Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
Episode 32


__ADS_3

Di kantor Adit saat ini iya sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya, dan baru saja istirahat sebentar menyandarkan tubuhnya pada kursi tiba - tiba...


Tok tok tok...


" Masuk " sahut Adit setelah mendengar pintu ruangannya di ketuk.


" Hai Adit, kamu sibuk ya maaf kalau kedatangan ku mengganggu. " kata seseorang yang baru saja masuk.


" Nilam... " kata Adit yang begitu sangat terkejut melihat kedatangan Nilam yang begitu tiba-tiba.


Dengan pedenya Nilam berjalan menghampiri Adit dan berdiri di hadapan Adit dengan pakaian yang serba pendek dan terlihat sangat seksi.


Melihat itu Adit langsung mengambil telpon yang ada di hadapannya.


" Halo, kenapa kau mengijinkan tamu masuk, bukankah sudah saya katakan saya tidak menerima tamu, lalu kenapa kau membiarkan orang sembarang masuk, cepat urusan dia. " kata Adit yang terlihat begitu sangat kesal.


" Kamu ko tega banget sih Dit, kita baru saja bertemu apa kau tidak merindukan ku. " kata Nilam dengan wajah melasnya dan berjalan mendekati Adit.


" Berhenti di situ " kata Adit sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.


" Roy... " panggil Adit dengan kerasnya.

__ADS_1


" Iya tuan ada apa ?" tanya Roy asisten pribadi Adit yang terburu-buru masuk mendengar panggilan bos nya.


" Urus dia, ingat saya tidak mau bertemu dengan siapa pun kecuali ia sudah membuat janji mengerti... " kata Adit dengan tegasnya.


" Baik tuan " jawab Adit dan ketika Roy melihat orang yang ingin mendekati Adit...


" Nilam... Kapan kamu datang, kenapa kamu bisa ada di sini ?" tanya Roy yang begitu sangat terkejut melihat orang yang juga sangat ia kenal.


" Adit, aku hanya ingin bicara padamu, aku tahu kamu sibuk tapi tolong beri aku waktu sebentar. " kata Nilam dengan melasnya dengan berdiri di sebelah Adit, tanpa memperdulikan Roy yang bertanya padanya.


" ROY... " Kata Adit dengan kerasnya karena begitu sangat geram dengan tamu yang tidak di undang.


" Iya tuan " sahut Roy yang langsung mendekat pada Nilam.


Cup... Dengan gerakan cepat Nilam mencium bibir Adit sambil mengambil fotonya menggunakan ponselnya.


BRAAKH...


Adit begitu terkejut dengan serangan mendadak dari Nilam dan langsung mendorongnya, tapi Nilam sudah berhasil mencium dan mengambil fotonya.


" AW shiitthh... Kamu ko tega banget sih Dit, aku kan cuma kangen lama tidak bertemu. " kata Nilam yang sudah terduduk di lantai

__ADS_1


" Kurang ajar, dasar perempuan murahan cuuiiihh... " kata Adit dengan begitu kesalnya dan langsung mengambil tissue membersihkan bekas ciuman Nilam yang mendadak itu.


" Nekat sekali kamu Nilam, ayo keluar dari sini " kata Roy yang langsung menyeret Nilam


" Aku hanya merindukannya Roy, kau tahu kan aku begitu sangat mencintainya dari dulu, jadi kau jangan menghalangiku " kata Nilam yang berusaha memberontak saat Roy menyeretnya.


" Tuan Adit sudah menikah Nilam, kau pasti sudah tahu sekarang Adit sudah memiliki istri kau sudah tidak bisa lagi mendekatinya. " kata Roy lagi yang memberi pengertian pada temannya ini.


Sedangkan Adit hanya diam saja mendengarkan dengan perasaan kesalnya, padahal di hati Adit juga mengerti dengan apa yang Nilam rasakan padanya, karena Adit juga pernah merasakan hal yang sama pada Aqila dulu.


" Aku tidak perduli... Adit kau tahu kan dari dulu sampai sekarang aku begitu sangat mencintaimu, aku rela Dit, kau jadikan yang kedua, asal aku juga bisa memilikimu. Ku mohon Dit, aku sangat mencintaimu " kata Nilam lagi sambil memberontak saat Roy menyeretnya ke arah luar.


" Aku tidak berniat membagi cinta ku untuk siapa pun, karena dari dulu sampai sekarang hati dan cintaku hanya untuk Aqila yang sudah menjadi istriku. Sekarang sebaiknya kau lupakan saja aku, masih banyak lelaki di luar sana, kenapa harus aku " kata Adit lagi yang begitu kesalnya pada Nilam.


" Tidak bisa Adit, aku hanya menginginkan mu. Ingat Adit, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak akan ku biarkan kau di miliki orang lain, termasuk Aqila. " kata Nilam yang sudah berada di depan pintu ruangan Adit karena di seret Roy.


" Ber***k... " kata Adit dengan kesalnya sambil mengayunkan kepalan tangannya.


" Hentikan mimpimu itu Nilam, percuma saja kau melakukan itu karena Adit akan tetap pada pendiriannya. " kata Roy lagi sambil membawa temannya itu keluar kantor Adit.


" Tapi Roy, aku sangat mencintai Adit, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskannya " kata Nilam sambil tersenyum misterius tanpa sepengetahuan Roy.

__ADS_1


" Dasar keras kepala, pergi sana pantas saja Adit menyebutmu perempuan murahan, karena kau memang seperti itu. " kata Roy sangat kesal dan langsung mendorong Nilam saat di luar kantor lalu langsung meninggalkan nya begitu saja di sana.


Sedangkan Nilam hanya diam saja di perlakukan seperti itu, dan setelah Roy masuk Nilam langsung pergi dengan senyum misterius nya.


__ADS_2