Menikahlah Dengannya

Menikahlah Dengannya
Pengakuan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan mereka mulai melanjutan perjalanan untuk turun,


" Rin mending kamu besok cuti dulu deh,kayaknya kita bakal malem sampai rumah" kata Aryo saat mereka tengah perjalanan


"iya nanti aku coba hubungi personalia ya"


"iya Rin"


dan mereka mulai fokus untuk menuruni gunung yang terjal.


butuh waktu sedikit lama untuk mereka sampai di tempat awal,dan setelah sampai pun Airin dan juga Aryo memilih untuk istirahat dulu disebuah warung makan untuk mengisi perut yang mulai kerocongan kembali.


setelah dirasa cukup Airin dan Aryo mulai pisah dengan rombongan untuk menuju kerumah masing masing dengan kendaraan masing masing.


"capek ya?" tanya Aryo setelah ia mulai melajukan mobilnya


"lumayan" jawab Airin dengan tersenyum


"maaf ya aku gak ajak kamu ketempat romantis seperti pasangan pasangan lain, malah aku ajak capek capek naik gunung"


"ini lebih dari kata romantis" jawab Airin dengan senyum mengembang


dan Aryo pun tersenyum senang


"Yo emang kamu gak dimarahin bosmu libur lama lama gini?" tanya Airin memancing


"heheehe,maaf ya Rin ada yang belum aku katakan jujur kekamu" sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


"oh ya apa itu?" tanya Airin pura pura tidak tahu.


"sebenarnya kafe itu punya aku Rin,jadi mau aku libur kapanpun juga gak bakal ada yang marah."


Airin tersenyum senang karena ternyata Aryo menjawabnya dengan jujur "iya aku tau itu punya kamu"


"hahh.. tau dari mana dan sejak kapan?" tanya Aryo heran


"baru tadi kata Benu"


"ohhh...dia ngomong apa aja kekamu?"


"gak banyak kok,"


"ohh..okeee"


"kenapa kamu gak bilang dari dulu?"


"ya kalau kamu punya kafe itu,pas aku tanya kamu kerja kamu jawab iya"


"kan emang pas kita ketemu emang aku lagi kerja Rin,"


"iya kerja,kerja dikafenya sendiri" sungut Airin sambil cemberut


"hahaha.... kan bener Rin kan Rin kerja kan intinya"


"iya deh" putus Airin akhirnya.

__ADS_1


"tapi aku makin minder sama kamu, kamu pengusaha muda sukses dan mapan masa calon istrinya Janda" sambil menunduk


Aryo meraih tangan Airin sambil fokus menyetir "kamu jangan pernah bilang kek gitu,kamu mau nerima aku aja aku udah senang banget,bagiku apapun itu status kamu asal kita bisa bersama aku gak masalah"


"tapi aku merasa begitu rendah berada disampingmu"dengan mata mulai berkaca kaca


"itu hanya perasaan kamu Rin,kamu tetaplah pemilik hatiku"


Airin mulai tersenyum " berasa lagunya Armada deh,kek gitu kata Benu bukan melokis" ledek Airin


"hahaha.... iya ya,melokis banget hidupku,udah kamu istirahat aja ya"


"iyaa" Dan Airin mulai memejamkan matanya yang sangat lelah,sedangkan Aryo fokus untuk menyetir mobilnya.


setelah mereka mulai dekat Aryo menepikan mobilnya.


"Rin ini kita udah mau sampai,kita langsung pulang apa jemput Arfa dulu"


"hemmm, kita langsung pulang aja,besok pagi aja aku jemput Arfa, ini udah larut gak enak bangunin ibu"


"okee" sahut Aryo dan mulai melajukan kembali mobilnya.


tak butuh waktu lama,mereka telah sampai dirumah Airin.


"aku langsung pulang ya Rin,kamu langsung bersih bersih terus tidur"


"iya Yo,makasih ya semuanya,ini gak akan pernah aku lupain"

__ADS_1


"iya Rin" aryo tersenyum dan langsung pamit.


dan Airin langsung membersihkan diri dan langsung merebahkan badannya yang berasa pegal.


__ADS_2