Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Meminta Restu


__ADS_3

Aryo telah bertengger manis didepan kantor menunggu kepulangan Airin,ia mencoba menghubungi Airin.


"i*ya yo kenapa?"


"aku tunggu didepan kantormu Rin"


"iya aku udah mau keluar kok"


"oke"*


Airin bergegas keluar kantor. namun ia baru melangkah keluar lift Galuh menghampiri nya.


"gue anter Rin"


"makasih pak, tapi anda gak perlu repot repot" jawab Airin sambil bergegas meninggalkan Galuh


namun ternyata Galuh membututi Airin dan ia mengerti mengapa Airin menolak ia antar.


"jadi karna dia lo nolak gue anter Rin?" tanya galuh dengan rahang yang mengeras


"maaf pak tapiii"-


belum sempat Airin melanjutkan kata katanya Aryo sudah menyambarnya


"tapi saya calon suami nya" sarkas Aryo dan seketika itu ia meraih tengkuk Airin dan melumat bibirnya dengan rakus.


Airin yang tidak siap tentu sangat terkejut sekaligus malu, bagaimana ia tak malu, Aryo melakukannya didepan Galuh namun juga masih banyak karyawan berlalu lalang.

__ADS_1


"kita pulang sayang" ajak Aryo sambil menggandeng Airin menuju mobilnya


sedangkan Galuh yang masih tertegun merasa begitu emosi.ia menendang sebuah pot yang bertengger manis didepan kantornya hingga berantakan.


####


Didalam mobil Airin merasa canggung atas kejadian tadi.


"maaf Rin aku terpaksa lakuin tadi biar Galuh ngerti kalau kamu itu milikku"


"i-iyaa yo, tapi aku malu itu didepan umum,banyak karyawan yang melihat"


"biarin biar mereka juga tau kalau kamu sudah ada yang punya,jadi gak berani deketin kamu, tapi kalau gak didepan umum berarti kamu gak malu?" tanya Aryo sambil menepikan mobilnya


"hah..ehmm yaaaa ma,-"


lagi lagi kalimat Airin terpotong karena Aryo sudah melumat bibirnya tanpa ampun,Airin terkejut namun kali ini ia membalas ciuman Aryo dan Aryo yang menyadari mendapat lampu hijau dari Airin semakin memperdalam ciumannya.Aryo melepas bibirnya untuk memberi ruang pada Airin agar bisa bernafas.


"HAHAHAA,okee kita lanjut pulang aja ya" aryo tidak jadi mencium Airin dan memilih melajukan mobilnya kembali"


Airin hanya mengangguk dan tetap menutup wajahnya.


baru setelah beberapa meter Airin mulai membuka wajahnya.


"kita mampir dirumah mertuaku ya"


"iya Rin"

__ADS_1


"tapi kamu juga ikut masuk"


"buat?"


"aku mau kenalin kamu ke mertua ku,bagaimana pun aku harus meminta restu mereka"


"iyaa Rin"


mereka telah sampai dan sesuai kesepakatan tadi Aryo ikut turun.setelah basa basi mereka duduk diruang keluarga.


"bu. pak ada yang ingin saya sampaikan" Aryo memulai pembicaraan


"iyaa , silahkan nak" sahut sang ayah


"Aryo ingin meminta ijin untuk menikahi Airin,apa boleh?" tanya Aryo penuh sopan


"kamu tau nak, Airin memang menantu kami dan sekarang semejak Danu tiada ia sudah seperti anak kandung kita,tentu bila Airin menginginkanmu kita juga akan merestui,Airin bagaimana?" tanya ayah ke Airin


Airin hanya mengangguk sebagai jawaban.


"kita sangat berterima kasih kekamu nak Aryo, walaupun kamu tau kita hanya mertua nya Airin yang suaminya sudah tiada tapi kamu masih sangat menghargai kami dan meminta ijin kekami,kami sangat bahagia merasa begitu dihargai" jawab sang ibu


"itu sudah kewajiban kami untuk menghargai,walau bagaimana pun juga kalian yang selama ini menjaga Airin dan juga Arfa dengan sangat baik"


"Airin sayang,ibu senang akhirnya kamu mau menikah lagi,setidaknya kamu bakal ada yang jagain lebih baik dari kita"


"makasih bu" Airin memeluk ibu mertuanya begitu erat "ibu selama ini juga udah jagain aku sama Arfa dengan sangat baik,ibu sudah banyak membantu aku"

__ADS_1


"itu sudah kewajiban kami nak"


Akhirnya mereka berbincang bincang sebentar dan Airin memilih segera undur diri,karena ia besok nya masih harus kerja.


__ADS_2