Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Kasmaran


__ADS_3

Tampak Pa Kenan sedang berdiri di depan pabriknya, dia memandang cukup lama, tanpa dia sadari ada seseorang yang mendekat.


"Pa, maaf, kami tidak bisa menemukannya." salah seorang dari mereka berbicara serius, terlihat juga mukanya nampak ragu ragu dan takut.


"Sial! aku membayar mu mahal-mahal, hanya ini yang kalian katakan? pokoknya cari sampai dapat, aku tak perduli, meski harus masuk ke lobang serigala sekalipun!" Pa Kenan segera pergi meninggalkan mereka. Sepertinya mereka anak buah Pa Kenan yang disuruh mencari Laras"


'Rasain loe'


Dari balik pintu samping tampak Rado mengintip pembicaraan mereka.


Dring dring dring dring


("ello, Mas Tio.")


("Laras, kamu baik baik saja kan? kamu masih menepati janjimu kan? untuk tidak lagi menemui laki-laki itu?")


("Iya Mas, aku baik baik saja, ada apa? kenapa mas menanyakan itu? apa mas tidak percaya padaku?")


("Tidak, aku hanya khawatir Laras, baiklah, aku bekerja dulu, kalau perlu apa apa telpon saja ya, kalau aku tak mengangkat tinggalkan saja pesan.")


Rado tersenyum sinis. Dia sangat puas, akhirnya Laras benar benar sudah meninggalkan papa.


#


"Kakak! cepet dooong, masa dandannya lama banget? nanti acaranya habis kak." Rengek adik Laras.kayaknya mereka mau pergi ke undangan tuh.


"Bentar ah, ini lho Kaka kan baru belajar jilbab ini,gimana sih ini?" Terlihat laras memplintir-plintir ujung jilbab segi tiganya kesamping kiri dan kadang ke Kanan.


"Makanya kaka pakai kerudung kaya aku aja, instan ini kak." Ujar adik laras lagi sambil setengah berteriak.


"Klo kayak gitu kan untuk dewasa mahal dek, kita harus hemat, kasian Mas Tio kita bebani terus." Ucapnya lagi.


"Ayo! ini udah ah, gimana cantik nggak?" Laras berpose bak selebritis.


"Wow...kakak cantik banget, pasti kak Tio nggak bisa lepas dari kakak deh."


Mereka pun berjalan menuju tempat acara. Ternyata mereka menghadiri isro mi'raj yang di adakan di Musholla komplek tersebut.


Acara sudah dimulai ketika mereka baru datang. Ustadz pun mulai memberi tausiah tentang mi'raj nya nabi muhammad SAW .


Isra Miraj merupakan perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT dari masjidil haram di Mekkah menuju masjidil aqsha di Palestina, lalu naik ke langit di Sidratul Muntaha dalam waktu satu malam.


Beliau diperlihatkan nikmat surga dan para penduduknya.

__ADS_1


Beliau juga diperlihatkan kesengsaraan penghuni neraka dengan siksa sesuai keburukan mereka di dunia.


wanita ahli neraka yang dilihat Nabi Muhammad saat Isra Miraj


Wanita yang suka ikhtilat


Ikhtilat merupakan bercampur baurnya pergaulan antara laki-laki dan perempuan, sedangkan perbuatan tersebut termasuk salah satu dosa mendekati perbuatan zina karena ketidak mahroman.


ustadz mengatakan bahwa diantara penduduk neraka yang dilihat Rasulullah saat Isra Miraj adalah wanita-wanita yang suka memasuki tempat tinggal / lingkungan laki-laki.


mereka disiksa di neraka dengan digantung di bagian pay*daranya.


Banyak golongan lain penghuni neraka yang diperlihatkan kepada Rasulullah saat Isra Miraj.


Laras bergidik mendengarnya.


selama ini pergaulannya bebas,bahkan saat menikahi Pa Kenan dia sudah tidak perawan lagi, karena telah direnggut pacarnya waktu masih SMA.


"Astagfirullah." Ucap Laras lirih.


"Ayo pulang." Laras pun makin menetap ingin mengenakan hijabnya, apalagi dia punya tujuan hidup, yaitu Tio.


#


"Waalaikumussalam, eh Rado, masuk Nak!" ummi Ririn muncul masih mengenakan mukena.


