
Pagi ini Airin memulai aktifitasnya kembali..bangun pagi menyiapkan sarapan dan tentunya mengatar Arfa dulu sebelum ia kekantornya.
"Arfa kamu sudah siap belum nak" panggil Airin
"udah ma" sahut Arfa menuju ruang makan
"oke kita sarapan dulu ya"
"iya ma"
mereka berdua sarapan..selesai sarapan Airin segera membereskan peralatan makannya yang telah digunakan.
"kita brangkat yuk" ajak Airin ke Arfa
"iya ma"
setelah membuka pintu Airin terkejut.
"hloo Yo kami ngapain pagi pagi udah disini?"
"pagi Airin,hy jagoann?" sapa Aryo ke Airin dan Arfa. "'aku mau nganter kalian donkk" dengan senyum menawan.
"tapikan aku bisa berangkat sendiri"
"tapikan aku pengen anter" goda aryo
dan Airin hanya bisa menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
"okee..yuk brangkat" kata Aryo mengitrupsi
Akhirnya mereka berangkat dengan mengantar Arfa terlebih dahulu.tidak ada percakapan dalam perjalanan menuju sekolah Arfa.sampai Arfa turun dan berpamitan.
"Rin kamu weekend ada acara gak?" tanya Aryo memulai pembicaraan.
"gak ada..apa mau daki lagi?"
__ADS_1
"kamu mau?"
"mau tapi gak weekend ini, masih capek aku"
"HAHAHAA,Noo Rin aku gak ngajak daki gunung kok tenang aja"
"terus"
"aku mau ajak kamu ketemu sama ibu ku"
seketika Airin diam, ia berusaha menelan salivanya yang mendadak mencekat lehernya.
"harus weekend ini"
"iya harus" kaya Aryo lugas
"tapiiiii"
"No tapi tapian Rin, aku mau secepatnya kita mengikat hubungan"
Aryo meraih tangan Airin dan menggenggamnya erat "aku tidak mau kehilangan kamu lagi Rin, aku gak mau sia siain kesempatan ini,aku gak tau jika aku harus kehilangan kamu lagi apa aku masih bisa menata hidupku lagi" kata Aryo lirih
Airin menoleh menatap Aryo dari samping " iyaa yoo..aku pun begitu"
Aryo tersenyum senang dan mencium tangan Airin dengan satu tangan karena tangannya yang satu ia gunakan untuk menyetir.
°°°°°°
Airin telah sampai didepan pelataran kantornya.ia segera berpamitan ke Aryo.
"aku kerja dulu ya"
"iya Rin,hati hati ya.nanti kalau pulang kabarin ya,nanti aku jemput"
"aku bisa naik ojek ntar"
__ADS_1
"gak Airin,nanti aku jemput"
"HEMMM ..iyaa"
Airin segera masuk dan menuju ruangannya.ia baru melangkah memasuki lobi tiba tiba tangannya ditarik seseorang.
"ikut aku"
Airin tidak menjawab apa apa.kalaupun dia menolak juga tidak akan bisa karena tangannya dicengkram begitu kuat.Airin hanya mengikuti langkah lelaki tersebut yang ternyata menuju rooftop gedung perkantorannya.
"ada apa pak Galuh membawa ku kesini" tanya Airin
DUG
punggung Airin seketika menatap tembok dan dikunci kedua lengan Galuh yang kekar.
"Airin aku mau kamu jadi wanitaku"
"maaf pak aku gak bisa" jawab Airin sambil berusaha melepas tangan Galuh yang menguncinya.
"tapi kamu harus mau dan bisa"
"maaf pak kalaupun aku mau dan bisa,status kita berbeda dan jelas keluarga bapak akan menentang hubungan kita"
"tapi aku gak peduli"
"tapi aku benar benar gak bisa"
Galuh merasa darahnya mendidih ia meraih tengkuk Airin dan memajukan wajahnya.Airin terkejut ia berusaha mendorong tubuh Galuh dan menutupi wajahnya dengan tangan kirinya.
"ini cincin apa Rin" Galuh terkejut mendapati cincin dijari manis Airin saat Airin menutup wajahnya waktu galuh hendak menciumnya.
"ini gak bener kan Rin" dan Galuh meraih tangan Airin dan ia semakin terkejut melihat cincin dengan samar samar ada inisial AA. yang diukir sangat kecil dan samar.
"ini benar pak,ini pilihan saya" jawab Airin dengan tegas. dan ia melihat Galuh lengah dan Airin segera meninggalkan Galuh karena ia takut galuh tidak terkendali lagi.
__ADS_1