Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
episode 10


__ADS_3

Karena kuatnya Qila menarik dan akhirnya...


" Aaakkkkhhh... " jerit Qila saat dirinya yang tertarik dan langsung menimpa tubuh Adit, dan wajah mereka hampir saja bersentuhan tapi Qila sempat menahannya agar tidak bersentuhan.


Sedangkan Adit langsung terpesona saat membuka matanya dan bertepatan dengan menatap mata Qila yang begitu dekatnya dengan matanya.


Sejenak tidak ada pergerakan di antara mereka, karena mereka berdua sama - sama terkejut dengan posisi Qila yang menindih tubuh Adit.


Tapi hanya sebentar, dan Qila pun segera sadar dari keterkejutannya.


" Eehhhmm... Maaf tuan, saya tidak sengaja. " kata Qila yang langsung bangkit dari posisinya tadi dengan jantung yang masih berpacu dengan kencangnya.


" Eehhhmm... Tidak masalah, baiklah aku akan mandi sekarang. " sahut Adit dan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke dalam kamar mandi.


Setelah Adit masuk ke kamar mandi, Qila pun bisa bernafas dengan lega.


" Huh jantung jantung, lama - lama bisa penyakit jantung nih kalau begini huh... " gumam Qila sambil mengusap dadanya setelah merasa lega.


Begitu juga dengan Adit, ia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang Qila rasakan, cuma disini Adit lah yang paling bahagia dengan semuanya.

__ADS_1


" Perlahan tapi pasti, aku akan mendapatkan mu dan juga hatimu sayang " gumam Adit pelan sambil membersihkan dirinya di kamar mandi dengan penuh rasa bahagia.


Setelah Adit selesai mandi dan membersihkan diri,ia pun keluar dan melihat Qila sedang sibuk membersihkan tempat tidurnya dan...


Buukkh...


Qila kembali menabrak Adit.


" Eh maaf tuan saya tidak melihat kalau anda sudah selesai mandi, sekali lagi maafkan saya tuan. " kata Qila sambil menunduk.


" Kau ini Qila, seperti pada siapa saja, biasa saja, tidak usah pormal begitu bicaranya. " kata Adit sambil melangkahkan santai menuju pakaiannya yang sudah di siapkan Qila.


" Sudah biasa saja, aku lebih nyaman seperti biasanya dengan mu, tidak harus seperti atasan dan bawahan yang sesungguhnya juga. " kata Adit yang diam saja saat Qila memasangkan dasi di lehernya.


" Yeee tetap saja kali ka, dah selesai hah... berasa sudah menjadi istri aku sekarang. Apa kabar suamiku di sana ya " gumam Qila setelah selesai memasangkan dasi untuk Adit.


" Mungkin sekarang dia sedang mencari mu, kamu sih pakai kabur - kaburan segala, ada - ada saja. Bagaimana kalau kamu menjadi istriku apa kamu mau " kata Adit sambil melangkahkan keluar kamar di susul Qila di belakangnya sambil membawakan tas kerja Adit.


" Yeee... Terserah aku lah, terlambat kali ka, kenapa ga dari kemarin - kemarin saja sih, sekarang mana bisa, aku sudah jadi istri orang secara mendadak haaah... " sahut Qila yang berjalan di belakang Adit.

__ADS_1


Buukkhh...


" Aw kalau berhenti ngomong dong ka, bisa nyonyong juga nih jidad. " kata Qila sambil mengusap dahinya karena terbentur belakang Adit.


" Kamu itu, cerewet sekali berasa di cereweti istri aku sekarang " kata Adit berbalik dan membantu mengusap dahi Qila.


" Saya tidak apa-apa tuan, lanjut jalannya berbalik. " kata Qila yang membalik tubuh Adit ke arah depan dan langsung mendorongnya.


" Tuh kan, berasa istri saja " kata Adit sambil melangkahkan kakinya lebih dulu sambil di dorong Qila dari belakang.


" Shuutthh... Cerewet kedengaran yang lain bahaya, nanti di kira aku istri kamu beneran lagi. " sahut Qila lagi di belakang Adit.


" Iya - iya huh... " sahut Adit juga yang terpaksa menurut dengan perkataan Qila.


Karena asik bicara sepanjang menuruni tangga, akhirnya mereka berdua sampai di depan meja makan, dan seperti yang dikatakan Adit, Qila pun melayani dan menemani Adit saat makan.


Tidak ada percakapan selama mereka berdua sarapan, karena Qila melotot saat Adit akan membuka suara.


Melihat pelototan Qila Adit pun paham dan menurut saja apa yang di katakan oleh sahabat sekaligus pelayan pribadinya itu.

__ADS_1


__ADS_2