
Airin dan Aryo hening begitu lama, mereka larut dengan pikiran mereka masing masing.
"sepertinya akan segera turun hujan Rin mending kita segera pulang" sambil menengok awan yang mendung dengan pekatnya
"iya yo kita segera pulang aja"
mereka bergegas untuk pulang, namun baru melangkah beberapa meter hujan sudah turun dengan derasnya
Aryo segera meraih tangan Airin
"kita balik kegubuk lagi aja Rin" sambil menarik tangan Airin untuk mengikutinya
dan Airin tidak bisa menolak karena memang hujan turun dengan derasnya
"kita gak bisa nerjang hujan Rin soalnya nanti jalannya licin"
"iya yo kita neduh dulu aja, tapi sepertinya disini sepi yo"
"iya mungki pengunjung lain sudah pada balik kebawah"
Airin hanya mengangguk dan mereka kembali terdiam. dan Airin merasakan tubuhnya mulai menggigil.
__ADS_1
"Rin kamu kedinginan" Aryo langsung melepaskan jaketnya untuk menyelimuti Airin
"gak pa pa kok yo" dengan suara terbata bata karena bibirnya mulai kaku dan sulit digerakkan
"ya ampun Rin kamu bisa demam kalau kek gini"
Aryo bingung sekaligus panik dia tidak tau harus bagaimana.
"Rin aku minta maaf aku gak bermaksut ambil kesempatan tapi hanya ini yang bisa aku lakuin"
Aryo dengan ragu ragu mulai memeluk tubuh Airin agar Airin tidak kedinginan.aryo bisa merasakan tubuh Airin yang bergetar karena saking dinginnya
dan Airin sudah tidak bisa berkata kata lagi karena dia merasa tubuhnya begitu menggigil.
Aryo sempat ragu dengan pemikirannya tapi dia juga tidak mau melihat airin semakin kedinginan dan tanpa pikir panjang dia mencium bibir Airin melumat dengan ganasnya karena Aryo berpikir kalau tubuh Airin bergairah otomatis tubuhnya akan memanas.
dan Airin mulai terbuai dengan lumatan lumatan Aryo yang begitu ganas dan memabukan, mungkin Aryo benar jika gairahnya terpancing maka tubuhnya akan memanas dengan sendirinya.
mereka semakin terbuai dengan kenikmatannya. dan Aryo yang awalnya hanya berniat memancing gairah Airin agar tubuh airin menghangat malah dia juga ikut terpancing.
Aryo mulai meraba raba tubuh Airin yang mulai menghangat untuk mencari kenikmatan lain. Aryo benar benar lupa segalanya, lebih tepatnya mereka berdua lupa dengan segalanya mereka begitu larut dengan suasana hujan dan ditempat yang sepi pula karena memang pengunjung sudah pergi semenjak hujan mulai turun.
__ADS_1
Aryo semakin terbuai saat dia memegang dada Airin tiba tiba handphone Airin berdering. dan Aryo segera melepas peluka serta ciuman mereka.
Airin pun terkejut dan langsung mencari handphone nya didalam tas.
"hallo yahh"
"Airin lagi main kerumah temen tapi mau pulang kejebak hujan"
"iya nanti Airin pulang setelah hujannya reda"
begitu telepom selesai Aryo langsung memegang tangan Airin. "maaf Rin aku tadi khilaf" sambil memegang erat tangan Airin karena dia betul betul merasa bersalah
"iya yo gak papa. makasih kamu udah hangatin tubuhku"
"iya Rin, sepertinya hujan mulai reda tinggal gerimis kecil aja, apa kamu berani menerobos?"
"iya yo,kita terobos saja takutnya nanti pulang kemaleman"
Akhirnya mereka menerobos gerimis yang tinggal rintik rintik saja.
bersambung..
__ADS_1
thankss buat semua yang udah mau baca karyaku.