
Pagi yang sejuk dengan embun-embun pagi yang indah, Airin sudah bersiap diri beserta Arfa, saat ini Airin beserta Arfa sudah berada diteras menunggu Aryo menjemputnya karena ia akan dibawa kerumah orang tua Aryo untuk diperkenalkan sekaligus meminta restu,
tak berselang lama Aryo pun telah sampai
"pagi jagoan udah siap ya? wahhh om telat kayaknya" Aryo menyapa Arfa dengan seulas senyumnya.
"gak kok om, Arfa belum lama nunggu kok"
"yaudah yukk brangkat keburu siang nanti"
"okeeee"
mereka bertiga segera masuk kemobil Aryo,Arfa memilih duduk dibelakang sendiri, masih ngantuk katanya.
"Arfa duduk dibelakang aja ya ma"
"kenapa? gak duduk bareng mama aja?"
"Arfa mau bobok lagi dibelakang"
"ohhh okeee"
Aryo mulai melajukan mobilnya,sedangkan Airin sedang ***-remas jemarinya, yupzzz Airin saat ini tengah grogi setengah mati,walaupun Airin sudah pernah bertemu dengan ibu Aryo tapi kali ini suasananya berbeda.jika dulu bertemu dengan alasan menjenguk dan ia bareng-'bareng temannya kini ia justru hendak bertemu untukk..ahhh sesuatu yang begitulahhhh
"kamu kenapa?" Aryo menyadari Airin merasa grogi dan ia meraih tangan Airin sudah sedingin es.
__ADS_1
"ehhhmmm gak papa kok, eh si Arfa udah bobok ternyata" Airin berusaha mengalihkan pembicaraan dan menoleh kebelakang.
Aryo yang menyadari kepanikan dan grogi Airin merasa begitu gemas "kamu itu pake grogi segala, kan udah pernah ketemu; udah groginya dibuang aja"
"ehh, ehmmm iyaa"
dan Aryo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Airin,dan ia mengacak rambut Airin gemas.
"udah kamu fokus aja nyetir"
"HAHAHAA, oke oke aku fokus nyetir aja dan jangan grogi, ada aku disini kok"
"ehhmm iyaaahh"
butuh waktu sekitar 2 jam untuk mereka sampai, dan kini Airin tengah terpaku ditempat ia berdiri, Airin, Arfa dan Aryo sudah berdiri disebuah teras rumah yang megah.
"bukan ini rumah orang tua ku,kalau rumah kita nanti ya kita pikirin setelah nikah" Aryo mulai menggandeng Airin dan menggendong Arfa.
Baru Aryo hendak mengetuk pintu, namun ternyata ibunya terlebih dulu membuka.
" wahhh Aryo kamu pulang nak,i-ini siapa?"
belum sempat Aryo menjawab namun Airin sudah terlebih dahulu menyapa
"'pa-gi tante"
__ADS_1
"ini Airin dan ini anakmu?"
"i-ya tante" Airin bertambah grogi karena ia tidak dapat menebak ekspresi ibunya Aryo, suka atau tidaknya.
"kita masuk dulu ya" Aryo memotong obrolan dua wanitanya tersebut.
saat ini mereka berempat tengah duduk diruang keluarga,
"ini siapa namanya" ibu Aryo menyapa Arfa
"Arfa om, eh nek ehmmt" arfa bingung hendak memanggil apa
"oma aja ya panggilnya" sahutnya dengan lembut
Airin tersenyum melihat ibu nya Aryo yang kini bisa ia tebak ia bisa menerima Arfa.
"ini aryo udah tepatin janji bawa Airin, jadi gimana bu? direstuin gak? " tanpa basa basi Aryo langsung mengutarakan keinginannya.
"ihh kamu nihh gak pake basa basi langsung bablas aja kebiasaan"
"Hehehe" Aryo hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"jadi kapan kalian nikahnya"
Airin seketika langsung membulatkan mata melihat reaksi calon ibu mertuanya yang to the point.
__ADS_1
"secepatnya Bu,jadi ini udah fix kita direstuin kan"
"hemm, kalau gak masak iya ibu tanya nikah, "