Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Extra Part 2


__ADS_3

2 Bulan kemudian..


"Mas bangun sudah siang, kamu mesti ke kafe kan hari ini" Airin berusaha membangunkan suaminya yang masih terlelap dibalik selimut meski matahari sudah menampakkan sinarnya.


"2 menit lagi sayang" Dan Aryo kembali memejamkan matanya.


"Ini sudah siang Mas gak ada 2 menit 2 menitan, pokoknya bangun sekarang".


Bukannya bangun Aryo justru menarik Airin kedalam pelukannya "Iya ini udah bangun" kata Aryo sambil menciumi dahi Istrinya.


"Mas bau aku gak..." belum selesai melanjutkan Airin langsung berlari menuju kamar mandi.


Sontak Aryo yang merasa heran langsung membuka matanya lebar-lebar dan segera menyusul Airin ke kamar mandi.


Aryo melihat Airin seperti ingin muntah tapi tidak ada yang dikeluarkan "Kamu kenapa sayang? Apa kamu masuk angin?" Aryo berusaha meringankan rasa mual Airin dengan memijit tengkuk Airin.


"Gak tapi kamu bau Mas, aku gak tahan".


"Aku biasanya bangun tidur juga gini sayang, dan selama ini juga gak ada masalah kok".


Airin berusaha mencerna kata-kata suaminya "Benar juga ya, trus kenapa, apa aku sakit? tapi aku ngerasa sehat aja". batin Airin


"Kedokter aja ya?"

__ADS_1


"Gak usah Mas, Tolong beliin Tespeck aja ya".


"Tespeck? Maksudnya kamu hamil?" Aryo tampak berbinar-binar.


"Belum tau mas, soalnya aku udah telat juga, ya beliin ya".


"Kamu tunggu dulu aku beli sekarang".


"Iya".


Aryo bergegas menuju apotek terdekat tanpa memerdulikan penampilannya yang masih berantakan serta muka bantalnya.


Tak butuh waktu lama Aryo sudah kembali membawa apa yang diminta Airin.


"Aku bingung pilih yang mana, jadi aku beli aja yang ada di apotek tiap merk 1"


"Dasar kamu ini Mas" Airin hanya geleng-geleng kepala.


Airin bergegas ke kamar mandi, Sedangkan Aryo mulai harap-harap cemas menunggu di depan pintu kamar mandi.


Entah kenapa waktu yang hanya beberapa menit saja terasa begitu lama bagi Aryo. Saat melihat Airin keluar dari kamar mandi dengan muka kusutnya Aryo segera menghampiri.


"Gimana sayang? belum ya? sabar nanti kita coba lagi ya? Aryo yang melihat raut wajah Airin seolah mengerti kondisinya.

__ADS_1


"Iya Mas kayaknya kita harus sabar nunggu adik buat Arfa".


"Iya Gak papa, masih banyak waktu".


"Iya, Kita harus nunggu 9 bulan kelahiran adiknya Arfa".


"Maksutnya?" Dan Airin menyerahkan hasil tespecknya.


"Kamu hamil sayang"


Airin hanya mengangguk sambil tersenyum. Dan Aryo yang terkejut sekaligus senang hanya mampu memandangi hasil tespecknya bergantian dengan wajah Airin.


"Mas kamu gak papa kan?"


Aryo hanya menggeleng dan tersenyum. Dan tanpa banyak kata ia langsung memeluk Istrinya begitu erat.


"Makasih sayang, kamu mau mengandung anakku".


"Iya Mas, aku juga senang dikasih kepercayaan ini, ini anugrah terindah bagiku" Airin tampak berkaca-kaca.


Dan Aryo membungkuk menghadap perut Airin yang masih rata, lalu mengelusnya "Anak Daddy yang pintar, jaga diri dan jaga mommy baik-baik ya sayang, jangan nyusahin Mommy ya". Dan Aryo tampak menempelkan telinganya diperut Airin seolah berusaha mendengarkan jawaban Calon anaknya.


"Iya Daddy" jawab Airin dengan suara seolah menirukan anak kecil.

__ADS_1


Aryo lantas berdiri dan mengecup kening istrinya, Airin pun memeluk suaminya begitu erat, "Kebahagiaan yang tak terkira bagiku, terima kasih ya Allah" Batin Airin.


__ADS_2