Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Kebersamaan


__ADS_3

Airin dan Aryo tertawa seketika.


"okee berhubung aku disini cuma jadi kambing congek buat kalian,mending aku balik deh" pamit Dinda


"kenapa mesti buru buru dinda" tanya Airin yang merasa tidak enak.


"hehee, sebenarnya aku masih ada urusan Rin bukan karena kalian" sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"udaahhh biarin ni bocah pergi, wush wush sana sana pergi, lalat penggangu" usir Aryo


"ihh tega ya ngatain gue lalat, ya ya ya gue balik..babayyy" sambil keluar ruangan.


nyatanya setelah dinda pergi,hanya ada keheningan diantara mereka berdua.


"ehhmm rin kamu udah sarapan?" tanya Aryo untuk memecah keheningan


"belum tadi buru antar Arfa sekolah,soalnya aku bangun kesiangan"


"mau sarapan apa biar aku suruh buatin"


"ehhmmtt nasi goreng aja deh"


"okee,mau minum apa?"


"lemon tea tapi anget aja ya"

__ADS_1


"siap,ditunggu dulu ya" sambil mengetik pesan kepada pelayan nya.


"pasti masih capek ya gegara kemarin?"


"iyaa lumayan"


"sinii" pinta Aryo sambil menepuk pahanya,tanda meminta Airin duduk dipangkuannya.


"haaaaa" Airin malah terkejut dengan perintah Aryo." A-aku ngapain kesitu?" tanya Airin tergagap.


"iyaa duduk disini,kita kan udah mau nikah gak papa kan kita berdekatan" sambil tersenyum smirk untuk menggoda Airin.


"ehhh aku duduk sini aja" Airin medadak merasa canggung.dan Aryo yang melihat gelagat Airin justru tertawa lebar.


"ya ampun Rin,kamu masih aja kaku gitu" tukas Aryo dengan gemas melihat tingkah Airin yang masih seperti Abg.


" gak usah malu ..okeee kamu calon istriku" sambil merapikan anak rambut Airin yang sedikit berantakan.


"ehhmm..i-iyaaa" sambil menunduk menutupi mukanya yang sudah memerah.


Aryo mengelus elus punggung Airin penuh kasih yang selama ini tidak tersampaikan, terkadang Aryo masih tidak menyangka dengan semua ini, Airin yang baginya selama ini hanya angan angan semata, nyatanya Tuhan berkata lain,Tuhan mempertemukan mereka kembali dengan caranya yang menakjubkan.


Aryo meraih tangan Airin dan menciuminya penuh kasih,dan Airin hanya bisa tertegun dengan sikap Aryo.


"ehh maaf mas,i-ini makanannya sudah siap" tiba tiba seorang pelayan datang dengan muka yang sudah memerah menahan malu telah memergoki bosnya tengah bermesraan.

__ADS_1


Airin seketika langsung menarik tangannya yang digenggam Aryo dan langsung turun dari pangkuan Aryo dengan menunduk.


"ohh iya kamu taruh disitu aja ya" jawab Aryo dengan santainya.


"iya mas, permisi"


Aryo menyadari jika Airin merasa malu kepergok salah seorang karyawannya.


"duduk sini Rin" perintah Aryo


"ehh iyaa"


"ini dimakan dulu" perintah Aryo,ia sengaja tidak membahas soal kepergok tadi agar Airin tidak merasa semakin malu.


"iyaa" dan Airin segera memakan nasinya bebarengan dengan Aryo.


"kamu belum sarapan juga yo" tanya Airin


"belum,makanya aku minta dibuatin 2, tadi baru bangun terus dinda dateng"


"ohhh..ngapain tadi dinda"


"itu dia minta tolong,anaknya mau ultah dia mau pinjem kafe pusat buat rayain ultah anaknya bulan depan"


"ohhh,gitu"

__ADS_1


"hemmmttt..sampe harus mohon mohon segala,berasa pelit deh aku ini" kekeh Aryo


dan Airin memilih tersenyum menanggapi perkataan Aryo, dan ia mengerti kenapa tadi dinda sampai megang megang tangan Aryo, (ternyata itu alesannya) batin Airin.


__ADS_2