Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Cuti Menikah


__ADS_3

3 Hari menjelang pernikahan Airin memilih mengambil cuti, sebenarnya Airin cuti hanya untuk merilekskan tubuhnya, karena semua persiapan pernikahan memang diurus oleh orang tuanya dan Airin terima beres saja.


Dipagi hari Airin hanya duduk termenung dikamarnya,karena dia tidak memiliki kegiatan segala urusan pernikahannya sudah usai, fitting baju pun sudah usai hanya tinggal menunggu hari-H


(Aryo apa aku bisa menjalani hari hariku nanti?) batin Airin dan tanpa sadar air matanya mulai menetes dipipinya.


Airin terus menatap diluar jendela dengan pandangan kosong. karena ia tidak bisa menghapus pikirannya tentang Aryo. (Aryo semoga kamu bisa kembali manata hidupmu,kembali menata hatimu , aku akan sangat merasa bersalah jika kamu terus menaruh hatimu didiriku)batin Airin.


Seketika lamunan Airin buyar kala ibunya memanggil


"nakk kamu sarapan dulu ya,biar gak sakit nantinya" panggil ibu airin


"i-iya bu bentar" Airin segera menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya.


"Airin mandi dulu ya bu"


"iya nakk"


setelah selesai mandi Airin pun segera sarapan.

__ADS_1


Disudut lain Aryo juga lebih banyak diam saat bekerja.


"Yoo kamu ngalamun ya" Kata Ria tiba tiba dan secara reflek Aryo tertegun.


" enggak kok Ri ada apa emangnya?"


"gak ada apa apa yo tapi aku liat kamu dari tadi bengong kaya ngalamun gitu"


"gak kok Ri aku gak papa,aku lanjut kerja aja"


"kamu mikirin Airin ya" tembak Ria langsung dan tepat sasaran.


"iya Ri, jujur ini berat buat aku, rasa rasanya ada beban yang sangat berat yang sedang ada dipundakku sekarang" kata aryo jujur


"Aku tau Yo, tapi aku minta maaf tidak bisa memberi solusi apa apa buat masalah kalian"


" iya Ri, kamu udah perhatian gini aku udah makasih banget kok, seenggak nya aku punya teman buat aku berbagi masalah, thanks Ri" ucap Aryo tulus.


"Iya Yo, semangat kamu juga harus move on" sambil menepuk pundak Aryo

__ADS_1


"iya Ri pasti aku berusaha buat move on"


"oya ini undangannya dari Airin" sambil menyodorkan amplop berwarna cream dengan aksen pita didepannya


"iya Ri" sambil meremas surat undangan tersebut.


"sebenarnya Airin ngasihnya dua minggu lalu tapi aku gak tega ngasihnya kekamu jadi aku baru kasih sekarang" sambil cengengesan


"ini buat kamu juga Andi" sambil menyodorkan surat undangan ke Andi


"okee makasihh" sahut Andi.


dan Aryo terus memandangi surat yang sudah diremas remas tadinya dengan pandangan nanar.


" Yo kamu okee kan" tanya Andi


"hmmm" sahut Aryo tanpa bisa menjawabnya.


sebenarnya Aryo juga sudah tahu kalau pernikahan Airin dan mas Danu hanya tinggal 3hari lagi, tapi begitu memandang surat undangannya langsung hatinya memanas tak terkendali.ingin rasanya ia merobel surat undangan tersebut seakan dengan merobek nya maka pernikahan Airin akan batal juga, namun tidak dilakukan Aryo dan memilih menaruhnya dilaci meja kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2