
Jam kantor telah usai, saatnya untuk Airin pulang tapi ia harus menjemput Arfa dirumah orang tuanya mas Danu, Airin bergegas menuju parkiran dan bersiap menaiki mobilnya lebih tepatnya mobil peninggalan mas Danu, ia kecewa karena ternyata ban mobilnya kempes,
"haduhh kok kempes sih" sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal
disudut lain Galuh sudah tersenyum puas, sambil menghampiri Airin
"hy rin ban kamu kempes ya?" dengan senyum menggoda
"iya pak," mendadak ia ingat percakapnnya tadi pagi dengan galuh "apa pak galuh yang kempesin" alis airin mulai menyatu
"hahaha, ternyata ketebak ya,maaf rin aku harus lakuin ini biar kamu mau pulang bareng aku" dengan senyum tanpa dosa
Airin menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"aku anter ya Rin" pinta galuh memelas
"mobilku gimana?"
"nanti aku suruh orang bengkel datang,aku pastikan besok pulang kerja udah siap pake"
"yaudah"
"yes" Galuh bersorak senang akhirnya ia bisa mengantar Airin dan mengobrol berdua dimobil..
"oh ya pak anakku pesen nasi goreng,nanti kita mampir dikafe depan sana gak papa kan?"
"siap, apa sih yang gak siap"
"Rin kalau lagi berduaan panggil Galuh aja kenapa"
"maaf tapi anda atasan saya"
"itu kalau dikantor, kan sekarang udah diluar,kalau kamu panggil pak pak terus berasa aku jadi bapak kamu tau gak" kekehnya
__ADS_1
"tapi aku sungkan pak"
"aku gak mai jadi bapak kamu,aku maunya jadi bapak anak kamu" galuh tersenyum menggoda.
Airin menyerngit "pak galuh bisa aja"
mereka sampai disebuah kafe coffe,Airin segera masuk dan memesan 4 porsi nasi goreng,yang 2 porsi untuk kedua orang tua mas danu dan yang 2 porsi untuknya dan juga Arfa.
"pak galuh mau sekalian bungkus?"
"gak rin aku pengen pesen kopi americano aja"
"oke"
Airin segera memesan 2 cangkir kopi americano, untuk mengisi kekosongannya sembari menunggu pesanannya.
Airin sedang menikmati kopinya saat ia melihat sosok yang familiar baginya,
dan sang pemilik nama segera menoleh karena merasa namanya disebut.
"hyy Airin" sambil menghampiri,namun ia terkejut melihat Airin datang dengan seorang pria.namun ia tetap berusaha bersikap biasa dan menghampiri Airin.
"hy yo kok kamu disini juga?" airin keheranan
"iya kebetulan aku dipindah tugas kesini,ini pacar kamu?" tanya aryo penuh selidik
"bu" belum sempat Airin menjawab sudah dipotong galuh
"gue Galuh"
"ohh oke,gue Aryo"
"lagi nunggu pesenan ya?"
__ADS_1
"iya " jawab airin sedikit canggung
mendadak handphone galuh berdering,
" bentar ya bokap telfon"
Airin hanya mengangguk.
tak lama galuh pun datang kembali, "Rin masih lama gak pesenanmu"
"gak tau pak,pak galuh buru buru ya? kalau gitu pak galuh duluan aja,nanti aku bisa pesen ojek online"
"Big NO Airin aku sudah susah payah biar bisa anterin kamu"
"tapi pak galuh kan buru buru"
"nanti biar aku uang anter Airin aja" sela Aryo
Galuh melebarkan matanya "gak aku anter aja"
"gak papa pak,pak galuh duluan aja,"
"tapi aku harus pastiin kamu sampai rumah dengan selamat".
"nanti saya pastika Airin selamat sampai rumahnya" sela Aryo kembali
dan galuh kemabli melebarkan matanya.
"iya gak papa pak, aku udah kenal aryo lama kok"
"tapi" belum sempat melanjutkan kalimatnya, airin langsung memotongnya.
"pak galuh harus segera kembali dan aku diantar aryo,oke"
__ADS_1