
Melihat Ningsih yang tiba-tiba ada di hadapannya membuat Qila sangat terkejut.
" Ngapain kamu di situ, minggir saya mau lewat. " kata Qila sambil memutar bola matanya malas.
" Enak saja kamu memiliki kamar dekat dengan tuan, tidak bisa saya tidak terima, kamu itu pelayan di rumah ini sama seperti kami, jadi kamu juga harus tidur di kamar pelayanan, bukan di lantai atas enak saja. " kata Ningsih dengan sombongnya melarang Qila.
" Eh mbak, situ kalau mau protes jangan dengan saya, protes saja sana sama tuan, tuan sendiri yang nyuruh saya tidur di kamar sebelah kamar tuan, kenapa jadi protes pada saya, heran deh... " sahut Qila tak mau kalah, Qila memang perempuan baik, tapi juga bukan perempuan yang mudah di tindas, ia akan melawan kalau ada orang yang ingin menyakitinya seperti sekarang ini.
" Minggir, menghalangi jalan saja " kata Qila sambil mendorong bahu Ningsih menyingkirkannya dari jalannya.
" Eh eh eh... Awas kamu ya, kalau aku sudah jadi Nyonya di rumah ini kamu orang pertama yang akan ku pecat, tunggu saja kamu hmm... " kata Ningsih yang begitu kesal pada Qila.
" Silahkan kalau itu benar terjadi, huuh mimpi saja sana. " gumam Qila keras sehingga terdengar oleh Ningsih, dan Ningsih pun mengepalkan tangannya saking kesalnya pada Qila.
Qila pun tak kalah kesalnya pada Ningsih sampai di kamarnya pun Qila masih merasakan sangat kesal.
__ADS_1
" Huh... Belum ada sehari bekerja di rumah ini, sudah ada saja orang yang iri padaku, bagaimana kalau selamanya aku berada di sini, huuh... tau ah pusing. " gerutu Qila sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sedangkan di bawah tempatnya di kamar Ningsih sendiri, saat ini ia sedang merencanakan sesuatu untuk menggapai tujuannya.
" Lebih baik malam ini saja aku menjalankan rencana ku, kalau di biarkan saja aku semakin susah untuk memiliki tuah Adit. Apalagi ada perempuan tidak jelas itu, semakin susah saja untuk mendekati tuan Adit apalagi sampai memilikinya, huh ya malam ini saja. " gumam Ningsih pelan sambil tersenyum sinis membayangkan rencananya nanti.
_______
Di perusahaan Superindo Grup, saat ini Adit sedang memerintahkan asisten pribadinya.
" Siapa tuan, kalau boleh saya tahu, perempuan yang bernama Aqila yang tuan maksud adalah Aqila... " tanya Gilang yang belum sempat menyelesaikan ucapannya.
" Yap kau benar sekali, hanya saja dia yang tidak tahu siapa aku, maka dari itu jangan katakan apapun padanya saat kau bertemu dengannya, biarkan saja dia yang akan mengetahui dengan sendirinya, kau mengerti kan " terang Adit dan langsung di anggukan oleh Gilang.
" Baiklah tuan, kalau begitu saya akan kembali keruang saya sekarang, sekalian memberitahu apa yang tuan perintah barusan, permisi tuan. " pamit Gilang, dan langsung di anggukan oleh Adit.
__ADS_1
__________________
Tidak terasa waktu waktu siang pun tiba dan saat ini Qila bersiap untuk pergi ke kantor sahabat sekaligus bos nya itu.
" Semua sudah siap bi, kalau begitu Qila berangkat dulu ya assalamualaikum. " pamit Qila pada kepala pelayan itu.
" Iya neng Qila, semua sudah siap, hati - hati di jalan, walaikum salam neng Qila. " sahut Bi Ijah dan langsung di balas senyuman oleh Qila Sebelum melangkahkan kakinya menuju keluar untuk segera berangkat.
" Ayo mang antara Qila ke perusahaan tuan, saya mau mengantarkan makan siang untuk tuan, ayo mang " ajak Qila yang sudah berada di depan mobilnya.
" Siap neng, silahkan masuk kita berangkat sekarang. " sahut pak supir yang di khususkan Adit untuk antara jemput Qila kemampuan Qila hendak pergi.
" Iya pak " lalu Qila pun masuk kedalam mobil itu dan pak sopir menjalankan mobilnya.
Tidak lama Aqila tiba di perusahaan Adit, dan Qila pun langsung masuk kedalam perusahaan itu bertanya pada resepsionis, tapi sebelum bertanya, Qila melihat sekelilingnya, semua karyawan yang bekerja di perusahaan itu menatap aneh pada Qila dan sedikit membuat Qila merasa risih.
__ADS_1
Sampai suara resepsionis itu mengagetkan Qila...