Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Kesendirian


__ADS_3

setelah Airin membaca surat tersebut ia memutuskan tetap tidak akan mencari Aryo lagi,ia akan tetap tinggal dirumah peninggalan mas Danu,dan mertuanya pun mengharapkan Airin tetap tinggal agar mereka tidak jauh dengan cucunya,


sebulan setelah meninggalnya mas Danu Airin mulai mencari pekerjaan,ia tidak mungkin bertahan hidup hanya mengandalkan uang tabungan yang ditinggalkan mas danu,akhirnya ia mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya,


dan kini Airin sudah setahun bekerja disebuah perusahaan,


pagi hari Airin berangkat bekerja sambil mengantarkan Arfa sekolah,seperti pagi ini.setelah selesai menyiapkan arfa untuk sekolah danbia telah siap.


"Arfa sayang,ayo nak nanti mama keburu telat kerjanya,


"iya ma"


akhirnya mereka berangkat,tak butuh waktu lama Airin dan Arfa sudah sampai degerbang sekolah Arfa,


"belajar yang pinter ya sayang"


"iya ma,mama hati hati ya kerjanya"


"iya sayang" sambil mengecup puncak kepala anaknya.


"nanti pulangnya nunggu oma atau opa yang jemput ya"


" iya ma, dadah mama..." sambil melambaikan tangannya.


Airin segera melajukan mobilnya,oh ya mobil yang dipakai Airin adalah mobil yang ditinggalkan mas Danu,Airin tidak ingin menjualnya karena baginya itu kenang kenangannya dengan mas Danu.


Airin bergegas menuju kantornya,beruntungbia tidak telat.dan Airin segera bekerja dengan fokus,

__ADS_1


sepulang kerja Airin selalu mampir dirumah orang tua mas Danu , untuk menjeput Arfa, karena memang arfa pulang sekolahnya dijemput mertuanya lalu dibawa kerumahnya, jadi setiap pulang kerja airin selalu mampir untuk menjeput.


"Assalamualaikum Arfa,mama pulang" Airin langsung masuk dan menyalami mertuanya.


"walaikumsalam" sahut mereka bertiga


Airin segera menghampiri Arfa.


"mama mama besok kan weekend arfa pengen kerumah oma asih"


oma asih adalah ibunya airin


"tumben Arfa pengen kesana"


"Arfa kangen oma sama opo"


airin mengangguk tanda setuju


" yeeeeee, makasihh mama"


" kamu udah makan belum nak"tanya ibu mertuanya


"nanti aja bu airin makan dirumah aja"


"makan sini aja sekalian ibu mau ngobrol sama kamu"


"iya bu" dan airin segera menuju ruang makan, untuk arfa dia main main dengan opa nya diruang keluarga.

__ADS_1


saat tengah makan ibunya berbicara.


"Airin sudah setahun lebih Danu pergi dari kehidupan kita, apa kamu belum ingin mencari pengganti"


seketika Airin terdiam, ia mendadak begitu sulit menelan nasinya, dan airin segera mengambil minum yang berada disamping piringnya.


"kenapa ibu tiba tiba tanya begitu''


''bukan gimana gimana rin,tapi ibu kasihan sama kamu dan juga arfa"


"kenapa kasihan bu, Airin dan arfa baik baik saja"


"kamu bisa baik baik saja tapi arfa,? tadi ia pulang sekolah liat temennya dijemput oleh papanya, Arfa memang hanya diam, tapi dia terus liatin temennya, dia merindukan sosok ayah dalam hidupnya"


Airin tertegun mendengar penuturan ibunya, ia menunduk dan matanya mulai memanas,namun berhasil ia tahan air matanya.


"kan opanya juga selalu berperan sebagai ayah buat Arfa bu"


"iya tapi bagaimana pun opanya sudah tua,dan dia juga mesti bekerja, pasti tetap berbeda lah dengan seorang ayah"


"iya bu,tapi Airin belum menemukan pengganti mas Danu yang menurut Airin cocok"


"yaudah nak,ibu gak akan maksa,ibu hanya kasihan sama kamu dan juga Arfa"


"makasih bu,yaudah Airin pamit ya"


Airin bergegas pamit pulang, namun ia terus kepikiran dengan perkataan ibu mertuanya,

__ADS_1


"sudahlah kalau waktunya menikah pasti juga bakal nikah,''putus airin akhirnya.


__ADS_2