
"Pak galuh harus kembali dan aku diantar Aryo, oke"
"tapi Rin"
''udah gak papa''
''oke,'' putus Galuh akhirnya
dan galuh langsung menatap Aryo ''gue nitip Airin,anterin dia dengan selamat tanpa ada lecet sedikit pun DAN jangan sentuh sentuh dia"
"oke, tapi kalau gak sentuh sentuh gue gak janji'' balas Aryo
''KAMU''
''udah pak jangan ulur2 waktu''
''gue pamit''
Galuh akhirnya pergi,dan tak lama pesanan Airin pun telah siap,
"aku naik ojek aja gak papa kok Yo''
''gak Rin,aku anter dan jangan bantah'' perintah aryo tegas.
akhirnya mereka mulai menembus jalanan yang mulai renggang karena waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. hanya ada keheningan diantara aryΓ² dan Airin.
"akhirnya kita ketemu lagi ya Rin'' Aryo memulai pembicaraan untuk memecah keheningan.
"iya Yo, tapi kok bisa kebetulan gitu kamu dipindah kecabang yang disini?" kata Airin penasaran
dan Aryo hanya menggidikan bahunya tanda tak mengerti.
"tadi itu pacarmu ya Rin,?" tanya Aryo penuh selidik,
''bukan kok dia cuma atasan aku aja''
Aryo menghela nafas lega setelah mendengar jawaban Airin, karena tadi nya ia sempat takut dan menciut lagi jika Airin sudah memiliki kekasih.
''kamu jadi jauh donk sama pacar kamu kalau dipindah sini''
"malah makin deket sama calon pacar aku'' sahut Aryo
"ohh emang calon pacar kamu rumahnya deket sini juga''
''iya dan sekarang lagi aku anterin pulang''
__ADS_1
DEGG DEG DEG
Airin merasa degub jantungnya memompa lebih kencang.Airin merasa pipinya memanas.dan Airin memilih menunduk karena malu.
"kita bukan abg lagi Rin, kenapa kamu harus semalu itu" sambil terkekeh melihat ekspresi Airin.
dan Airin semakin menunduk malu dan ia hanya mampu tersenyum.
Aryo meraih tangan Airin dan memegangnya begitu erat.
"Airin dari dulu sampai sekarang perasaanku tidak pernah berubah terhadap kamu,"
Airin menoleh melihat wajah Aryo dari samping, ada segurat senyum yang menghias dibibir Airin.
"tapi yo statusku sekarang sudah berbeda, tidak sama seperti dulu''
''aku tidak perduli Rin,mau kamu sudah punya anak sejuta pun,aku sanggup untuk jadi ayah dari anak anakmu"
Airin tertawa mendengar penuturan Aryo "mana bisa aku lahirin anak sampai sejuta Yo"
dan Aryo tersenyum melihat tawa Airin yang sudah sangat lama tak pernah ia lihat.
"aku seneng liat kamu ketawa Rin"
"makasih Yo" sambil menunduk kan wajahnya
"oke,"
"gang depan belok kiri ya" perintah airin memberi petunjuk
Dan Aryo segera melaksanakan perintahnya.
sesampai dirumah mertuanya Airin segera memanggil anaknya.
"bu Arfa mana?"
"itu lagi main sama opa nya dibelakang rumah''
"ini Airin tadi beli nasi goreng buat ayah sama ibu"
"iya nak makasih ya"
dan Airin segera mengajak Arfa untuk pulang,
"ma nasi goreng arfa mana?"
__ADS_1
"nanti dimobil"
"lohh ini bukan mobil mama kan" tanya arfa sedikit bingung
"iya mobil mama mogok jadi dianter sama temen"
dan arfa segera naik "loh ini om yang waktu itukan"
"hyy Arfa jagoan" sapa Aryo
"hy om Aryo"
"kita pulang ya"
"iya om"
dan aryo segera mengemudika mobilnya melaju sesuai intruksi dari Airin,
setelah sampai dirumah .
"eh Rin boleh pinjem hp dulu" panggil Aryo sebelum Airin masuk dalam rumah
"buat?" tanya Airin heran
"aku lupa taroh hp ku tadi"
dan Airin menyodorkan hpnya.Aryo segera mendial nomornya untuk memanggil.panggilan tersambung.
"thanks Rin ternyata dicelana"
"hmmm, kamu modusin aku ya"
"hehehe,sedikit Rin,makasih ya"
"okee, aku masuk ya,kamu hati hati"
"siap"
dan Aryo segera melajukan kembali mobilnya setelah Airin masuk kedalam rumahnya.diperjalanan Aryo tersenyum senyum sendiri membayangkan Airin.
"aku harus dapetin kamu Rin" gumam Aryo.
*******
bersambung
__ADS_1
duh duh duh kira kira siapa yang bakal bisa rebut hati Airin,babang Aryo apa babang Galuh ya?πππ