"Nahla! ini ada calon suamimu?" Ummi pun memanggil Nahla. Dari balik pintu kamar Nahla pun muncul sambil menggunakan tongkat, karena kaki kanannya sekarang sudah tidak berfungsi.


"Calon? Ummi ada ada aja. Kapan aku punya calon? pacaran juga enggak!" Jawab Nahla singkat.


"Temenin dulu sana!" Titah ummi lagi.


"Nahla, kalau aku ada salah, maafkan aku." Rado pun mendekati Nahla dan ingin merangkul, untuk membantu Nahla berjalan, namun Nahla menepis tangan Rado.


"Au..." Namun tiba-tiba Rado menggendong Nahla dan membawanya duduk di kursi.


"Apaan sih?" Nahla sewot karena Rado menggendongnya tanpa permisi.


"Sayang, kalau begini terus aku bisa stres, tolong! ingatlah aku! kenangan kita! sama Ummi kau masih ingat, masa sama aku kamu nggak ingat sayang?"


Rado duduk di damping Nahla, dan memegang erat tangan Nahla, walau Nahla coba berontak namun tidak bisa, Rado begitu kuat.


"Lalu aku harus bagaimana? udah ah aku mau istirahat." Nahla berdiri dan mengambil tongkatnya.

__ADS_1


"Tunggu!" Rado tiba-tiba berdiri dan memeluk Nahla. Rado menangis, ya dia menangis sesunggukan, mungkin beban dia sangat berat, di lupakan orang yang hampir menjadi istrinya. Sudah 3bulan sejak itu Nahla sama sekali tidak mengingatnya.


"Lepaskan!" Nahla berontak, namun Rado tak melepasnya.


Eet tunggu. Kok Nahla juga menangis si balik pundak Rado, walau pun Rado tidak menyadarinya. Dia tampak mengusap sudut matanya dengan tangannya.


"Maaf kan aku." Ucap Rado, dia pun melepaskan Nahla dan langsung melangkah keluar. Dia pulang membawa hati yang tak tau seperti apa hancurnya. Sementara Nahla kembali ke kamarnya.


"Hua.......he ...e...e...e...e..." Nahla menangis di kamar, dia meredam suara tangisnya dengan bantal, ada apa? hanya tuhan dan author yang tau.hehe.


"Nahla, makan dulu!" Ummi memanggil dari dapur.Tak ada jawaban.


"Apa kau tidur?" Ummi Ririn masuk untuk memeriksa Nahla.


"Nahla pusing Mi, Ummi makan saja." Ucapnya, tangisnya sudah reda.


###


Rado tampak duduk didepan teras rumahnya, sesekali dia melirik kearah ponselnya.


("Zidan, aku ingin ketemu denganmu sekarang!")


("Apa tidak bisa di bicarakan lewat telpon?")


("Tidak bisa, ini penting!")


("Aku lagi beres rumah, baru pindahan, kalau nanti malam gimana? kesini aja, sekalian kau lihat rumah baru kami, ini juga rumah mu kok terimakasih ya, mama sangat berterimakasih, akhirnya kami punya rumah sendiri.")


("Baiklah! sampai nanti malam.")


"Rado! sudah makan?" Tiba-tiba ummi datang dan duduk di sebelahnya.


"Sudah Mi, oh ya Mi, apakah Nahla membenciku? kenapa dia sama sekali tidak mengingatku?" Rado terlihat sangat sedih.


"Yang sabar Nak, mungkin Allah punya rencana lain." Ummi coba menghibur Rado. Ummi pasti sangat paham dengan situasi hati Rado saat ini.


"Sampai kapan Mi? padahal pelaminan sudah di depan mata, kenapa dia malah melupakan ku?"


Rado terlihat benar benar putus asa .


"Mungkin belum sampai jodoh nak, coba aja terus dekatin Nahla, mungkin dengan begitu, dia bisa cepat ingat, tapi bagaimana dengan kaki Nahla."


"Rado tidak masalah Mi, walau pun dia cacat seumur hidupnya, Rado akan tetap bersedia jadi pelindungnya." Rado sangat sungguh sungguh.

__ADS_1


BERAAMBUNG...


__ADS_2