
Rado pun senyum senyum, Nahla tampak bingung melihat suami dadakannya itu.
sebenarnya apa yang terjadi?
gumamnya dalam hati.
"Pip, ada yang aneh ya? kok malah pipip senyum senyum sendiri sih?" Tanya Nahla, dia merasa heran, melihat tingkah suaminya itu.
"Kalau aku cerita, kamu shok nggak ya?" Rado menggoda Nahla, semakin membuat Nahla penasaran.
"Apaan sih pip? cepat katakan! kalau nggak aku lompat nih?" gertak Nahla becanda.
"Emang kamu berani lompat? apa nggak takut mati masih virgin? nggak ngerasain tuh syurga dunia!" ejek Rado sambil tersenyum licik.
" Yeeee...di Syurga juga ad ko bidadara,emang pipip aja yang gantengnya selangit, di syurga juga banyak tuh" Nahla tak mau kalah
"Emang kalau mati bunuh diri masuk syurga juga ya? oooh...berarti kamu mengakui dong kalau pipip ini gantengnya selangit, kamu bekal tak bisa berkutik, kamu nggak akan bisa kelain hati meski pipip sudah mati kan? bisa bisa kamu bikin rumah tuh di atas kuburan pipip?" Rado makin usilin Nahla aja tuh.
"Nggak baik ngomongin mati, pipip juga belum ngerasain syurga dunia kan? atau pipip pernah jajan ya, hayooo ngaku?"
" Ish, apaan sih? emang aku tampang Mesum ya, begini begini juga aku tau agama, walau pun nggak mondok, dulu ummi mau mondokin aku, tapi papa melarang, katanya nggak tega."
"Eh pipip tadi bilang ngeliat lebih, maksud pipip apa?" Nahla sangat penasaran.
"Hemmmm, kasih tau nggak ya? aku takut nih bakal di gebokin!" Rado pun tertawa lagi.
"Apaan sih pip? bikin sangat penasaran aja?" Nahla terlihat cemberut.
"Kalau aku kasih tau! kamu bekal kasih aku jatah nggak?" Rado menggoda Nahla dengan menaikkan kedua alisnya.
"Ish, Benar-benar muka mesum." Nahla memajukan bibirnya beberapa senti.
__ADS_1
Rado pun memandang lepas ke jalanan yang disusurinya. Dia menarik napas dalam dan menghempaskan nya.
"Ish, pipip bingung deh ,yang kaya mau perang aja." cetus Nahla lagi.
"Siap siap ya, janji! aku jangan digebukin."
"Tergantung." sahut Nahla cuek.
"Emang kamu kalau mandi nggak pernah kunci kamar mandi ya?" Rado coba mengorek kelakuan Nahla kalau lagi mandi.
"Kata siapa? di kunci ko!" jawab Nahla masih santai.
"Trus, tadi kenapa tidak,di kunci?"
Deg
Jantung Nahla berdetak cepat.
jangan-jangan tadi dia ngintip ya.
sadarnya pas mau keluar.kok nggak di kunci.
Batinnya
"Kata siapa? di kunci ko!" Nahla berbohkng.
"Kalau bohong dosa lho hi....hi." muka Rado tu bener-bener terlalu menggoda Nahla.
"Iya tau ah." Nahla mulai tak enak.
"Aku tadi sempet masuk kekamar mandi, saat kamu ketiduran di bathub...da..."
__ADS_1
Buk Buk Buk
"Dasar mesum" Nahla tiba-tiba memukuli pundak Rado tanpa ampun.
"Aau sakit, hentikan"
Ciiiit
Bruk.
Rado kehilangan kendali, untung mobilnya pelan hanya menabrak pohon di pinggir jalan.
"Aaaa....." Nahla pun kaget dan berteriak sangat nyaring.
Rado pun turun dan memeriksa mobilnya.
hancur deh tu mobil mewah papanya. Walau hanya bagian lampu
"Kenapa Pip, rusak ya? maaf." Wajah Nahla memalas.
Rado pun kembali Naik ke mobil. Dan melihat wajah istrinya yang terlihat berubah.
Cup
Tiba tiba Rado mengecup pipi istrinya dadakan.
"Pip, maaf." Kalau biasanya dia akan marah, kalau di cium dadakan, kali ini dia hanya diam, dia merasa bersalah.
"Tak masalah, walau mobil ini hancur pun tak masalah. Yang penting kita selamat."
Rado pun kembali menjalankan mobilnya.
__ADS_1
"Trus tadi pipip ngapain masuk kamar mandi?"
Nahla masih penasaran.