
Sedangkan Nilam karena sudah memakan beberapa suapan makanannya, ia mulai merasakan tidak enak di badannya, Nilam langsung mengambil air minum dan meminumnya, setelah minum seketika Nilam...
" AW aduh... Perutku sakit sekali, gatal, badan ku sangat gatal shiiiith... " jerit Nilam yang sudah merasakan alerginya.
" Kak, kak Nilam kenapa ?" tanya Qila yang langsung menghentikan makannya terkejut melihat Nilam seperti itu.
" Sakit, perut ku sakit shiiiith... gatal aw... gatal, aku... " kata Nilam terpotong dan langsung tak sadarkan diri.
" Kak Nilam... Bi ijah, semua tolong. " teriak Qila yang bingung melihat Nilam yang sudah tak sadarkan diri.
" Ya ampun, kenapa ini neng, hey ayo bantu " kata bi Ijah yang langsung membantu bersama para maid yang lainnya.
" Ayo cepat bawa ke kamar, bi Ijah cepat telpon dokter " pinta Qila sambil ikut memapah Nilam dan membawanya ke kamar tamu.
" Kenapa tidak langsung ke rumah sakit saja neng " kata bi Ijah setelah mereka sudah sampai di kamar tamu dan meletakkan Nilam di atas tempat tidur.
" Tidak perlu bi, sudah biasa seperti ini kalau ka Nilam kena alergi udang tidak perlu sampai ke rumah sakit, cukup di periksa dan di kasih obat saja, nanti juga akan sembuh. " kata Qila sambil menatap ke arah Nilam yang sedang berbaring tak sadarkan diri itu.
" Oh gitu ya neng, ya sudah saya hubungi dokter dulu " kata bi Ijah dan langsung menghubungi dokter pribadi mereka.
Sedangkan Nilam yang terbaring di atas tempat tidur itu diam - diam mengepalkan tangannya, karena ia berpura-pura saja tak sadarkan diri.
__ADS_1
" Kak Nilam, begitu saja pakai akting segala. " kata Qila dalam hati sambil tersenyum tipis tanpa di ketahui siapa pun.
" Cuma begini saja, kenapa tidak di panggilkan Adit sih untuk menggendongku, menyebalkan kau Qila " gerutu Nilam dalam hati sambil memejamkan matanya berpura-pura pingsan.
Tidak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa Nilam.
" Anda tidak perlu khawatir Nyonya, nona ini hanya alergi, ini sudah saya tuliskan di sini resep obat yang harus di minum, saya juga sudah menyuntikkan obat untuk mengurangi rasa gatalnya, sebentar lagi juga sembuh asal di minum teratur obatnya, dan kalau bisa hindari makanan yang dapat membuatnya alergi. " kata dokter itu setelah selesai pemeriksaannya.
" Iya dokter terimakasih banyak " kata Qila.
" Baiklah tugas saya sudah selesai di sini, kalau begitu saya permisi dulu, mari nyonya. " pamit dokter itu lagi.
" Bi, tolong belikan obat yang ada di resep ini ya " kata Qila dan langsung di anggukan oleh bi Ijah.
Sedangkan di kamar tamu, setelah Qila dan yang lainnya keluar, Nilam langsung bangun dan terlihat begitu sangat kesal.
" Kenapa Qila tidak memanggil Adit sih, mana dia tahu kalau aku sakit, awas saja kamu Qila shiiiith... " gerutu Nilam sambil menahan rasa sakitnya.
Di luar Qila sedang mengambilkan makanan untuk sarapan suaminya.
" Ini neng obatnya " kata Bu Ijah yang sudah membelikan obat resep dokter tadi.
__ADS_1
" Oh Terimakasih bi, tolong antarkan langsung ke kamar tamu dan suruh ia langsung meminum obatnya. Qila mau ke atas dulu, antarkan sarapan untuk kak Adit, soalnya ka Adit sangat sibuk sekarang. " kata Qila yang sudah selesai mengambilkan makanannya.
" Baik neng " sahut Bi Ijah.
Setelah itu Qila langsung menuju ke kamarnya membawakan makanan, sedangkan Bu ijah langsung ke kamar tamu membawakan obatnya.
Tok tok tok...
" Permisi nona, anda sudah sadar, ini nona di minum dulu obatnya biar cepat sembuh. " kata Bu Ijah yang memberikan obat itu pada Nilam.
" Terimakasih bi, Qila mana bi ko tidak kelihatan ?" Tanya Nilam Sebelum meminum obatnya.
" Nyonya ke kamar nona, mengantarkan sarapan untuk tuan Adit. " jawab bi Ijah
Mendengar itu Nilam hanya mengangguk, tapi di dalam selimut ia sedang mengepalkan tangannya menahan rasa kesalnya.
" Ya sudah, sebaiknya nona istirahat lagi, bibi keluar dulu ya permisi non " kata Bu Ijah.
" Iya terimakasih bi " sahut Nilam dan langsung di anggukan oleh bi Ijah dan langsung keluar dari kamar itu.
Setelah bi Ijah keluar, Nilam pun kembali beristirahat sambil memikirkan rencana untuk menghancurkan rumah tangga Qila dan Adit, karena saking kesalnya pada mereka berdua.
__ADS_1