Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Bahagia


__ADS_3

Terlihat disebuah apartemen seorang wanita sangat bahagia. Dia tampak berbicara dengan seorang hadis kecil yang nampak sedikit menangis.


"Helo sayang, ini mama sayang, ini mamamu yang asli." Ucap wanita itu pada gadis mungil di hadapannya.


"Huek...huaek...huaek..mammmmmammah huak huak." Gadis itu menangis dan seperti memanggil mamanya.


"Laras, bagaimana kalau anak ini tidak mau diam? dia sudah bisa mengenali orang yang merawatnya, aku takut Apartemen ini akan ribut mendatanginya ucap Faris lada Laras.


Ternyata yang menculik Qia adalah orang suruhan Faris.


" Aku tidak perduli, meski aku harus ke penjara sekali pun, aku tak perduli." Jawab Laras judes.


"Aku takut Tuan Kenan akan menemukan kita, dia kan sangat berkuasa dengan uang yang melimpah," Tambah Faris lagi khawatir.


"Kamu jangan mengada-ada, kita jalani aja dulu" Ucap Laras,lagi.


"Huek...Huek...Huek...mmmmmammmammmamm." Qia terus saja menangis, sudah diberi berbagai macam makanan dan susu, namun dia tidak mau.


"Kami tidak akan keluar pada apartemen ini sampai Qia besar, agar orang tak ada yang bisa mengenalinya." Tambah Laras lagi penuh nafsu.


"Terserah kau saja, asal kalau terjadi sesuatu, mereka bisa menemukanmu, jangan libatkan aku dalam masalah ini." Faris pun tampak merasa bersalah karena sudah menuruti kemauan Laras. Dia pun pergi mandi dan membersihkan diri.


Ceklek


Pintu kamar mandi dibuka. Dan keluarlah Faris dengan hanya menggunakan handuk.


"Malam ini mungkin aku tidak pulang, banyak kerjaan yang harus diselesaikan akhir tahun ini!" Faris pun bersiap siap untuk berangkat kerja.


"Baiklah, aku akan berusaha untuk menjinakkan anak ini, nanti kalau dia lapar, mungkin dia akan mau dodot botol."


Terlihat Qia tertidur, mungkin dia sudah cape nangis dan merasa lelah


Rado, aku yakin, sekarang kau dan Nahla pasti menangis darah hahaha

__ADS_1


Batin Laras.


🌹🌹🌹


Sementara Nahla, dia sangat marah pada Rado. Dia pun tak ingin bicara dengan Rado, walau Rado membujuknya berulang-ulang.


"Sayang, tolong maafkan aku, aku tidak bisa begini? aku bisa stres sayang, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaikinya, aku berjanji, aku akan menemukan Qia secepatnya."


Nahla diam seribu bahasa. Dia benar-benar sangat kesal dan marah karen kelalaian Rado yang meletakkan dan meninggalkan Qia di kereta hari itu.


"Nahla, ummi pengen tau, sejak kapan kau mengetahui kalau Qia adalah anak Kenan?" Ummi Nana terlihat murung. Sesekali dia pun menyeka air matanya yang menetes tak terkendali di ujung matanya.


"Ummi, maafkan Nahla, sebenarnya Nahla tak ingin menyembunyikan ini dari Ummi, Tapi karena kami takut Ummi akan sangat sakit, maka kami menundanya untuk memberi tahu Ummi." Nahla lun meraih tangan Ummi Nana dan menggenggamnya erat di dadanya.


"Siapa wanita itu? kenapa dia tidak merawatnya sendiri? kenapa kalian yang merawatnya?" Ummi terus saja mendesak untuk mengetahui semua rahasia yang Rado pendam.


"Mi, tolong tenang dulu, Ummi harus istirahat, kalau Ummi sudah sehat dan kembali seperti semula, Rado janji akan memberi tahukan semuanya pada Ummi" Rado pun ikut membujuk.


"Tidak, kalau semuanya jelas, aku akan berusaha biar kuat, tapi kalau aku tidak mengetahui semuanya, mungkin aku akan mati penasaean, hik hik hik." Akhirnya ummi pun mengeluarkan suara tangisannya. Sakit yang dia rasakan terasa lebih sakit lagi di hati Rado yang selama ini berusaha untuk menutupi semuanya dari Umminya.


