
7 hari sudah pasca kematian mas Danu, Airin masih berkabung, ayah dan ibunya serta kedua mertuanya masih tinggal dirumah Airin, mereka membantu mengasuh Arfa selama Airin belum mampu bangkit, dan mobil yang ditinggal mas Danu dibengkel sudah diambil Ayah mertuanya,
pagi ini Airin sedang duduk ditepi ranjang nya, ia masih termenung, begitu cepatkah mas Danu meninggalkannya.
__ADS_1
setelah termenung cukup lama ia bangkit dan membuka lemari, ia memandangi pakaian pakaian mas Danu, disana terjejer rapi kemejanya, lalu ia membuka lemari gantung disana juga terjejer rapi jas kerjanya.
ia berminat mengambil salah satu kemejanya, ia ingin mencium sisa sisa aromanya, tanpa sengaja Airin menjatuhkan sebuah kertas yang terselip disela sela baju mas Danu,"ini apa" gumam Airin dan ia segera membukanya " hah surat, ini surat apa" airin terkejut, namun ia bergegas membacanya.
__ADS_1
"Airin ku sayang, jika kamu menemukan surat ini entah kita masih bersama ataupun tidak, aku harap kita bisa selalu bersama selamanya, tapi ada satu hal yang mengganjal dihati ku selama ini, tapi aku enggan menanyakan ini langsung ke kamu,mas hanya ingin tanya "siapa pemilik hatimu?", bukan maksut apa apa sayang tapi aku masih ingat sebulan pasca kita pindah kerumah baru kita, malam itu saat kita tengah tertidur mas terbangun karena mendengar kamu menginggau, entah siapa nama yang kamu sebut aku hanya mendengar nama "YO" yang kamu sebut, sebenarnya aku ingin marah, namun aku urungkan, aku berniat menanyakannya dipagi hari"
"pagi harinya mas berniat bertanya kepadamu,saat bangun ternyata kamu sudah tidak ada disampingku,aku menghampirimu yang ternyata sedang sibuk didapur, melihatmu yang sibuk aku mengurungkan niatku bertanya dan aku menghampirimu,aku menatap matamu dalam dalam, aku hanya mencoba mencari diriku dihatimu lewat sorot matamu,namun mas harus menelan kecewa, hanya sorot mata kosong yang kudapatkan,mas ingin marah namun tidak tega, dan mas selalu berpikir akan menunggumu mengatakannya sendiri, jika suatu saat kamu ingin pergi meninggalkan ku,maka aku akan rela jika itu keputusanmu, aku tau orang yang bersamaku sudah ada pemilik hatinya dan jelas itu bukan aku rin,tapi tak apa, mas berterima kasih kamu sudah menjadi istri yang sangat sempurna untukku dan juga ibu yang sempurna untuk Arfa,kamu menjalankan peranmu dengan apik, terima kasih sayangku,maaf kan mas yang belum sempurna untuk mu, tapi mas janji, mas tidak akan mengambil arfa darimu,mas tau semenjak kehadiran Arfa kamu memiliki cahaya hidupmu kembali,mas tidak ingin cahaya itu redup,mas selalu bilang Arfa adalah pelindungmu.dan setelah kamu membaca ini semua keputusan ada padamu,jika kamu masih ingin bertahan mas terima dengan tangan terbuka,tapi jika kamu ingin mencari pemilik hatimu mas juga ikhlas, makasih sayangku untuk semua" DANU
__ADS_1
Airin menangis "kamu bodoh mas,meskipun aku mencintai Aryo aku tidak mungkin mencarinya,aku tidak ingin mengusik kebahagiaannya,karena terakhir aku tau kabarnya Aryo sudah menjalin kasih dengan Dinda,aku gak ingin merusak kebahagiaan Aryo".
Airin kembali manangis membaca surat yang entah kapan mas Danu membuatnya.
__ADS_1