Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)

Menikahi Selingkuhan Papah(Rencananya)
Nikah Dadakan


__ADS_3

Laras dan 4 laki laki didepannya terlihat merapikan duduk mereka. Laras yang terpaksa duduk di samping Faris terlihat cemberut.


"Sudah siap?" Laki laki separuh baya memandang Faris dan Laras bergantian


"Siap! Laras seperti yang aku bilang, aku akan menikahimu sebelum menggaulimu.


Laras hanya terdiam, ada banyak pertanyaan di kepalanya, namun ketika melihat lelaki di depannya, dia juga sedikit senang, karena laki laki itu sangat tampan, mungkin dia berdarah LA atau inggris๐Ÿ˜ƒ


"Kita mulai." ucap lelaki paruh baya itu. Ijab kabul pun di lakukan, dan setelah beberapa lama, acara ijab kabul selesai.1 orang penghulu dan 2 saksi segera pergi, tinggal lah Laras dan Faris yang duduk di Lantai.


"Sekarang kau sudah resmi menjadi istriku, aku ada meeting malam ini, jadi aku tinggal sebentar, ketika aku datang, kau sudah menyiapkan dirimu." Faris beranjak pergi keluar kamar dan mengunci pintu.


Apa ini? siapa sebenarnya laki laki itu


siapa yang menjualku?


Laras terus bertanya tanya tentang apa yang terjadi padanya.


Namun tak mendapatkan jawaban. Dia merias wajahnya di depan cermin menggunakan bedak dan lipstik yang ada di tasnya waktu itu.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Faris! bagaimana?" Seorang laki laki mendekati Faris dan duduk di depan meja Faris.


"Pa! semuanya sudah sesuai rencana." jawab Faris.


"Apakah kau menyukai wanita itu? apakah dia cantik?" laki laki itu kembali bertanya.


"Iya pa, sangat cantik." jawabnya lagi, terlihat dia pun tersenyum senang.


"Apakah kau berencana membawanya keluar dari sana? dan memulai hidup baru, dia juga sudah mempunyai Rumah, kalian bisa memulainya dari awal. " laki laki itu antusias sekali memberi saran.


"Belum tau pa, apakah dia mau, karena perjanjian awal kami menikah karena aku tidak mau berbuat zina, seperti nikah kontrak gitu." Faris terlihat sedikit mengernyitkan dahinya.


"Kau rayu saja dia pelan pelan, mungkin saja dia akan jatuh hati, apalagi wajahmu yang sangat tampan, tapi ingat! apa pun yang terjadi, kau tidak boleh membongkar kedok ku ya?" Tekan bosnya pada Faris


"Baik pa, terimakasih."


Laki laki yang dipanggil Bos itu pun berlalu menuju ruangannya


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


CKLEK


"Kau sudah datang? Ayo kita lakukan, aku sudah siap, tapi kau janji, setelah ini kau akan melepaskanku " Laras berdiri dan mendekati Faris.


"Aku mau mandi dulu." Faris pun menuju kamar mandi


Byur Byur.....


Cklek

__ADS_1


Laras terlihat duduk di tepi ranjang kaget, melihat Faris keluar hanya menggunakan handuk yang sangat pendek. Dadanya bergemuruh antara takut dan terpesona.


"Apa kau tidak mau tau sesuatu,mungkin siapa aku,dari mana,pekerjaan dan lain lain?" Tanya Faris.


"Ya, sebenarnya siapa kau? kenapa kau menikahiku? bukankah kau bilang kau telah membeliku dari seseorang?"


Faris duduk di samping Laras dan memandang wajah cantik itu.


"Aku bekerja di sebuah perusaan, saat ini aku baru pindah ke kota ini karena di roling, aku tidak punya teman, juga siapa siapa di kota ini."


"Bagaimana dengan keluargamu, istri atau bahkan anakmu?" Tanya Laras lagi penasaran.


"Haha..lihat aku, apa aku terlihat seperti sudah beristri?" Faris mendekatkan wajahnya ke wajah Laras, Laras gugup hanya terdiam.


Namun wajah itu semakin mendekat.


Ah sial, aku tidak bisa mengendalikan naf**ku.


Bathin Faris


Cup cup


Faris kaget tiba tiba Laras mengecup dan me**mat bibir Faris dan memainkan lidahnya di sana. Bukankah Laras sudah lama kekeringan karena batal menikah dengan Rado๐Ÿ˜ƒ


Malam itu pun mereka menghabiskan waktu dengan bergulat.....


