
Rado pun tiba dikediaman Zidan, walau pun bukan perumahan elit, tapi karena mama Zidan senang menanam hiasan yang indah dan terawat, jadilah Terlihat Rumah elegan dan menawan, sangat sejuk di pandang mata.
"Assalamualaikum, Zidan!" Rado berdiri di depan pintu.
"Eeh tuan muda, silahkan masuk!"
Mama Zidan menyambut dengan hangat kedatangan Rado, usianya mungkin lebih tua dari ummi nya, terlihat banyak keriput di sana sini.mungkin juga karena kurang perawatan, maklum beliau hanya seorang pedagang kaki lima. Sejak ditinggal Ayah Zidan menikah lagi. Maka mama nya lah jadi tulang punggung keluarganya.
"Mama, jangan panggil begitu, nggak enak ma!panggil saja Rado." Ucap Rado sedikit canggung karena dipanggil Tuan muda.
"Hey,Rado! selamat datang di Rumah kami, tentunya Rumah kamu juga." Sambut Zidan dan mereka pun duduk di lantai Ruang tamu. Di atas keramik yang dingin.
"Maaf Do, kami belum selesai beres beres ini, jadi masih berantakan." Ucap Zidan lagi.
Mamanya Zidan menyajikan minuman panas dan biskuit.
"Itu barang barang didepan mau di masukin juga?" Rado melihat masih ada lemari peot dan juga Rak piring besi yang karatan dan barang barang lainnya yang terkesan tidak layak pakai lagi.
"Iya, kata mama masih bisa di pakai lagi, padahal sudah ada yang bolong, atau karatan." tambah Zidan sedikit rasa malu malu.
"Ma, apakah ada yang pengen mama beli? Ayo, kita ke pasar aja!" Ajak rado
"Nggak Nak, yang ini aja sudah cukup." kata mama Zidan lembut, terlihat dia seorang ibu yang penyayang. Sama seperti ummi.
"Zid,aku pengen bicara serius ama loe!" Rado memandang mata sahabatnya tajam, seakan akan ingin mencari sesuatu yang hilang.
"Serius amat sih loe, bikin gue deg deg kan aja." Zidan terlihat kikuk di pandangi seperti itu.
"Aku serius Zid, tapi ini bukan paksaan lho,aku hanya meminta permohonan, kalau kau menolak, tidak masalah." Rado tampak menghela nafas dalam.
"Maukah kau menikahi ibu tiriku?"
"Apa!? gila loe ya." Zidan kaget bahkan sampai dia pun membenarkan posisi duduknya.
"Aku memang gila." Muka Rado memprihatinkan, dia terlihat lelah.
"Do, coba minta permohonan yang lain dooong?" pinta Zidan.
"Aku dalam delima besar Zid, Laras sedang hamil."
"Apa? jadi kau menyuruhku menikahi wanita hamil? ini lebih parah lagi nih, dasar loe, apa loe mau menjebakku? pernikahan apa itu? berarti gue bakal jadi bapa dari anak papa loe? bener-bener ini."
Zidan sangat terkejut, bahkan dia histeris mendengar, Laras hamil, bahkan dia sampai menunjuk nunjuk muka Rado karena disuruh menikahi Laras.
"Aku tidak memaksamu Zid,setidaknya aku berusaha untuk menyelamatkan pernikahan ummi dan papa, aku akan berusaha selagi aku punya harapan, kalau saja aku bisa menikahinya, mungkin Nahla pun akan aku korbannya demi ummi Zid"
"Kenapa tak kau nikahi aja Laras, Nahla tidak akan tau kan? kalau kita tutup mulut."
__ADS_1
"bukan itu masalahnya Do, ummi bilang, mana boleh bekas lobang papa dimasuki oleh anaknya."
"Serius ummi ngomong gitu? emang loe bilang klo itu istri papa loe?" Zidan tersenyum sambil bertanya. Geli mungkin mendengar 1 lobang untuk berdua.
"Yee...mana berani aku bilang klo Papa punya WIL"
"Oooh kirain, tapi nggak, aku nggak mau!"
"Baiklah! kalau nanti kau berubah pikiran, ini alamat wanita itu, mungkin kau mau melihat kondisinya." Rado memberikan secarik kertas dan menuliskan alamat di situ.
"Tapi kalau kau benar benar tidak mau, nggak papa ko, aku akan cari jalan lain, aku pulang dulu,sekalian mau nemuin Nahla dulu, Ma...Rado pulang...Asslamualaikum."
"Waalaikumsalam."
🌹🌹🌹
Laraaaas....dimana kau? sudah 2 bulan ini aku mencarimu, tapi kau masih tidak bisa ku temukan.
