Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Galuh Wira Atmaja


__ADS_3

pagi ini Airin kembali ke aktifitasnya seperti biasa, setelah libur kerumah orang tuanya ia harus kembali bekerja.ia bergegas bersiap diri beserta anaknya.


"nak ayo berangkat nanti kamu keburu telat" panggil airin ke anaknya arfa


"iya ma bentar arfa ambil tas dulu.


tak lama arfa pun sudah muncul kembali.


"ayo ma kita brangkat,"


mereka segera menaiki mobil dan Airin segera melajukannya untuk menembus kemacetan.


setelah bergulat dengan kemacetan akhirnya mereka sampai, dan arfa segera menyalami mamanya dan Airin tak lupa mengecup puncak kepala anakmya.


saat hendak turun Arfa mengentikan tangannya membuka pintu mobil.


"ma Arfa pengen nasi goreng"


"iya nanti pulang kerja mama beliin atau mau dibikinin aja?"


"Arfa pengen yang kayak kita mampir pas mau kerumah oma"


"ohhh, iya nanti mama beliin ya,mama tau ada cabang kafenya deket sini"

__ADS_1


"makasihh ma."


"sama2 sayang,belajar yang pinter ya"


"siap mama" arfa begegas turun dan melambaikan tangannya.


Airin melajukan kembali mobilnya menuju kantor.


setelah sampai dikantor ia mulai fokus dengan pekerjaannya,hingga ia tak menyadari bahwa Galuh sudah berada didepan mejanya.


Galuh Wira Atmaja adalah calon penerus perusahaan tempat Airin bekerja,ia kini menjabat sebagai wakil direktur di Wira Groub, karena ayahnya masih menjabat sebagai Ceo,yaitu Hendri Wira Atmaja.


Airin dan Galuh pertama kali bertatap muka saat mereka meeting dengan client dari jepang disebuah hotel untuk membahas sebuah proyek dan Airin diharuskan ikut andil dalam proyek tersebut,


"ini sudah sore,aku langsung antar kamu pulang ya" kata galuh saat itu


"maaf pak tapi mobil saya masih diperusahaan"


"gak papa nanti biar dianter sopir saya"


"tapi saya harus jemput anak saya dulu"


"anak? kamu udah punya anak?"

__ADS_1


"iya pak"


saat itu galuh merasa tidak punya harapan, namun diam diam ia bertanya terhadap sekertarisnya,dan kini ia tau bahwa Airin seorang single parent,ia merasa semangat kembali untuk mendekati Airin, seperti pagi ini ia sudah menyempatkan waktunya untuk menghampiri Airin.


"pagi Rin" dengan senyum menawan


Airin sedikit kaget karena ia sedang fokus dengan kertas kertas didepannya saat galuh menyapa "pagi pak Galuh" dengan senyum sedikit canggung


"nanti malam kamu ada waktu gak?"


"maaf pak saya harus menemani anak saya belajar kalau malam" lagi dan lagi Airin selalu menolak dengan halus


"okee..tapi kamu harus mau ya aku anter pulang"


"maaf lagi pak tapi saya bawa mobil" dengan senyum sedikit dipaksakan


"hmmm...lama lama aku gembesin ban kamu rin biar kamu mau aku anterin pulang" muka Galuh mulai frustasi karena ajakannya selalu ditolak Airin


Airin tersenyum mendengar penuturan Galuh,"maaf ya pak"


"oke,aku keruangan dulu ya,dan selamat bekerja Airin"


Airin tidak menjawab ia hanya tersenyum dan mengangguk,

__ADS_1


sebenarnya Airin merasa begitu bersalah tiap menolak ajakan Galuh, namun ia menyadari bahwa Galuh menaruh rasa padanya dan Airin tidak ingin memberi harapan pada Galuh,ia menyadari status mereka berbeda, Galuh calon penerus perusahaan sedangkan Airin seorang karyawan biasa serta seorang single parent yang sangat jelas tidak cocok untuk Galuh.


__ADS_2