
Malam itu juga jenazah Mas Danu dibawa pulang dengan ambulan.
Airin sudah mendengar semua dari saksi yang melihat kejadian saat mas Danu kecelakaan,
"saat itu pak danu meminta tolong saya bu untuk menggantikan Ban nya yang bocor dengan ban serep, pak danu ke bengkel saya waktu itu, saat saya tengah sibuk mengganti ban pak danu pamit katanya hendak membeli sesuatu untuk istrinya,namun saat menyebrang pak Danu terlihat sibuk dengan handphonenya hingga ia tidak melihat bahwa ada truk yang melaju kencang kearahnya,alhasil pak Danu tertabrak dan tubuhnya terpental hingga kepalanya membentur trotoar jalan, saya kaget setengah mati bu,dan warga sekitar segera menolong pak Danu mengantar kerumah sakit terdekat" tutur seorang saksi yang bernama pak ahmat,
"sekarang mobil pak Danu masih dibengkel saya bu,bisa anda ambil"
begitu kiranya penjelasan saksi yang melihat kecelakaan mas Danu.
pagi harinya jenazah Mas Danu segera dimakamkan.
setelah acara pemakaman selesai Airin masuk kekamarnya,ia menatap kosong ranjangnya yang biasa ia tiduri bersama Mas Danu,
"aku masih bisa mencium aroma tubuhmu mas" dengan tersenyum miris
"makasih kamu sudah menjadi suami sekaligus ayah yang hebat"
Airin merebahkan dirinya untuk beristirahat sejenak, ia merasa begitu letih dengan semua hal yang terjadi,belum sempat terlelap ia disadarkan oleh kehadiran Arfa.
"mama, papa kemana? kok papa bobok sendirian disana tadi, kenapa papa gak diajak pulang ma?"
__ADS_1
pertanyaan Arfa seakan mengiris iris hatinya.Airin tidak bisa menjawab pertanyaan arfa, ia meraih tubuh Arfa dan segera memeluknya erat erat.
"sayang papa tempatnya disana, nanti kita bisa mengujunginya kapan pun Arfa mau" kata Airin akhirnya setelah menimang nimang kata yang tepat.
"janji ya ma kita nanti sering kesana, kasihan papa bobok sendirian" ucap arfa polos
Airin mengangguk lalu memeluk dan mengecup puncak kepala anaknya,
"Arfa sayang papa kan?"
"iya ma arfa sangat sayang papa"
"Arfa doain papa supaya papa bahagia ya"
"kita bobok ya sayang"
"Arfa boleh ma bobok sekamar sama mama?"
karena selama ini arfa memang sudah diajarkan tidur sendiri dikamarnya agar lebih mandiri, namun kali ini Airin tidak mau kesepian dengan tidur sendiri,
"boleh sayang, kan mama yang minta, temenin mama bobok ya"
__ADS_1
" yeeee asikkkkk,"tapiii
mendadak raut muka arfa berubah
"andai papa disini arfa pasti senang bobok bertiga"
dan lagi lagi Airin merasa teriris dengan ucapan anaknya yang masih polos.
" kita bobok berdua saja ya sayang"
"iya ma"
Akhirnya Airin dan Arfa mulai tertidur, namun Airin sesekali bangun karena ia masih gelisah, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak,ia mengelus kepala anaknya yang tertidur pulas,
" mass aku merindukanmu, anakmu juga selalu nanyain kamu mas"
"kemari kemarin aku masih merasakan pelukanmu tapi sekarang itu semua tinggal kenangan mas"
mata Airin mulai berkaca kaca lagi dan air mata itu kembali lolos mendarat dipipinya, namun buru buru ia seka karena ia tidak ingin terisak dan membangunkan anaknya yang terlelap tidur, Airin mengecup kembali puncak kepala anaknya karena disitulah letak kekuatannya sekarang.anaknya adalah sumber kekuatannya untuk tetap bertahan.
bersambung...
__ADS_1
duuhh mas Danu nya meninggal nihh, terus gimana yaa nasibnya Airin..
ditunggu ya like dan komennya , makasihhhh readers