
Pagi harinya Airin bergegas menuju rumah orang tuanya,ia sengaja berangkat pagi karena ia tidak ingin kejebak macet berkepanjangan karena biasanya kalau weekend selalu macet, butuh waktu 2 jam untuk Airin sampai dirumah orang tuanya,namun baru satu jam perjalanan Arfa mengeluh lapar.
"mama Arfa laper"
"oh yaa,bukanya tadi sudah sarapan roti ya dirumah"
"iya maa tapi udah laper lagi"
"okee kita cari kafe dulu ya"
dan Arfa mengangguk,Airin memelankan laju mobilnya sambil menengok kanan kiri mencari sebuah kafe,
"ahh itu dia ada kafe nak,kita mampir dulu ya"
"iya ma,"
Kafe cofee, nama kafe tersebut,Airin segera memarkirkan mobilnya,dan ia segera masuk dan menuju tempat duduk,
tak berapa lama seorang pelayan datang menawari menu.
"selamat datang dikafe cofee , mau pesen apa bu" sapa seorang pelayan perempuan
dan Airin menerima buku daftar menu yang disediakan.
"nasi goreng 2 dan teh hangat 1 serta coklat panasnya 1, makasih"
"baik,silahkan ditunggu pesenannya bu"kata seorang pelayan dan segera undur diri.
saat tengah menunggu pesanan Airin melihat sosok yang familiar sedang mondar mandir mengarahkan pelayan,saat pria tersebut menoleh Airin terkejut.
"Aryo" panggil Airin sedikit berteriak
dan sang pemilik nama yang mendengar nama nya disebut segera menoleh.
"Airin," Aryo segera mendekat.
"hyyy,gimana kabarnya" sapa Airin segera mengulurkan tangan
__ADS_1
"baik,kamu gimana punya kabar dan ini jagoanmu kah?" tanya Aryo sambil menunjuk Arfa yang sedang duduk
"iya aku baik,ini arfa anakku, salim dulu nak sama om Aryo"
dan Arfa menurut bersalaman dengan Aryo
"hyy jagoan, pinter sekali kamu nak" sapa aryo ke arfa
"makasih om" jawab arfa
"kamu kerja disini sekarang yo" tanya Airin
" ehmm iya,aku kerja disini,kamu mau kemana?"
"kerumah orang tua,udah gak kerja diperusahaan dulu?"
"gak udah lama resign,kok cuma berdua?" tanya aryo heran, karena ia tidak tau kalau mas Danu sudah meninggal.
"iya mau ber berapa donk" canda Airin
"suamimu gak ikut"
"mana kok gak ada" Aryo bingung
"suami ku disini," sambil menepuk dadanya
"kok?" aryo tambah bingung
"iya udah setahun lebih mas Danu berpulang menghadap ilahi,tapi ia masih tetap ada dihati kami"
"Innalilahi,maaf rin aku gak tau"
"its oke,gak papa yo,aku fine kok"
"udah lama?"
"setahun lebih"
__ADS_1
"kamu yang sabar ya,sekarang kamu tinggal dimana?"
"dikota B masih menempati rumah peninggalan suami, oh ya gimana kabar dinda?"
"dinda baik,"
"udah punya anak sekarang?" tanya Airin memancing
"udah" jawab aryo singkat
"wahhh selamat ya,maaf aku gak tau kapan kalian nikah dan bahkan sampai udah punya anak"
Aryo tersenyum,
"yang punya anak dinda kenapa yang dikasih selamat aku" sambil naik turunkan alis
"maksutnya?" airin bingung
"iyaa yang punya anak dinda sama suaminya,kenapa aku yang dikasih selamat"
"lohh bukannya dulu kalian pacaran"
"iyaa dulu tapi kita udah putus lama"
"jadii"
"yaa jadi sekarang aku nunggu jodohku muncul"
"jodoh dicari yo bukan ditunggu"
"hahaha,iya rin kamu bener, jodoh dicari bukan ditunggu,
mereka ngbrol begitu lama sampai tidak sadar bahwa makanan sudah terhidang dari tadi,
"kamu makan dulu aku lanjut kerja ya rin" pamit aryo
"oke yoo"
__ADS_1
akhirnya airin mulai makan,karena tanpa ia sadari makanan arfa sampai sudah ludes.setelah selesai Airin segera melanjutkan perjalanannya