Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Pov Aryo


__ADS_3

Setelah Airin resign dan Dinda masuk ke tim kami,gue merasa ada sosok Airin dalam diri dinda,sehingga gue deketin dia,bodoh memang diriku,


Airin tetaplah Airin dan Dinda tetaplah Dinda.


setelah 3bulan pendekatan aku mulai mengajak Dinda berpacaran,dan dia setuju,namun baru berjalan 3bulan aku merasa belum bisa membuka hatiku buat Dinda.


Gue masih terus memikirkan Airin,sebenarnya gue sudah nyoba untuk mencintai Dinda sebagai diri dinda sendiri,bukan sebagai sosok Airin,namun setelah berjalan hampir 1 tahun aku masih tetap tidak bisa membuka hati gue, akhirnya gue memutuskan untuk mengakhiri hubungan gue dan dinda, dan beruntungnya dinda tidak marah marah seperti yang gue bayangin.


"Dinda aku minta maaf,selama ini aku belum bisa cinta sama kamu"


Dinda terlihat begitu terkejut mendengar penuturanku


"iya yo,aku tau itu"


" maksutnya?" aku sedikit bingung dengan pengakuan dinda


"aku tau yo, sekarang kamu sedang berkata jujur,aku baru tau sekarang" tuturnya


"aku minta maaf dinda, aku gak bermaksut mempermainkan kamu,tapi aku sudah mencoba mencintai kamu sebagai diri kamu, tapi aku tetap tidak bisa"


"aku juga gak pernah minta kamu buat mencintaiku yo, bagiku cinta itu mengalir apa adanya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun,kalau kamu gak bisa cinta sama aku,itu juga bukan kesalahan kamu"

__ADS_1


jujur gue tercengang dengan penuturan Dinda


"makasih dinda kamu begitu pengertian,kamu pasti bakal dapet lelaki terbaik"


"yang terbaik itu boboboy" sambil terkekeh


dan Aryo pun tertawa,


setelah sebulan gue putus sama dinda,gue memutuskan resign dari perusahaan,


dan gue buka usaha dengan membuka sebuah kafe coffe, yaaaaa... yang sebenarnya Airin kira aku kerja di kafe tersebut,itu sebenarnya kafe milik gue, saat ketemu jujur gue merasa speecles banget.dan lebih girang lagi ternyata Airin tinggal dikota B dan aku juga punya anak cabang kafe disana, jadi gue memutuskan untuk memantau kafe gue yang disana biar lebih deket dengan Airin,namun sebelum gue deketin Airin tentu gue ijin dulu sama nyokap gue.


"buu Aryo mau ngomong" kata gue pada suatu malam sehabis bertemu Airin saat paginya


"ibu masih ingat Airin?" tanyaku hati hati


"masih"


"boleh kalau aryo deketin Airin lagi"


ibuku langsung syok " wong edan kamu yo,Airin kan sudah punya suami,gak baik rebut istri orang,kayak gak ada perempuan lain toh?" sungut ibuku

__ADS_1


"Bu Airin sekarang single parent


"maksutnya Airin cerai sama suaminya?"


"gak buu tapi suaminya meninggal" tuturku hati hati


"innalilahi"


"jadi gimana bu?,boleh?"


"kamu yakin nak? dengan status Airin sekarang kamu bisa menerimanya,gak mudah bagi seorang lelaki menerima seorang yang maaf ibu gak maksut "janda"


"Aryo sudah cinta sama Airin sejak dulu bu,dan sekarang aryo seperti punya kesempatan dengan status Airin yang sekarang"


"tapi kamu jangan nyesel nantinya"


"gak bu Aryo gak akan nyesel"


"iya ibu restuin kamu"


"makasih bu,doain Aryo semoga kali ini bisa dapetin Airin"

__ADS_1


"iya selalu ibu doain."


ohh ya sebenarnya sebelum gue ketemu Airin gue jarang nengok kafe gue,karena gue udah punya orang kepercayaan. dan gue lebih seneng mendaki gunung buat sekedar menghirup udara segar dan tidak berpolusi, Gue seneng setiap muncak gue akan mengingat wajah Airin dengan jelas,melokis banget ya gue ,hehehee


__ADS_2