Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Peringatan


__ADS_3

"B*******"


BRAAAKKKK


Galuh menghantamkan tangannya ketembok setelah kepergian Airin.


"******* lo Aryo,bisa bisa nya lo gak gubris omongan gue,gue harus beri lo pelajaran"


Galuh segera pergi dari rooftop gedung tersebut.


ia langsung menuju parkiran dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.


Galuh telah sampai disebuah kafe,iyaa dia kekafe Aryo.


"gue mau ketemu sama pegawai disini yang bernama Aryo"


"maaf pak dengan siapa, apa sebelumnya ada janji?" tanya seorang pelayan dengan sopan meski galuh menyapa nya dengan muka garang.


"emangnya dia siapa sampai gue harus buat janji?"


"mas Aryo pemilik kafe ini pak" tukas pelayan tersebut dan sukses membuat Galuh sedikit terperangah namun berhasil dia tutupi.


"bilang sama bosmu gue galuh pengen ketemu"


"sebentar saya panggilkan"


pelayan tersebut langsung melakukan interlokal ke Aryo.


"anda bisa menunggu sebentar mas Aryo segera turun" kata pelayan tersebut setelah berhasil menghubungi Aryo.


tak lama Aryo pun turun.


"ada apa pak Galuh kesini,? apa ada hal penting sampai harus mengujungi kafe saya?" tanya Aryo dengan sopan

__ADS_1


"gue emang ada urusan sama lo"


Aryo mulai was was melihat muka garang Galuh..


"kita bicara ditaman belakang saja" kata Aryo.ia tidak ingin karyawannya melihat kemarahan Galuh dikafe nya.ia memilih taman belakang kafe nya yang cenderung sepi.


setelah sampai.tanpa aba aba.


BUUKKK


kepalan tangan Galuh mendarat dipipi Aryo.


Aryo lagi lagi tidak berniat membalasnya.


"B******* Lo ya" kata Galuh penuh dengan emosi membaranya.


"gue br******* kenapa?" tanya Aryo seolah olah dia tidak tau apa apa.


"gue udah bilang jauhin Airin"


"itu cuma khayalanmu"


"iya dan khayalanku menjadi nyata,udah puas kan nonjok gue, mending lo balik, gue gak butuh kata kata lo" maki Aryo.


"gue cuma sudi kesini,gue kesini cuma mau bilang tinggalin Airin"


"tapi sayangnya gue gak mau"


"BUKKKKKK


kepalan mendarat kembali dipipi Aryo


"gue gak jamin kalau lo terus disini gue bisa nahan emosi lagi" aryo mulai terpancing emosi

__ADS_1


"silahkan, tonjok gue" sambil menyodorkan pipinya.


Aryo enggan melakukan itu, Aryo tau Galuh berusaha memancing emosinya untuk melancarkan rencananya yang entah apa Aryo pun gak tau.


"lo emang gak berani nonjok gue tau itu" sarkas galuh tak genjar memancing emosi Aryo.


"lo pulang aja gue gak mau ada keributan dikafe gue"


"dasar lo nya aja yang pecundang"


Aryo mengepalkan tangannya kuat kuat berusaha menahan emosinya.


"lo pulang apa gue perlu panggilin pihak keamanan"


"cemen lo"


"lo pulang sekarang"


"oke gue pulang, tapi lo harus inget,jauhin Airin"


setelah kepergian Galuh. Aryo kembali keruangannya untuk mengobati luka memar diwajahnya.


"Airin aku gak ingin lepasin kamu, terlebih ke cowok psikopat macam galuh" gumam Aryo saat ia sedang mengobati luka nya.


Aryo menerawang jauh mengingat dulu ia melepaskan Airin untuk Danu, mungkin dulu ia masih bisa merelakan,mengingat Danu lelaki yang baik dan lembut.tapi sekarang ia benar benar tidak ingin, terlebih ia melihat kegilaan Galuh.


"kita akan terus bersama Rin"


°°°°°°°°°°°


hyy para pembaca sekalian, aku pengen tanya mudah mudahan ada yang mau jawab dikomen ya..


kira2 pelajaran apa yang bisa diambil dari novel abal2 ku ini?

__ADS_1


aku tunggu jawabannya tapiii kalau gak ada yang jawab ya gpp..sekiann makasihh 😊😊😊😊


__ADS_2