Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Hari libur


__ADS_3

Sesuai dengan kesepakatan Aryo menunggu Airin ditaman kota dan Airin pun datang tepat waktu.


"Ayo naik" pinta Aryo setelah melihat airin telah sampai


"kita mau kemana yo?"


"udah naik aja dulu ntar juga bakal tau kita mau kemana"


"tapi motor ku gimana dong?"


"dititipin sini aja dulu tadi aku udah bilang sama tukang parkirnya kok"


"ohh oke"


Airin langsung menaiki motor Aryo untuk langsung bergegas menuju tempat yang entah kemana Aryo bakal membawanya.


butuh waktu 2jam untuk sampai ditempat tujuan, ternyata Aryo membawa Airin kesebuah kebun teh yang membentang luas nan indah dengan pemandangan gunung yang menambah keindahannya. hawa sejuk nan dingin seketika merasuk ketubuh airin meski ia sudah mengenakan jaket.


"kamu kedinginan Rin"


"enggak kok, ehmmtt cuma dikit mungkin belum terbiasa aja"


"ini pake jaketku aja" sambil melepas dan mengulurkan jaketnya


"gak usah yo aku gak papa kok" mendorong jaket Aryo yang telah diulurkan.


"nanti kalau dingin bilang ya" jawab aryo


"iyaa"


"yaudah yuk jalan"


Airin hanya mengangguk dan mengekor dibelakang Aryo karena jalan yang mereka lewati hanya jalan setapak jadi tidak bisa berjalan beriringan.

__ADS_1


mereka akhirnya sampai disebuah gubuk ditengah tengah kebun teh yang membentang.


"kita duduk2 disini aja ya Rin"


"iya yo" Airin memilih iyain aja karena dia memang tidak tau tempat ini


"kita mau ngobrolin apa yo kenapa harus sampai kesini" tanya airin to the point.


"aku pengen tanya sesuatu sama kamu"


"soal?"


"pertunangan kamu"


Deggg


seketika jantung Airin seperti hendak berhenti memacu.


"jadi itu bener Rin kalau kamu udah tunangan?"


Airin tidak mampu menjawab dia hanya menunduk dan mengangguk pelan.


"Kupikir aku masih punya harapan tapi ternyata harapanku hanya harapan kosong"


Airin seketika mengangkat wajahnya dan mendapati wajah Aryo yang tengah kecewa dan dalam hati dia juga merasakan sakit yang teramat dalam.


"aku minta maaf yo karena udah gak jujur sama kamu dari awal"


"kamu gak salah rin tapi aku yang salah yang tidak menanyakan tentang dirimu dari awal, mungkin kalau aku tau lebih awal bahwa kamu sudah ada yang punya, aku mungkin tidak perlu menaruh harapan"


Airin kembali menunduk dan matanya mulai berkaca kaca


"Aku minta maaf sudah memberi mu harapan kosong" dengan air mata yang mulai menetes pelan dipipi mulusnya.

__ADS_1


Aryo menoleh karena mendengar suara Airin yang bergetar


"Airin kamu jangan menangis kamu tidak perlu menangisi ini semua"


"Aku benar benar merasa bersalah sama kamu yo"


"kamu gak salah Rin, ini hanya waktunya saja yang tidak tepat, andaikan aku mengenalmu lebih dulu mungkin situasinya akan berbeda".


"Rin aku ingin tanya sama kamu, apa kamu juga cinta sama aku?"


dan lagi lagi Airin tidak mampu menjawab dia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Aryo


Aryo menarik napas panjang


"kenapa semua jadi begini"


"tapi aku gak bisa batalin pertunangan ini yo" tangis airin semakin pecah


"aku tau Rin aku juga gak ingin menyakiti tunanganmu,orang tuamu, calon mertuamu dan semua yang terlibat tentang hidupmu"


"tapi aku juga sakit menjalani ini yo"tangis Airin tidak bisa dia hentika


Aryo memegang kedua bahu Airin "denger Rin kita gak bisa egois hanya mementingkan perasaan kita Andai kita tidak bersama itu menyakiti hati kita tapi kalau kita bersama itu akan menyakiti lebih banyak hati"


Airin hanya mengangguk


"Airin aku iklas menikahlah dengannya karena dia yang lebih dulu memilikimu dia yang lebih pantas untuk kamu"


Dan kini Airin tidak mampu berkata kata dia hanya menunduk dan menangis tersedu.


"Airin aku minta maaf kalau bagimu aku pengecut yang tidak bisa memperjuangkan cinta kita, tapi aku juga gak bisa egois hanya memikirkan kita sedangkan kita malah akan melukai banyak hati jika kita bersama"


"iya yoo iyaa aku tau itu" dengan terbata bata akhirnya Airin mampu menjawab.

__ADS_1


__ADS_2