"Ummi masih ingatkan, waktu Nahla kecelakaan dan pura2 lupa amnesia?" Ummi Nana mengangguk.


"Itu saat Nahla melihat Rado berdua dengan wanita itu di dalam mobil mi, Rado juga tidak pernah cerita pada Nahla tentang semua itu, hingga Nahla pun sempat salah paham pada Rado." Nahla lun terdiam, dan menatap Ummi Nana


"Rado berusaha memendam sendiri penderitaannya itu, bahkan Rado sempat ingin menikahi wanita itu Mi, dia bahkan siap kalau harus kehilangan Nahla selamanya." Nahla pun akhirnya menangis menceritakan semuanya.


"Jadi, kau dulu pernah bertanya tentang anak tiri yang menikahi ibu tiri, karena wanita ayahmu itu?" Tanya Ummi pada Rado.


"Iya Mi, Rado sangat putus asa saat itu, karena Rado selalu membuntuti Papah, namun setelah Rado pura pura memacari Wanita itu, tapi mereka tetap sering bertemu, makanya Rado nekat akan menikahinya." Rado pun menundukkan kepalanya.


"Mi, tolong bujuk Nahla untuk Rado, Rado tidak mau lagi kehilangan dia." Rado memegangi tangan Ummi nya dan berharap bisa membujuk Nahla untuknya.


"Nahla, setelah kehilangan Qia, apakah kau juga rela kehilangan Rado? jangan tunggu kesabarannya habis untuk membujukmu, maka kau pun akan kehilangan 2 orang sekeligus." Ucap Ummi membujuk Nahla.

__ADS_1


Nahla pun mendekat dan memeluk Ummi, Ummi tersenyum.


"Sayang, mau kan maafin pipip, please!" Rengek Rado lagi sambil jongkok dan menempelkan kedua tangannya di dada. Nahla pun mengangguk.


"Terimakasih sayang." Rado pun memeluk istrinya.


"Rado, apakah rumahmu yang di halayung sudah selesai di bangun?" Ummi menanyai Rado dengan mimik serius.


"Belum mi, belum di bersihkan, emang kenapa mi? apa ummi mengusir kami, karena rumah itu hadiah perkawinan ku untuk Nahla." Ucapnya lagi.


"Kau ini! apa aku ini seperti orang tua jahat, yang tega mengusir anaknya begitu saja, aku ingin pindah kesitu secepatnya, aku tak mau pulang ke rumah lama, atau kau jual saja rumah itu dan bagi dua, lalu kita tinggalkan semua kenangan yang ada di sana." Ummi terlihat muram.


"Baiklah Mi, siang ini juga aku akan menyuruh mereka membereskannya.


Rado pun pamit dan meluncur ke lokasi MINSION nya yang baru.


🌹🌹🌹


Rado berdiri menatap MANSION mewah nya, dia menghabiskan 2M untuk menyelesaikan, semua itu.



" Paman, aku mau Rumah ini sudah selesai dalam satu minggu ini, senin depan kami sudah, menempatinya." Titah Rado pada paman kuli bangunan tersebut.


"Baik Tuan muda, kami akan menyelesaikannya dalam 3 hari, tinggal ngecat dapur dan membuang sisa-sisa bangunan." Ucapnya lagi.


"Baik paman, terimakasih banyak untuk semuanya, mudahan kalian sehat, hingga bisa selesai,tepat waktu, oh ya, ini ambilah!" Rado pun memberikan segepok Uang pada mereka.


" Apa ini Tuan! Bukankah Tuan,sudah melunasi upah kami?" Salah satu tukang pun bertanya.


"Anggap saja itu bonus terakhir dari saya." ucap Rado lagi. Rado pun pamit dan kembali ke rumah sakit.


Dia terkejut saat melihat orang berkerumun di muka kamar tempat ibunya di rawat. Kenan juga tampak di antara orang-orang yang berkerumun itu, dia terlihat frustasi dan sesekali menjambak rambutnya sendiri. Rado pun berlari menghampiri dan menerobos masuk kedalam.

__ADS_1


"Ummi, Ummi." Rado mengguncang guncang Tubuh Ibunya histeris.


BERSAMBUNG....


__ADS_2