Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Resign


__ADS_3

Nyatanya setelah usia kandungan Airin memasuki usia 10minggu ia masih mual dan muntah di pagi hari.


dan mas Danu selalu menyuruh Airin untuk resign


"Airin kamu resign aja, mas takut kalau kamu tetap nekat kerja sedangkan kamu masih muntah terus ntar kamu lemes,dan ganggu kesehatan bayi kita" tutur mas danu karena ia diberi tahu oleh ibu Airin bahwa Airin saat bangun tidur sering muntah juga.


"Airin baik baik saja mas"


"apa kamu gak kasihan sama bayi kita"


Airin terdiam, mungkin ada benar nya juga apa kata mas Danu, kalau ia tetap nekat kerja takutnya malah ganggu kesehatannya karena ia terus terusan muntah.


" yaudah besok Airin resign mas" putus Airin akhirnya


" serius kamu?" dengan senang.


"iya Airin serius"


sesuai janjinya Hari ini Airin berangkat ketempat kerjanya lebih siang dari biasanya karena ia akan resign dari tempatnya bekerja.


setelah selesai dengan urusannya dengan hal hal yang menyangkut pekerjaannya ia menghampiri ruang kerjanya.ia mendapati Ria,Aryo dan Andi sedang fokus kerja.

__ADS_1


"hyy" sapa Airin


dan seketika mereka bertiga menoleh kesumber suara.


"Airin kamu gak kerja?kok malah kesini kirain kamu lagi sakit" tutur Ria


"iya aku resign Ri" dengan mata mulai berkaca kaca, walau gimana pun juga ia sebenarnya masih mencintai pekerjaannya.tapi demi calon buah hatinya tetap sehat ia harus resign.ditambah lagi mas danu juga gak menginginkan Airin bekerja


"APA? kamu resign?kenapa Rin?jawab Aryo terkejut


Airin tersenyum " iya yo aku kalau pagi lemes terus gak enak kalau repotin kalian mulu" heheehe


"sebenarnya kita gak masalah Rin,kita maklum kok namanya juga lagi hamil" sahut Andi


" yaudah kalau memang itu keputusan yang terbaik, tapi nanti kalau udah lahiran kerja sini lagi ya" pinta Ria


"aku gak janji ya Ri soalnya kalau udah lahirankan aku sibuk ngurusin Anak" sambil senyum senyum


" ya deh ya deh yang udah jadi calon momi sekarang harus sibuk" sambil manyun dan pura pura ngambek.


Airin hanya tertawa.

__ADS_1


"okee aku pamit yaa, Ria kamu jangan nakal oke" goda Airin


"siap bos" sambil hormat ala ala upacara


" Aryo aku pamit ya" sambil mengulurkan tangan dengan sedikit gemetar


"iya Rin, kamu baik baik ya dirumah dan jaga calon buah hatimu baik baik" membalas uluran tangan Airin


"iya yo" dan lagi lagi mata mereka bertemu membuat Airin langsung menunduk tak sanggup menatap mata Aryo, Airin selalu dapat melihat sorot mata kesedihan dalam mata Aryo.dan ia tidak sanggup memandang itu.


"Andi aku pamit ya,"


"iya Rin,hemm rasanya baru kemarin kita bekerja dalam satu tim sekarang kamunya udah mau resign aja"


" maaf ya andi"


"iya gak papa kan demi anak.


akhirnya setelah sesi pamit pamitan selesai Airin segera pulang.sebelum pulang ia menatap gedung kantornya yang menjulang tinggi.ia menatap nanar.ternyata sesingkat ini ia bekerja ditempat yang baginya begitu menyenangkan." Aryo semoga kamu segera menemukan kebahagiaanmu" gumam Airin.


Airin memang selalu mendoakan Aryo, dia selalu berharap Aryo selalu bahagia meski mereka tidak bisa bersama.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2