
Setelah acara lamaran usai mereka kembali ketenda karena matahari mulai terik.
"Rin kamu mau sarapan apa? nanti aku pesenin di warung itu" tunjuk aryo pada sebuah warung yang hanya satu satunya itu.
"disini ada yang buka warung juga?" tanya Airin heran
"ada tapi itu juga cuma satu satunya"
"emang menu nya apa aja yo?"
"gak banyak, cuma mie rebus,mie goreng, sama mie cup aja"
"yaudah aku mie rebus aja sama teh anget"
"oke, aku panggil benu dulu ya buat temenin kamu"
"iyaa"
Benu adalah sahabat sekaligus temen mendaki aryo selama ini,mereka kenal sudah lama sejak bangku sma,tak heran aryo begitu akrab dengan Benu.
dan Aryo segera memanggil Benu
__ADS_1
"gue titip tunangan gue ya Ben,perut gue mules sekalian mau pesen makan"
"sipp, tapi gue sekalian ya mie rebus sama kopi"
"iyaaaa" sahut aryo sambil lari ngibrit
Benu duduk diluar tenda dan Airin duduk dipintu tenda yang sengaja dibuka.
"Gue seneng akhirnya kalian bisa bersatu" kata Benu memulai percakapan
Airin hanya tersenyum dan mengangguk.
"Lo tau gak dulu pas Aryo lagi kenal sama lo, tiap hari topik pembicaraan cuma nama lo,berasa gue malea ngorekin kuping gue,biarin aja kesumpel kotoran biar gak denger gue tapi kali dia ngocehin lo"
"iya, sampai dia tau kalau...."maaf" ya ternyata kamu udah tunangan, dia memang bukan tipe laki yang melokis tapi gue tau sebenarnya dia berantakan"
Airin tertunduk merasa bersalah.
"gue juga marah sama dia pas dia udah pacaran sama dinda tapi belum genap setahun kayaknya, gak ada angin gak ada ujan dia pengen putus, "apa2 an ni bocah" kenang Benu "gue heran Dinda udah sangat baik tapi kenapa belum bisa luluhin hatinya"
"tapi dia bilang justru karena dinda sangat baik dia gak tega mainin hatinya,dinda berhak dapat laki yang cinta sama dia,gue terima alasan dia,masuk akal juga"
__ADS_1
dan Airin lagi lagi hanya menjadi pendengar tanpa tahu harus membalas apa.
"tapi gue salut sama ni bocah, hatinya gak beraturan tapi dia bisa menata hidupnya hingga sesukses sekarang"
"sesukses sekarang?" tanya Airin sedikit bingung karena setahu Airin Aryo masih jadi pegawai sebuah kafe
"iya ditengah hatinya yang kalut entah kek apa,dia malah berusaha membuka kafe, dan ternyata kafe nya berkembang sampai sekarang"
"Kafe?" tanya Airin semakin bingung
"iya kafe yang pertama kalian ketemu setelah sekian lama kalian terpisah, kamu gak tau itu kafe milik Aryo" tanya Benu heran
"ohh itu tau kok" jawab Airin bohong, dia cuma ingin Aryo tau sampai kapan Aryo akan menutupinya.
"lo tau gak pas kalian abis ketemu,sore sore dia datang kerumah gue cuma buat ngomong kalau abis ketemu elo,macam abis ketemu bidadari,"
Airin tersenyum kembali
"gue ngomel lah," ehh sadar woyyy dia bini orang" sungut gue ke aryo., dan dia cuma jawab "udah gak ben"
"dan akhirnya Aryo cerita semua ke gue,dan gue turut berduka cita ya,maaf kita gak tau"
__ADS_1
"iya gak papa kok" jawab Airin tersenyum,dan Aryo pun telah tiba dengan nampan berisi 3 mie rebus dan teh hangat serta kopi.