Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Morning sicknes


__ADS_3

setelah melewati weekend dan hari minggu dengan mas Danu,kini tiba saatnya Airin kembali bekerja seperti biasa,namun saat bangun tidur ia merasa begitu malas dan kepala nya sedikit pusing.


namun Airin selalu memaksakan dirinya untuk tetap bekerja.


Airin bergegas bersiap diri untuk berangkat kerja, saat tibanya waktu sarapan airin mendadak merasa malas untuk sarapan,tapi ia merasa perutnya kosong.


akhirnya ia memutuskan untuk sarapan roti saja.


"kok tumben sarapan roti" tanya ibunya yang mendadak sudah berada dibelakang Airin


Airin sedikit terkejut "iya buu lagi males makan" jawab Airin


"ohhh, wajar kalau kamu males makan karena kamu masih hamil muda,tapi kamu harus tetap makan biar yang diperut gak kelaparan" sambil tertawa


"ibu bisa aja,iyaa ni Airin juga tetap paksain makan kok,yaudah Airin berangkat ya bu"sambil menyium punggung tangan ibunya


"iya nakk hati hati ya"


tak lama Airin sudah sampai ditempat kerjanya,sampai tempat kerja ternyata tim nya sudah siap,


"tumben datang paling akhir Airin" sapa Ria


"iya nih Ri lagi males tadi"

__ADS_1


"efek bumil ya"


"mungkin"


"yaudah yuk fokus,nanti kalai gak kuat kamu ke klinik aja ya"


"iya Ri,"


akhirnya mereka fokus kembali bekerja.namun saat mulai fokus bekerja mendadak Airin merasa begitu mual,Airin segera lari ngibrit toilet, sampai toilet ia memuntahkan semua sarapan yang sempat masuk dalam perutnya tadi sebelum berangkat kerja.


Aryo yang menyadari Airin yang lari sambil menutup mulut mendadak menjadi cemas, ia segera keklinik untuk meminta minyak kayu putih, aneh memang,Airin bukan istrinya dan anak yang dikandung Airin juga bukan anaknya,tapi Aryo seperti tidak peduli,dia khawatir terhadap Airin apapun itu penyebabnya.


setelah sampai diruang kerja Aryo segera menyodorkan minyak kayu putih ke Airin yang sedang terduduk lemas karena habis muntah.


"makasih yo" segera menghirup aroma minyak kayu putih,dan Airin mendadak sangat menyukai aroma minyak kayu putih,padahal ia kalau mencium bau parfum ia akan langsung merasa mual walaupun tidak sampai muntah.


"disimpen aja kalau kamu mual tinggal hirup itu"


"iya yo,makasih ya"


Aryo kembali duduk , namun ia sudah tidak bisa fokus kembali karena melihat Airin yang mukanya terlihat pucat.


Airin pun merasa dirinya semakin lemas,pandangannya sedikit demi sedikit mulai buram dan akhirnya ia tumbang.

__ADS_1


samar samar ia masih dapat mendengar suara Aryo.ia merasa tubuhnya dibopong oleh seseorang.


"Airin Airin bangun Rin,bangunn" panggil seseorang


dan Airin mulai membuka matanya, ia dapat melihat wajah cemas Aryo dan Ria serta Andi.


namun Airin merasa tangannya digenggam erat oleh seseorang, saat Airin menengok ia mendapati tangan Aryo yang menggenggam erat tangannya.Aryo yang menyadari itu pun langsung melepaskannya.


"maaf Rin"


dan Airin hanya tersenyum lirih.


"Rin kamu gak papa kan" tanya Ria


"gak papa kok Ri aku cuma lemes aja"


"kamu istirahat disini aja ya"


"iya Ri maaf ya ngrepotin"


"udah gak papa yang penting kamu sehat dulu"


akhirnya sampai jam istirahat Airin hanya istirahat diklinik, karena setelah jam istirahat ia merasa badannya mulai bugar kembali,Airin memutuskan untuk melanjutkan pekerjaanya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2