Bathin Pa Kenan sedih.
"Pa,kenapa melamun?" Tiba-tiba ummi mengagetkan Pa Kenan yang sedang duduk di teras depan.
"Nggak Mi, lagi mikirin posisi Rado aja, sekarang ini kan dia cuma nggak karuan, suka suka dia mau duduk dimana." Ucap Pa Kenan sama ummi.
"Ini Pa kopinya." Ummi menyajikan kopi hangat di meja, karena hari ini libur, sejak Laras menghilang, Pa Kenan hanya diam di rumah saja sejak 2 bulan ini.
"Cuih cuih, apa ini Mi, panas! apa ummi mau membakar mulutku."
Pa Kenan menghempaskan gelas ke piring kecil yang ada di atas meja.hingga piring itu belah jadi dua.
"Papa!" Pekik ummi kaget,tak biasanya suaminya bersikap kasar seperti itu.
Pa Kenan berdiri dan pergi meninggalkan ummi masuk ke rumah,beberapa saat berikutnya.
"Pa, mau kemana?"
"Keluar cari angin segar."
Ummi hanya memandang kepergian suaminya sedih. Dia pun mebereskan pecahan kaca dan membawanya masuk.
🌹🌹🌹
"Assalamuaikum, Mi." Nampak Rado berdiri dipintu Ummi Ririn sambil celingukan mencari penghuni rumah.
"wa alaikumussalam, ada apa kau datang kesini lagi?" tiba tiba Nahla muncul di tengah tengah ruang tamu dengan wajah masam.dia benar benar tidak suka kalau Rado terus saja menemuinya.
" Aku hanya mengantarkan mobilmu sayang" Rado pun masuk dan duduk di sofa.
__ADS_1
"Kenapa masuk!aku tidak menyuruhmu masuk!"bentak Nahla sadis.
" Nahla, aku ini calon suamimu, walau kau sekarang sedang amnesia tentang kjta,setidaknya hargai perasaanku,aku sangat tertekan Nahla" Rado menatap mata Nahla mengharap balas kasian.
"Mobil?apa kau bilang tadi mobil?apa mobil itu yang membuat aku begini?" Nahla benar benar lupa apa yang terjadi.
"Baiklah, kalau kau tidak suka mobil itu,aku akan menjualnya, dan akan membelikan yang baru untukmu, asal kau bisa menerimaku, mari kita mulai dari awal." Ucap Rado lagi.
"Benarkah kau akan mengganti mobil baru?dengan begitu kau pikir aku bisa menerimamu?coba saja, mungkin saja kau beruntung." Nahla pun pergi menuju kamarnya.
"Nahla, apa kau benar benar melupakanku? bagaimana kau bisa melupakanku?" Rado berdiri dan mendekat, dia pun sudah berdiri dihadapan Nahla.
"Awas minggir, aku mau istirahat!" Bentak Nahla lagi.
"Tidak! aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu.entah mengapa, walau aku tidak begitu yakin, tapi aku berharap kau bisa mengingatku kembali." Rado pun pamit
Nahla Pun masuk ke kamarnya
kamarnya, dia sudah tidak bisa membendung air matanya, dia hempas kan tubuhnya ke kasur dan menangis sepuasnya, dia ingat, di hari itu.
#flashback#
"Kakak, kalau nanti kakak menikah, kakak punya dede bayi yang banyak ya?biar nanti Aisa yang nemenin." Celotih Ais
"Kamu tu ya ada ada aja, emang kamu bisa ganti in popok adek bayi? goda Nahla
" Yee, klo itu kan urusan kaka sama mama, Aisa nggak sabar deh nunggu entar siang, kaka Rado yang ganteng bekal diam sama kita. Biar ada yang jagain kita."
Tiba-Tiba Nahla melihat Rado bersama seorang wanita di dalam mobil. Wanita itu begitu mesra, dia menyandarkan kepalanya di bahu Rado.
"Kakak, awas kak kakaaaak....
Bru.k
#flashback end#
"Aisa....hik hik...hik...maafin kaka dek, gara-gara laki laki brengs*k itu, kita mengalami kecelakaan, kaka harus bangkit, kaka akan berusaha agar kaka bisa berjalan." Nahla terus saja menangis di kamarnya, hingga dia pun tertidur.
"Nahla...bangun nak, ayo kita siap siap!" ummi Ririn menggoyang goyangkan tubuh Nahla pelan.
"Masih ngantuk mi,jam berapa?"
"jam 14.40 nak"
"Ha?!....mi ! hari ini jadwal terapi, bentar." Nahla pun langsung bangun dan masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi dan berganti pakaian.
Nahla kamela
__ADS_1
BERSAMBUNG....