
Pagi hari Airin hendak berangkat kerja, dia hendak memesan taksi online untuk mengantarkannya dan juga Arfa untuk sekolah, Airin baru memegang handphone namun tanpa sengaja ia melihat sebuah mobil terparkir didepan rumahnya,
"kok kaya mobil Aryo" gumam Airin
ia segera bergegas keluar rumah untuk menghampiri mobil tersebut, dan benar saja Aryo sudah standby dengan mobilnya didepan rumah Airin.
"Yo.kok kamu pagi pagi sudah disini,kamu gak pulang ya semalem?" tanya Airin setelah mendekati mobil.
"pagi Airin, kamu pagi pagi sudah maraton nanyain aku sih" kekeh Aryo "aku pulang kok semalem, masak iya aku disini nungguin kamu,bisa jamuran aku ntar"
"hemmm,terus kenapa pagi pagi sudah disini?"
"mau anter kamulah,kan mobil kamu masih dikantor kan?"
"kenapa mesti repot repot sih"
"untuk kamu,aku sama sekali gak merasa repot"
"okeee...aku panggil arfa dulu ya,gak papa kan anter arfa sekolah dulu?"
"tentu dengan senang hati"
Airin segera masuk dan mengajak Arfa untuk berangkat sekolah.
"hyy jagoan sudah siap sekolah?" tanya Aryo setelah arfa masuk mobil
"sudah donkk om"
dan Airin hanya tersenyum mendengar percakapan dua lelaki tersebut.
"okee kita berangkat"
__ADS_1
Aryo segera melajukan mobilnya untuk menuju sekolah Arfa.
setelah mengantar arfa ia kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Airin kerja.
"Rin kamu weekend ada acara gak?" tanya Aryo setelah beberapa waktu hening.
"kayaknya gak ada,paling nemenin main Arfa"
"kamu pernah mendaki gunung?"
"hahh? daki gunung?
"hmmm"
"aku sebenarnya pengen dari dulu, tapi dulu mas Danu gak pernah ijinin, takut aku kenapa napa katanya, jadi aku belum pernah dehh"
"kalau aku ajak kamu mau"
" iya Airin,daki gunung, kamu mau?"
"mau"
"serius?" aryo kegirangan.
"serius aryo"
"kalau aku ajak ke KUA kamu mau juga?"
"ishhh kamu nih,gak nyambung tau gak, daki gunung kenapa jadi ke KUA juga sih". dengan wajah mulai memerah
"hahaha, oke oke, KUA nya nunggu kamu siap dulu, tapi weekend kita daki gunung ya?"
__ADS_1
"tapi Arfa gimana?"
"Arfa dititpin dulu ya kemertua mu, kita gak mungkin ajak Arfa, dia masih terlalu kecil, takut gak kuat sama udara dinginnya"
"ohhh okeee" Airin sedikit kecewa
"nanti kapan kapan kita ajak ke taman safari aja"
"wahhh oke deh kalau gitu"mulai girang kembali.
akhirnya mereka sampai didepan kantor tempat Airin bekerja. Airin segera turun
"thanks ya Yo"
"iya Airin,semangat ya kerjanya"
"sipp"
tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengamati mereka berdua.dan saat Airin masuk aryo segera melajukan mobilnya menuju kafe nya.
namun ditengah jalan ada sebuah mobil yang menghadang laju mobilnya. Aryo segera turun untuk melihat siapa yang menghadangnya.namun betapa terkejutnya ternyata orang yang menghadangnya adalah Galuh.
tanpa berkata apa apa Galuh langsung melayangkan sebuah kepalan tangan kepipi Aryo. Aryo yang tidak siap tentu tersungkur ketrotoar jalan.
"gue cuma mau elo jauhin Airin"
"Lo siapa nyuruh nyuruh gue jauhin Airin"
"Gue tau lo punya rasa kan sama Airin,tapi gue gak mau lo deket deket,Airin bakal jadi istri gue"
"Airin belum ada yang miliki jadi dia bebas dekat dengan siapa pun,gue gak mau berantem sama lo,"
__ADS_1
dan Aryo memilih segera pergi,bukan dia takut menghadapi Galuh tapi dia tidak ingin nantinya berimbas ke Airin mengingat galuh adalah atasan airin.