Matahari mulai mengeluarkan sinarnya.


Suara Alarm membangunkan Laras dan juga Faris.


"Jam berapa?" Tanya Laras tanpa membuka matanya


"Jam 05.00, ayo mandi!" jawab faris


"Eeeeah, bentar lagi." Laras pun memeluk erat tubuh Faris yang sama sama masih te**njang, hanya di balut selimut tebal.


"Hah, siapa kau?!" Tiba tiba Laras duduk dan terkejut. Emang dia kira tuan Kenan atau Rado kali ya๐Ÿ˜ƒ


"Aku suamimu? emang siapa lagi?" Faris kembali bertanya


Laras mengerucutkan bibirnya.


Pantesan agak kurusan ternyata bukan dia


Gumam Laras.


Faris pun berdiri dan menuju kamar mandi tanpa sehelai benang pun, karena selimut sudah di borong laras efek kaget tadi.


Wow tinggi dan tampan sekali dia.


Laras pun senyum senyum memandangi punggung Faris. Namun tiba tiba Faris berbalik.

__ADS_1


"A...ada apa?" Laras malah panik melihat Faris menghampirinya dan memperlihatkan seluruh bagian depan tubuhnya, Laras pun menutup mukanya dengan selimut.


"Ayo mandi, jangan memandangiku saja." Ternyata Faris melihat Laras yang sedang memandang menikmati tubuhnya, lewat pentulan kaca cermin.


"Au, jangan, nanti saja." Laras menjerit saat tangannya di tarik paksa.


"Tidak, ayo!"Faris menarik selimut dan menggendong Laras. Laras tidak berdaya, wong laki laki ini tingginya 180an sedang Laras cm 150an.


Sampai dikamar mandi Laras diletakan di ruthtub, Faris pun menghidupkan air dingin setelah banyak lalu menghidupkan air panas. Dia pun ikut masuk.


Faris memandang lekat dan intens mata Laras.


"A..ada apa?" Laras gugup sambil menyilangkan tangannya di dada


"Apa kau mau hidup denganku selamanya?" Faris mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling bersentuhan.


"A...aku sudah..... mempunyai anak ....yang baru berumur 3bulan." ucap laras gemetar.


"Kita rawat bersama." Faris pun mendaratkan kecupannya lagi di bi*ir Laras. Hingga Laras tak bisa menjawab pertanyaan Faris. Mereka menikmati mandi bersama, dan mengulangi satu ronde lagi sampai selesai.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Papa mau kemana? kalau mau pergi bawa sopir saja." Ummi mendekati papa yang sudah berdiri di ruang Tamu dengan berpakaian rapi.


"Papa mau ke kantor dulu Mi! sudah 3bulan ini Papa tidak mengunjungi kantor." jawabnya.


"Tenang saja pa, Rado sudah menghandle semua pekerjaan kantor." Tiba tiba Rado keluar dari dapur di ikuti Nahla dari belakang.


"Pip, apakah aku boleh bekerja di kantor pipip mungkin jadi sekretaris Pipip." Nahla menggandeng tangan suaminya mesra.


"Tak usah sayang! kamu cukup di rumah temenin ummi, kasian ummi sendirian, oh ya, seekali ajak ummi ke mall, kamu kan sudah berani lagi, bawa mobil?" Rado memandang wajah cantik istrinya.


"Iya deh pip, Ummi hari ini kita belanja yu!?"Tiba tiba Nahla langsung mengajak ummi belanja. Mentang mentang sudah di beri izin.


"Iya, biar suami suami aja yang kerja, istri mah bebas ngehabisin uangnya kan?" Goda ummi sambil memandang wajah Pa Kenan dan Rado.


"Ummi bisa aja, nggak papa ko habis,al asal sering sering diberi jataaah." Rado menaikkan alisnya berulang ulang, sambil melihat ke arah Nahla.


"Yee, omes " Ucap Nahla spontan dan wajahnya pun jadi merona.


"Haha....oke, aku berangkat dulu." Rado mencium jidad istrinya dan mengelus perut Nahla mesra.


"Sayang cepat datang ya?"


"Ha...?datang?" Nahla bingung


"Bayinya biar cepet datang kesini." Rado mengelus lagi perut Nahla.


"ooooh...aamiin" Doa Nahla.


Rado juga salim sama Ummi dan mencium takzin punggung dan,talak tangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2