Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
kejutan


__ADS_3

"Gue gak akan lepasin kamu Airin,gue udah nunggu kamu bertahun tahun" gumam Aryo setelah meninggalkan Galuh yang masih dalam keadaan emosi.


"dulu gue terpaksa lepasin kamu karena Danu sudah mengikatmu sebelum kita bertemu,aku gak ingin nyakitin keluargamu, tapi sekarang aku gak ada alasan lagi buat lepasin kamu, aku juga gak mungkin nyakitin keluarga mu sekarang jika aku deketin kamu" Aryo merasa dada nya bergemuruh begitu hebat.


weekend telah tiba dan sesuai janjinya, Aryo menjemput Airin pagi untuk berangkat menuju sebuah gunung yang jaraknya lumayan agak jauh dari kota nya.


Airin telah siap dengan segala perlengkapan yang diinstruksikan Aryo, dan yang paling penting adalah jaket tebalnya.


"kamu gak lupa bawa jaket kan rin" tanya Aryo sebelum melajukan mobilnya


"gak kok yo,tuhh dibelakang diatas ranselku"


"okee, nanti kalau masih dingin biar aku angetin"


Airin menunduk dia tiba tiba teringat tentang ciumannya dengan Aryo dikebun teh beberapa tahun silam.


"kamu kenapa diem Rin" tanya Aryo yang sudah mulai fokus dengan jalanan


"gak papa kok yo" masih dengan wajah menunduk


"hemmm,, jangan jangan kamu keinget kejadian dikebun teh ya" tebak aryo dan tepat sasaran.


"gak kok" sahut Airin gelagapan dan mukanya mulai memerah

__ADS_1


"hahaha,keinget juga gak papa Rin"


"udah ah kamu fokus nyetir aja"


"okee"


dan Airin memilih memejamkan matanya untuk menikmati perjalanan yang lumayan panjang.


ternyata mereka sampai dimana tempat mereka akan memulai mendaki gunung pada sore hari, Airin terkejut, karena ternyata mereka akan mendaki gunung rame rame,


"kok banyakan?" tanya Airin keheranan


"kalau daki gunung emang harus rame rame Rin"


mereka berkumpul dan mulai berdiskusi untuk menuju puncak dan jalur mana yang harus ditempuh.Airin yang awam dengan dunia pendakian hanya bisa diam dan bengong aja.


"yuk Rin kita mulai" kata Aryo sambil memegang tangan Airin


"sekarang, ini kan sudah sore yo"


"iya makanya masih sore, ntar keburu malem"


dan Airin hanya bisa nurut aja apa kata Aryo.ternyata mendaki gunung memang butuh waktu yang lama,

__ADS_1


mereka sampai pada basecamp tengah malam.dan mereka memutuskan untuk mendirikan tenda untuk istirahat.


Airin merasa belum lama memejamkan mata dan sudah dibangunin Aryo,katanya kita harus segera menuju puncak untuk bisa melihat matahari terbit.


ternyata tak butuh waktu lama mereka telah sampai puncak, dan langit sudah mulai kemerahan tanda matahari akan terbit.


namun hal yang membuat Airin terkejut ternyata dipuncak sudah ada begitu banyak kelopak bunga mawar berbentuk love, dan Aryo segera menuntun Airin menuju tempat apik tersebut.


"ya Ampun Yo ini indah banget" dengan mata berbinar binar


"Airin dibawah matahari yang terbit aku ingin ia menjadi saksi, bahwa aku ingin mempersunting mu"


dan Airin hanya sanggup menganga terkejut.


"tapi yo apa kamu gak keberatan dengan statusku sekarang?" tanya Airin ragu


"sudah aku bilang rin,walau kamu punya anak sejuta aku sanggup jadi ayah dari anak anakmu, dan aku tidak akan memintamu untuk jadi pacar aku,kita bukan lagi Abg Rin,kita sudah sama sama dewasa,kita butuh ikatan yang lebih dari sekedar pacaran yaitu pernikahan"


Airin sudah tidak sanggup membendung air matanya .


"iya yo aku mau"


"yess" dan Aryo segera memasangkan cincin yang sudah ia siapkan.tak lupa teman teman nya yang sudah menyiapkan semua bertepuk tangan, yahh semua disiapkan oleh teman teman aryo atas perintah Aryo saat airin terlelap.dan aryo memang tidak ikut karena dia jarus jagain airin,dia tidak mungkin ninggalin Airin dialam sebebas ini.

__ADS_1


__ADS_2