ummi pun masuk juga menemani Dika, wajah Ummi tampak teduh dan senang, tak ada lagi guratan kesedihan yang dulu pernah diukir kan oleh mantan suami, dia sudah bertekad tidak ingin kembali lagi kepada suaminya.


Nahla juga sudah di percayakan untuk hamil. Mudahan saja sehat sampai lahiran ya Thor🤣


Kebahagiaan itu datang setelah kesulitan.


Hari hari Nahla dan Rado di hiasi oleh kebahagiaan yang tak dapat di ukur oleh harta.


Nahla juga rutin setiap bulan berinfak ke panti asuhan untuk membantu yayasan yatim yang di bangunnya sendiri.


***


Seminggu sudah Nahla bak ratu yang sangat di agungkan di istana RdN. Karena Nahla baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Semua keluarga hari ini berkumpul untuk acara Aqiqah yang di hadiri ratusan anak panti asuhan yang di asuhnya.

__ADS_1


"Selamat ya Sayang, akhirnya kamu mendapatkan anak laki-laki, bisa jadi besan nih nanti, anakku juga lagi hamil anak pertama," ucap seorang tamu undangan yang juga terlihat kaya.


"Kalau jodoh takkan ke mana," sahut Ummi Rado.


Acara makan-makan sangat meriah. Beberapa Kyai pun di undang oleh Rado untuk acara aqiqah menamai anaknya, qori' dan juga ceramah.


Hingga sampai acara selesai.


"Sayang, setelah ini kita bikin anak yang banyak ya? Biar kita sering bisa kumpul sama anak yatim," bisik Rado sambil tersenyum mes**m pada Nahla.


"Emang harus Aqiqah ya mau kumpulan yatim. Dasar otak Pipip ih," geruti Nahla


"Haha."


Rado tertawa lepas dan memeluk sang istri erat. Berulang kali Rado mengecup pucuk kepala Nahla penuh syukur. Do'a terbaik tak henti hentinya dia ucapkan untuk sang istri yang telah memberinya amak itu.


...TAMAT...


Silahkan mamlir di karya lainnya.



Wanita bercadar biru


Pembunuh bayaran palsu perenggut keperawananku


3.cinta dalam do'a


4.Mendadak jodoh(wanita bercadar season 2)


5.Wanita satu malam


6.aku istri kedua bukan pelakor : ongoing

__ADS_1


Nikahi aku ustadz - ongoing



__ADS_2