Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Hari Bahagia


__ADS_3

Hari yang dinanti-nantikan Aryo dan Airin akhirnya tiba juga, yahh Airin dan Aryo hari ini akan melangsungkan pernikahannya. Airin yang sudah mengenakan gaun putih yang indah tampak begitu cantik namun tidak bisa menutupi kegugupannya.


Dinda yang memang sengaja datang lebih awal untuk menemani Airin merasa begitu geli melihat ekspresi Airin yang gugup, "Semua akan baik-baik saja Rin" kata Dinda berusaha memberikan ketenangan bagi Airin.


Seketika Airin langsung menoleh dan tersenyum "Thanks Dinda kamu datang tepat waktu, aku memang merasa gugup sekali, padahal ini bukan yang pertama bagiku, tapi kenapa ini serasa lebih mendebarkan?"


Dinda tertawa mendengar penuturan Airin "Karna kamu sangat mencintai Aryo".


Airin langsung tertunduk malu dengan pipi yang bersemu merah.


#####


Di sisi lain Aryo juga telah siap dengan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih, tampak begitu gagah dan tengah menatap dirinya dicermin dengan sesekali menghela nafas.


"Nak sudah siapkan? itu penghulunya sudah datang"


"Sudah Bu"


"Ayo kita turun"


Dan Aryo hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Bismillah dulu"

__ADS_1


Aryo menarik nafas dalam "Bismillahirohmannirohim".


Aryo serta ibunya berjalan beriringan menuju tempat dimana ijab qobul nya akan dimulai, disebuah hotel ternama yang memang mewah, sebenarnya Airin enggan mengadakan ijab serta resepsi secara mewah, namun karena keinginan ibunya Aryo mereka tidak bisa menolak, jadilah mereka mengadakan pesta mewah dihotel.


####


Setelah kata "Sah" terucap dari para saksi akhirnya Airin turun dengan didampingi oleh Dinda dan Ria, senyum terus terukir dibibir Airin, menggambarkan isi hatinya yang membuncah karena kebahagiaan.


Dan masih didepan penghulu Aryo menatap Airin yang sedang menuruni tangga dengan balutan gaun putih yang indah dan begitu pas ditubuh Airin, tampak begitu cantik dan seperti masih seorang gadis.


Setelah sampai dibawah Airin menyalami Aryo dan mencium punggung tangannya dan Aryo pun mencium kening Airin dengan bibir yang sedikit bergetar ia berucap "Selamat Anda telah menjadi nyonya Aryo" begitu pelan hingga hanya Airin yang mendengarnya tapi langsung memberikan dampak yang begitu kentara, pipi Airin langsung bersemu merah.


"Selamat ya Rin akhirnya penantian panjang kalian menemui muara" ucap Ria dengan mata yang berair menahan haru serta bahagia.


"Selamat ya Rin dan Aryo bahagia selalu ya, jangan lupa segera kasih adik buat Arfa" ucap Dinda


Airin belum sempat menjawab langsung dibalas Aryo "tentu" ucapnya dengan santainya dan Airin meliriknya lalu tertunduk malu.


"Kamunya emang udah ngebet kali Yo" balas Dinda dengan nada mengejek.


"Emang" balas Aryo dan langsung mendapat cubitan dari Airin.


"Aduh sakit Rin"

__ADS_1


"Ih kamu Mas nyebelin"


"Apa kamu bilang?"


"Nyebelin"


"Sebelum itu"


"Mas"


"Makasih, gak nyangka deh bakal dipanggil "Mas" sama kamu".


"Kan emang kamu udah jadi suami makanya dipanggil Mas".


"Makasih"


Airin hanya membalas dengan tersenyum, sambil menyalami orang-orang yang memberinya selamat.


"Tuhan terima kasih telah memberikan kebahagiaan tak terkira dalam hidupku, aku akan menghabiskan sisa waktuku bersamanya untuk membahagiakannya, maka izinkanlah" Aryo.


END


Maafkanlah bila endingnya maksa banget, soalnya aku udah buntu banget amat ini cerita, gak reti lagi mesti gimana, maaf maaf maaf yang sebesar besarnya..

__ADS_1


Semoga kalau ada ide untuk lanjut mungkin bisa aku bikin ekstra part. 😊😊😊😊


__ADS_2