Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Arfa permana


__ADS_3

Airin menangis haru menatap bayinya.ia begitu bahagia melihat bayi yang sudah ia tunggu tunggu kelahirannya.


"mas kita beri nama apa untuk anak kita" sambil mengelus elus punggung bayinya


"Arfa Permana" jawab Mas Danu yakin


"kamu udah siapin nama itu ya mas" sambil tersenyum


"tentu,aku udah siapin waktu aku tau kamu hamil"


"kok singkat sekali namanya"


"iya gak usah panjang panjang,aku suka nama itu"


"yaudah terserah kamu aja mas" sambil tersenyum


seorang perawat datang dan segera mengambil anak Airin untuk dibersihkan dan dibedong.


Mas Danu segera mendekat kekuping Airin," dia akan jadi jagoan kita, dia nantinnya akan selalu lindungi kamu"


Airin tersenyum mendengar penuturan mas Danu,


"kamu dulu yakin banget anak kita bakal cowok,kok siapin namanya langsung cowok.?" tanya Airin


"gak tau kenapa aku yakin banget anak kita bakal lahir cowok,sebenarnya cewek cowok aku gak masalah cuma hatiku selalu yakin anakku bakal cowok"


dan lagi lagi Airin tersenyum.


dan kedua orang tua mas Danu masuk,ibunya langsung gak sabar untuk menimang cucu satu satunya karena mas Danu memang anak tunggal.


"hyyy cucu oma,kamu ganteng sekali nak" sambil menimang nimang cucunya

__ADS_1


" ya donk oma kan cucunya oma harus ganteng dong" jawab mas Danu dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.


mereka pun tertawa.Airin sangat bahagia melihat pemandangan ini,terlebih ia sangat bahagia dengan kehadiran Arfa dalam hidupnya.


Arfa mulai tidur saat Airin sudah menyusuinya.


dan diletakkan dibox yang disediakan rumah sakit.dan ibunya pun baru sampai.


"gimana nak,ini cucu ibu kan"? tanya ibu Airin sambil menunjuk box disamping ranjang airin


"iya buu ini cucu ibu,masak cucunya tetangga ditaruh disini" goda Airin sambil tertawa.


"ibu pengen gendong tapi gak tega liat boboknya pules banget" sambil memandangi cucunya.


"besok aja ya bu,lagian ini udah malem,mending istirahat dulu"


"iya kamu juga istirahat ya"


akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat,karena memang hari sudah larut malam.


hari masih petang tapi Airin terbangun karena bayinya menangis dan ibu Airin langsung sigap mengambil cucunya dibox untuk diserahkan ke Airin.


"ini nak mungkin dia haus"sambil meletakkan bayinya dipangkuan Airin.


Airin segera menyusuinya dan mungkin memang begitu lapar jadi bayinya begitu rakus saat menyusu.


selesai menyusu ibu Airin segera mengambil lagi bayinya.


"akhirnya oma kebagian gendong kamu nakk" sambil menimang nimang cucunya yang sudah mulai terlelap kembali.


Airin tersenyum melihat ibunya yang antusian menggendong.

__ADS_1


"ini oma harus panggil kamu apa nak?"


"Arfa,oma,papaku kasih nama Arfa permana"dengan suara menirukan anak kecil


"wahhh nama yang bagus,cakep seperti kamu nak"


Airin tersenyum,


"nanti udah boleh pulang belum nak" tanya ibu Airin setelah meletakkan kembali bayinya.


"kayaknya udah kok bu"


"nanti ibu nginep dulu dirumah kamu bantu jagain Arfa ya"


"serius bu,makasihh bu" Airin merasa senang karena dibantu ibunya.


"tentu dongg cucu oma kan masih pengen ditungguin oma, ya kan Arfa?" seolah olah bertanya pada bayi.


"makasih oma,oma memang paling baik"


dan mereka kembali tertawa hingga mas danu mulai terbangun.


"Duhh pagi pagi udah pada ceria banget,ibu udah bangun dari tadi ya?" tanya danu


"belum kok, baru aja tadi kedengaran anak mu menangis"


"ohhh", duhh anak papa rewel ya?"


"gak kok mas tadi cuma laper aja"


"okee aku cari sarapan dikantin rumah sakit dulu ya".

__ADS_1


"iya mas".


__ADS_2