Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Menjauh


__ADS_3

semenjak obrolan dikebun teh waktu itu Aryo mulai menjauh dari Airin, dan Airin memahami itu karena ia merasa mungkin Aryo butuh waktu buat nenangin hatinya.


dan siang itu Airin dan Ria hanya makan berdua dikantin, karena aryo dan Andi memilih makan diluar.


"Si Aryo kayak jauhin kamu ya Rin?" tanya Ria memulai percakapan


"iya Ri mungkin dia butuh waktu,walau gimana pun juga ini masalah gak gampang walau kelihatannya sepele"


"ini gak sepele Rin ini menyangkut hati kalian, karena hati kalian pasti terluka kan"


"iya Ri, jujur aku sebenarnya juga rapuh banget tapi aku harus gimana juga gak tau"


"aku sendiri juga bingung Rin, yaudah jalani aja, biar nanti takdir yang menjawab Rin"


"iya Ri,makasih kamu selalu perhatian sama aku"


selesai makan mereka pun langsung bergegas menuju ruang kerja.


saat sampai ruang kerja tiba tiba Ria menerima telpon dari atasan mereka.


"ehmmt Rin, aduhh gimana ya" ria garuk garuk kepalanya yang tidak gatal


"kenapa Ri kok kaya bingung gitu?"

__ADS_1


"Rin,kamu sama Aryo disuruh nyusulin bos kekafe taria buat ikut miting"


" aku sama Aryo? Airin melotot saking terkejutnya


"iya Rin" dengan cengengesan


"kenapa harus aku sama Aryo kan bisa sama Andi"


"kenapa nyebut nyebut nama aku" seketika andi datang bersama Aryo yang sehabis istirahat siang


"ehmmt itu, ehmmt anu Airin sama Aryo disuruh nyusulin pak bos ikut miting kekafe Taria sekarang" dengan nada ragu ragu


dan Airin tidak bisa berkata apa apa lagi menunggu jawaban Aryo.


"yaudah ayo berangkat" akhirnya aryo memutuskan


Airin merasa takut untuk memulai percakapan.


"Airin aku minta maaf kalau aku nyakitin kamu dengan sikapku" Aryo memulai percakapn


" i-iya yo gak papa kok" dengan nada terbata bata


" Airin kita bisa mulai semua nya dari awal lagi sebagai teman mungkin?"

__ADS_1


Airin langsung memandang Aryo sebelum akhirnya mengangguk setuju.


"aku tidak tau rin, belakangan ini aku merasa begitu berantakan, tapi toh mau gimana lagi, tapi kamu tenang aja aku bakal selalu doain kamu buat kebahagiaan kamu, itu janjiku Rin"


Airin menunduk dengan matanya yang mulai berkaca kaca


" makasih yo, aku juga bakal selalu doain kamu buat kebahagiaan kamu, dan semoga kelak kamu menemukan pendamping hidupmu yang terbaik" Airin memberanikan diri meremas tangan Aryo


seketika Aryo menoleh dan mengangguk "iya Rin makasih juga doamu" ( kamulah yang terbaik bagiku rin) batin Aryo.


mereka akhirnya sampai ketempat tujuan mereka dan menemui bos mereka.


hampir 1 jam lebih mereka miting membahas proyek yang bakal mereka kerjakan.


akhirnya miting pun usai dan mereka kembali kekantor mereka untuk melanjutkan kerja.


didalam mobil balik ketempat kerja Aryo dan Airin kembali hening.


sesekali Airin melirik Aryo namun Aryo hanya menatap keluar jendela dengan termenung.


(apa segitu sakitnya Aryo sampai dia terlihat begitu nelangsa) batin Airin


(Yoo aku pun juga sama terlukanya sama nelangsanya dengan kamu, tapi kita tidak bisa berbuat apa apa, bukan tidak bisa tapi tidak ingin, kita memang tidak bisa egois yo aku pun tidak ingin egois) batin Airin sambil menatap keluar jendela mobil.

__ADS_1


bersambung


maafkan bila banyak typo nya ya..


__ADS_2